JAKARTA – Persaingan menuju takhta juara Proliga 2026 sektor putra dipastikan bakal berjalan sangat panas. Sejumlah klub kontestan mulai meresmikan amunisi impor mereka dalam bursa transfer pemain asing Proliga 2026. Nama-nama besar dari Kuba, Amerika Serikat, hingga Pakistan dipastikan akan memanaskan lapangan voli tanah air dengan aksi-aksi kelas dunia yang layak dinantikan para penggemar.
Transfer pemain asing Proliga 2026 kali ini menunjukkan ambisi besar dari tim-tim papan atas untuk menggulingkan dominasi juara bertahan. Menariknya, pergerakan transfer pemain asing Proliga 2026 tidak hanya melibatkan pendatang baru yang segar, tetapi juga kembalinya para pemain ikonik yang sudah memiliki basis penggemar besar di Indonesia. Hal ini tentu menjadi strategi jitu untuk meningkatkan performa teknis sekaligus daya tarik page view kompetisi.
Salah satu kejutan paling dinanti datang dari klub pendatang baru, Medan Falcons Setirta Bagasasi. Klub ini dikabarkan tengah menjalin komunikasi serius untuk mendatangkan Muhammad Al Hachadi. Pemain berpengalaman asal Maroko berusia 34 tahun tersebut sebelumnya merupakan pilar utama Palembang Bank Sumsel Babel. Kehadiran Al Hachadi yang berposisi sebagai opposite diyakini akan memberikan stabilitas serangan bagi skuat asal Medan tersebut.
Duel Bomber di Medan Falcons
Tidak hanya berhenti di Al Hachadi, Medan Falcons Setirta Bagasasi telah resmi mengamankan tanda tangan Liosbel Mendez. Pemain asal Kuba berusia 30 tahun ini memiliki reputasi sebagai bomber mematikan di posisi opposite. Jika proses transfer Al Hachadi rampung, tim pelatih Medan Falcons akan menghadapi "masalah mewah" dalam menentukan skuat utama. Muncul rumor bahwa salah satu dari keduanya akan digeser menjadi outside hitter guna mengakomodasi kekuatan serangan yang lebih variatif.
Sementara itu, Jakarta Bhayangkara Presisi juga tidak mau ketinggalan dalam memperkuat kedalaman skuat. Klub milik institusi Polri ini resmi mendaratkan pemain timnas Pakistan, Aimal Khan. Dengan postur menjulang setinggi 205 cm, pemain berusia 35 tahun yang sebelumnya merumput di Liga Voli Iran ini diprediksi akan menjadi tembok kokoh di posisi opposite. Pengalamannya di level Asia diharapkan mampu membawa Bhayangkara Presisi kembali ke partai puncak.
Surabaya Samator dan Kembalinya Sang Maestro
Kabar yang paling menggetarkan publik voli adalah kembalinya Lyvan Taboada Diaz ke pelukan Surabaya Samator. Pemain asing asal Kuba yang kini berusia 27 tahun tersebut resmi kembali berseragam Samator untuk mengisi posisi setter. Lyvan bukan sekadar pengatur serangan biasa; ia dikenal memiliki insting membunuh yang tinggi. Salah satu ciri khas permainannya yang sangat disukai penonton adalah hobi melakukan smash tipuan ke area kosong pertahanan lawan saat bola masih di atas net.
Baca Juga: Puasa Ramadan, Jam Kerja ASN Kota Blitar Dipangkas Jadi 32,5 Jam Per Pekan
Di sisi lain, Jakarta Lavani tetap konsisten dengan kiblat voli Amerika Serikat. Juara bertahan ini resmi mempertahankan Taylor Sander sebagai mesin poin utama mereka. Pemain berusia 33 tahun yang berposisi sebagai outside hitter tersebut kembali dipercaya manajemen Lavani karena kualitasnya yang sudah teruji musim lalu. Sander dianggap sebagai kepingan puzzle yang sempurna dalam sistem permainan disiplin yang diterapkan Lavani.
Untuk mendampingi Sander, Jakarta Lavani mendatangkan rekan senegaranya, Nato Dickinson. Pemain muda berusia 23 tahun ini akan mengisi posisi opposite. Sebelum berlabuh ke Indonesia, Dickinson mencatatkan performa impresif bersama Goa Guardians di Liga Voli India. Kombinasi senioritas Taylor Sander dan ledakan tenaga muda Nato Dickinson menjadikan Jakarta Lavani sebagai kandidat terkuat untuk kembali mengangkat trofi juara pada gelaran Proliga 2026 mendatang.
Editor : Natasha Eka Safrina