JAKARTA – Peta persaingan kompetisi bola voli kasta tertinggi di Indonesia dipastikan bakal semakin membara. Menjelang bergulirnya musim baru, daftar pemain asing Proliga 2026 sektor putri kini telah resmi dirilis secara lengkap. Sebanyak tujuh klub kontestan telah mematenkan komposisi legiun impor mereka, membawa deretan bintang dunia dari Brasil, Italia, hingga Turki untuk memanaskan persaingan perebutan takhta juara.
Langkah strategis dalam mengamankan daftar pemain asing Proliga 2026 ini menjadi sinyal kuat bahwa setiap tim tidak ingin sekadar menjadi penggembira. Kehadiran pemain-pemain dengan rekam jejak di liga top Eropa seperti Italia dan Turki diprediksi akan meningkatkan level permainan secara signifikan. Bagi para penggemar, pengumuman daftar pemain asing Proliga 2026 ini adalah momen yang paling dinantikan untuk melihat sejauh mana kekuatan tim kesayangan mereka dalam melakukan perombakan skuat.
Kejutan dari Medan Falcons dan Kembalinya Duo Brasil-Italia di BJB
Klub pendatang baru, Medan Falcons, langsung mencuri perhatian dengan mengamankan jasa bintang muda Vietnam, Vi Thi Nhu Quynh (Vit Coin). Pemain berusia 23 tahun yang berposisi sebagai outside hitter ini merupakan andalan tim nasional Vietnam. Tidak sendirian, ia akan bertandem dengan Del Palomata, middle blocker tangguh asal Filipina yang memiliki reputasi mentereng di ajang AVC Nations Cup.
Sementara itu, Bandung BJB Tandamata kembali mengusung misi juara dengan mendatangkan duet Amerika Latin dan Eropa. Sonalhi Cidrao, pemain berpengalaman asal Brasil berusia 32 tahun, akan mengisi posisi outside hitter. Sonalhi akan bahu-membahu dengan Anastasia Guerra, bintang asal Italia yang sebelumnya malang melintang di Liga Voli Wanita Turki. Kombinasi ini diyakini akan mengembalikan karakter menyerang BJB yang agresif.
Duet Maut Jakarta Elektrik PLN dan Ambisi Pertamina Enduro
Sorotan utama tertuju pada Jakarta Elektrik PLN yang berhasil mendaratkan Celeste Plak, pemain timnas Belanda yang sebelumnya memperkuat klub raksasa Italia, Volley Milano. Plak akan berduet dengan wajah lama yang sudah teruji kualitasnya, Neriman Ozsoy. Meski sudah berusia 37 tahun, Neriman dikenal sangat "gacor" dan memiliki power di atas rata-rata. Duet Plak-Neriman diprediksi akan menjadi mesin poin yang menghancurkan pertahanan lawan.
Baca Juga: Puasa Ramadan, Jam Kerja ASN Kota Blitar Dipangkas Jadi 32,5 Jam Per Pekan
Tak mau kalah, Jakarta Pertamina Enduro memilih untuk mempertahankan Yana Shcherban. Pemain asal Rusia ini akan dipasangkan dengan Wilma Salas dari Kuba. Salas bukan nama sembarangan, mengingat ia pernah membela tim elit Roma Volley di Italia. Kehadiran duo senior ini diharapkan mampu membawa stabilitas mental bagi tim Pertamina di poin-poin krusial.
Popsivo Polwan dan Kekuatan Dominika
Jakarta Popsivo Polwan tampil beda dengan mengandalkan koneksi Republik Dominika. Mereka mendatangkan Yonkaira Pena dan memulangkan kembali Bethania de la Cruz. De la Cruz yang kini berusia 38 tahun masih dianggap sebagai salah satu pemain asing terbaik yang pernah merumput di Indonesia berkat servis mematikannya dan efisiensi serangan yang tinggi musim lalu.
Di Jawa Timur, Gresik Petrokimia mengandalkan Alexandra Bitsenko asal Ukraina dan Anna Stepaniuk (Ani Mickham) dari Amerika Serikat. Keduanya memiliki pengalaman di Liga Filipina, yang secara karakter permainan dianggap mirip dengan atmosfer Proliga. Terakhir, Jakarta Livin Mandiri melengkapi skuat mereka dengan Ceyda Aktas dari Turki dan Ana Bjelica, pemain kawakan asal Serbia yang dikenal memiliki akurasi serangan tajam di posisi opposite.
Dengan komposisi yang sudah komplet ini, gelaran Proliga 2026 dipastikan akan menjadi salah satu musim paling kompetitif sepanjang sejarah bola voli putri Indonesia.
Editor : Natasha Eka Safrina