Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bursa Naturalisasi Timnas Indonesia Makin Panas! Laurin Ulrich hingga Ethan Colar Masuk Radar PSSI Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026

Axsha Zazhika • Kamis, 19 Februari 2026 | 20:05 WIB

 

Bursa Naturalisasi Timnas Indonesia Makin Panas! Laurin Ulrich hingga Ethan Colar Masuk Radar PSSI Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026
Bursa Naturalisasi Timnas Indonesia Makin Panas! Laurin Ulrich hingga Ethan Colar Masuk Radar PSSI Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026

BLITAR - Bursa naturalisasi Timnas Indonesia kembali memanas di tengah perjuangan skuad Garuda pada Kualifikasi Piala Dunia 2026. Rumor kedatangan pemain keturunan dari Eropa terus mengalir deras, terutama dari Jerman dan Belanda. Isu naturalisasi Timnas Indonesia ini pun menjadi sorotan publik karena dinilai bisa mendongkrak kualitas skuad secara signifikan.

Di tengah ketatnya persaingan menuju putaran berikutnya Kualifikasi Piala Dunia 2026, PSSI disebut-sebut tengah memantau sejumlah pemain muda potensial yang memiliki garis keturunan Indonesia. Bursa naturalisasi Timnas Indonesia tak lagi hanya berpusat di Belanda, tetapi juga merambah Jerman dan Amerika Serikat.

Media asing bahkan beberapa kali membocorkan daftar calon pemain yang disebut-sebut eligible membela Timnas Indonesia. Dari sejumlah nama yang beredar, ada tiga pemain muda yang kini ramai diperbincangkan dan dinilai punya potensi besar jika benar-benar diproses naturalisasinya.

Baca Juga: Daftar Lengkap Pemain Voli Asing Putri Proliga 2026: Kejutan Celeste Plak Hingga Kembalinya Legenda Dominika!

Laurin Ulrich, Talenta Stuttgart yang Punya Darah Surabaya

Nama pertama adalah Laurin Ulrich. Gelandang muda kelahiran 31 Januari 2005 ini merupakan jebolan akademi VfB Stuttgart. Ia menghabiskan tujuh tahun di akademi klub Bundesliga tersebut sebelum akhirnya mendapatkan kontrak profesional jangka panjang hingga 2026.

Laurin disebut memiliki garis keturunan Indonesia dari sang kakek yang lahir di Surabaya pada masa Hindia Belanda. Meski saat ini hanya memegang paspor Jerman, ia tetap berstatus eligible secara keturunan, dengan catatan proses administrasi dan pembuktian garis darah dapat dipenuhi sesuai regulasi.

Dari segi permainan, Laurin dikenal sebagai gelandang bertahan dengan kemampuan intersep dan tekel yang solid. Ia juga turut membawa Stuttgart U-19 menjuarai Liga Nasional musim 2021-2022. Bahkan, Bayern Munchen sempat dikabarkan tertarik merekrutnya sebelum Stuttgart mengamankan kontrak jangka panjang.

Jika bergabung dalam skema naturalisasi Timnas Indonesia, Laurin berpotensi menjadi pelapis ideal di lini tengah, terutama dalam peran gelandang bertahan yang selama ini menjadi posisi krusial.

Ethan Colar, Blasteran Jerman-Indonesia dengan Akurasi Umpan 92 Persen

Nama kedua yang mencuat dalam bursa naturalisasi Timnas Indonesia adalah Ethan Colar. Lahir di California pada 2005, Ethan memiliki darah Jerman dari ayahnya dan darah Indonesia dari garis keluarga ibunya.

Ia sempat menimba ilmu di akademi San Jose Earthquakes sebelum bergabung dengan Oakland Roots. Kariernya kemudian menanjak saat direkrut Werder Bremen dan tampil bersama tim muda klub tersebut.

Baca Juga: Bukayo Saka Jadi Pemain Bergaji Tertinggi Arsenal, Arteta Tetap Waspadai Cedera dan Persaingan Gelar Musim 2026

Yang menarik, akurasi umpannya mencapai 92,4 persen saat bermain di MLS Next Pro. Tak hanya itu, Ethan juga tampil di ajang Piala Concacaf U-20 bersama Amerika Serikat dan membantu timnya melaju hingga final.

Kemampuan bermain sebagai gelandang bertahan maupun bek tengah membuatnya fleksibel secara taktik. Jika PSSI serius memproses naturalisasi, Ethan bisa menjadi aset penting untuk jangka panjang, khususnya di kelompok usia U-23.

Reno Moons, Lahir di Jakarta Tanpa Garis Keturunan

Berbeda dari dua nama sebelumnya, Reno Moons tidak memiliki garis keturunan Indonesia, tetapi lahir di Jakarta pada 2 Oktober 2005. Pemain bertinggi 188 cm ini memulai karier di Fortuna Koln U-17 sebelum bergabung dengan Bayer Leverkusen U-19.

Ia bahkan sempat masuk skuad senior Bayer Leverkusen saat menghadapi RB Leipzig, meski tidak diturunkan. Kini, Moons bermain di kasta kedua Liga Jerman bersama Greuther Furth.

Reno dikenal sebagai pemain bertahan serba bisa. Ia mampu bermain sebagai gelandang bertahan, bek tengah, hingga bek sayap. Kekuatan duel udara dan tekel menjadi keunggulannya, ditambah kemampuan dribel yang cukup baik untuk pemain bertahan.

Nilai pasar ketiganya pun terbilang tinggi untuk pemain seusia mereka. Laurin Ulrich menjadi yang tertinggi, disusul Reno Moons dan Ethan Colar.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari PSSI terkait langkah konkret memproses naturalisasi ketiga pemain tersebut. Namun melihat kebutuhan Timnas Indonesia menghadapi agenda internasional padat, termasuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan turnamen usia muda, peluang itu tetap terbuka.

Jika strategi naturalisasi kembali dioptimalkan, bukan tak mungkin skuad Garuda mendapatkan tambahan amunisi muda berkualitas dari Eropa. Kini, publik hanya bisa menunggu langkah resmi federasi untuk memastikan apakah ketiga nama tersebut benar-benar merapat ke Timnas Indonesia.

Editor : Axsha Zazhika
#kualifikasi piala dunia 2026 #naturalisasi Timnas Indonesia #Reno Moons #Ethan Colar