BANDUNG – Persib Bandung benar-benar menunjukkan taringnya. Masuknya kekuatan finansial baru dari raksasa global Unilever disebut telah mengubah peta kekuatan ekonomi Maung Bandung secara instan. Dampaknya terasa langsung di jendela transfer paruh musim 2025–2026, di mana Persib bersiap meluncurkan operasi transfer paling ambisius dalam sejarah Liga 1.
Ini bukan sekadar rumor bursa. Langkah Persib Bandung kini dipandang sebagai pernyataan perang terbuka kepada rival-rivalnya. Dengan dukungan finansial yang jauh lebih kuat, klub kebanggaan Jawa Barat itu mulai membidik nama-nama besar, baik dari Liga 1 maupun Eropa, demi memperkuat status sebagai juara bertahan.
Mariano Peralta, Rekor Transfer Liga 1 di Depan Mata
Nama pertama yang mencuat adalah Mariano Peralta, winger andalan Borneo FC. Pemain berusia 27 tahun itu disebut masuk radar utama Persib Bandung dengan nilai pasar mencapai Rp10,43 miliar. Jika transfer ini terwujud, Peralta berpotensi memecahkan rekor transfer domestik antar klub Liga 1.
Kontrak Peralta bersama Borneo FC akan berakhir pada 30 Juni 2026. Dengan suntikan dana baru, Persib diyakini mampu menebus sisa kontrak sang pemain. Jika Borneo FC menolak melepasnya paruh musim ini, Peralta bisa didapat secara gratis di akhir musim—situasi yang tentu merugikan klub asal Samarinda tersebut.
Terence Kongolo, Tembok Eropa Gratisan
Kejutan berikutnya datang dari Eropa. Persib Bandung dikabarkan menjalin komunikasi intens dengan Terence Kongolo, eks bek Timnas Belanda yang tampil di Piala Dunia 2014. Kongolo, yang pernah berkarier di Premier League bersama Fulham, kini berstatus bebas transfer.
Mendatangkan pemain dengan nilai pasar sekitar Rp9 miliar secara gratis dinilai sebagai master class transfer. Kehadiran Kongolo diyakini akan membuat lini belakang Persib semakin solid dan sulit ditembus di sisa musim.
Marco Dugandžić, Pewaris Nomor 10
Di sektor depan, nama Marco Dugandžić mencuat sebagai target prestisius. Bomber Kroasia itu baru saja berpisah dengan FC Seoul dan memiliki nilai pasar fantastis, sekitar Rp15,64 miliar. Ia diproyeksikan menjadi pemilik baru nomor punggung 10 Persib.
Persaingan untuk mendapatkan Dugandžić dipastikan ketat. Namun koneksi Kroasia dengan pelatih Bojan Hodak disebut menjadi faktor kunci. Jika Persib berani menggelontorkan dana besar, Dugandžić bisa menjadi pemain termahal sekaligus paling mematikan di Indonesia.
Joao Tavares, Investasi Masa Depan
Persib juga memantau Joao Tavares, gelandang serba bisa asal Brasil yang berkarier di Eropa Timur. Di usia 23 tahun, Tavares dinilai sebagai investasi jangka panjang yang menjanjikan.
Dengan pengalaman di Portugal dan Polandia serta catatan 15 gol, Tavares dianggap cocok dengan skema serangan balik cepat ala Bojan Hodak. Kelincahan khas Brasil berpadu disiplin Eropa membuatnya menjadi target yang sangat menggoda.
Baca Juga: Jadwal Proliga 2026 menghadirkan duel Pertamina Enduro vs Popsivo Polwan.
Ces Margono, Suksesor di Bawah Mistar
Di posisi penjaga gawang, Persib Bandung dikabarkan mengalihkan radar ke Ces Margono. Kiper keturunan Indonesia-Amerika Serikat itu kini berstatus tanpa klub setelah tampil impresif di Liga Kosovo dengan catatan empat clean sheet.
Langkah ini muncul seiring rumor hengkangnya kiper asing Persib menuju PSIM Yogyakarta. Ces Margono diproyeksikan menjadi suksesor tangguh di bawah mistar Maung Bandung.
Ragnar Oratmangoen, Pulang Demi Menit Bermain
Nama terakhir yang tak kalah sensasional adalah Ragnar Oratmangoen. Winger Timnas Indonesia itu kini membela FCV Dender, namun minim menit bermain.
Dengan sisa kontrak sekitar enam bulan, Ragnar diprediksi mencari pelabuhan baru. Persib Bandung dinilai lebih menarik ketimbang rival seperti Persija Jakarta, berkat status juara bertahan dan stabilitas di bawah Bojan Hodak.
Meski sempat terkendala isu cedera lutut, jika kondisinya pulih 100 persen, Ragnar berpotensi menjadi salah satu transfer paling sensasional musim ini.
Editor : Natasha Eka Safrina