Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Manchester City Treble Winner di Depan Mata? Jalan Terjal Pep Guardiola Menuju Sejarah Sepak Bola Inggris

Friesta Cahya Ramadhani • Kamis, 19 Februari 2026 | 16:45 WIB

Manchester City treble winner makin realistis musim ini. Simak peluang, tantangan, dan laga penentu pasukan Pep Guardiola menuju sejarah.
Manchester City treble winner makin realistis musim ini. Simak peluang, tantangan, dan laga penentu pasukan Pep Guardiola menuju sejarah.

JAKARTA – Peluang Manchester City treble winner pada musim 2022–2023 kini bukan lagi sekadar wacana. Setelah serangkaian hasil krusial di tiga kompetisi berbeda, tim asuhan Pep Guardiola berada di jalur yang sangat realistis untuk menorehkan sejarah besar di sepak bola Inggris.

 

Dalam sejarah sepak bola Inggris, hanya satu klub yang pernah meraih treble winner—menjuarai liga domestik, piala domestik utama, dan Liga Champions dalam satu musim. Prestasi itu dicatat oleh Manchester United pada musim 1998–1999. Kini, lebih dari dua dekade berselang, rival sekota mereka berpeluang mengulang pencapaian langka tersebut.

 

Langkah Manchester City menuju treble winner semakin terbuka setelah menyingkirkan Bayern Munchen dengan agregat telak 4-1 di perempat final Liga Champions. Hasil itu memastikan City melaju ke semifinal dan mempertegas status mereka sebagai salah satu kandidat terkuat juara Eropa musim ini.

 

Tak hanya di Eropa, City juga melangkah mulus ke final Piala FA setelah menang meyakinkan 3-0 atas Sheffield United di Stadion Wembley. Di ajang Premier League, situasi kian menguntungkan setelah Arsenal gagal meraih kemenangan saat ditahan imbang Southampton, membuka jalan bagi City untuk menguasai puncak klasemen.

Treble Winner Bukan Lagi Sekadar Mimpi

 

Pep Guardiola sendiri masih enggan berbicara terbuka soal peluang treble winner Manchester City. Pelatih asal Katalunya itu memilih fokus menjalani pertandingan demi pertandingan, menyadari betapa tipisnya margin kesalahan di fase akhir musim.

 

Meski demikian, secara matematis dan performa, peluang City sangat nyata. Di Liga Inggris, hanya hasil buruk beruntun yang bisa menggagalkan mereka. Konsistensi permainan dan kedalaman skuad menjadi modal penting untuk menjaga keunggulan hingga pekan terakhir.

Baca Juga: Persib Bandung Tak Main-Main: Dana Unilever Mengalir, Rekor Transfer Siap Pecah, 6 Nama Mewah Jadi Target Operasi Juara

Tantangan Berat di Liga Champions

 

Di semifinal Liga Champions, City akan berhadapan dengan Real Madrid, klub yang dikenal sarat pengalaman dan mental juara. Leg pertama akan digelar di Santiago Bernabeu, stadion yang terkenal sulit ditaklukkan.

 

Hasil positif di Madrid akan menjadi fondasi penting sebelum leg kedua di Etihad Stadium. Statistik menunjukkan Real Madrid belum pernah mengalahkan City di Etihad, sebuah fakta yang bisa menjadi keuntungan psikologis bagi tuan rumah.

 

Final Piala FA Sarat Gengsi

 

Di ajang Piala FA, City kembali bertemu Manchester United. Meski performa Setan Merah tak sekuat era Sir Alex Ferguson, laga derbi selalu menghadirkan kejutan. United memiliki catatan mampu mengalahkan City bahkan saat performa mereka menurun.

 

Final yang dijadwalkan pada 3 Juni itu berpotensi menjadi penentu sejarah. Jika City sukses mengamankan dua gelar sebelumnya, laga ini bisa menjadi panggung penentuan treble winner Manchester City.

Masalah Klasik: Rotasi dan Kebugaran

 

Tantangan terbesar Guardiola bukan hanya lawan di lapangan, tetapi manajemen skuad. Jadwal padat membuat risiko cedera meningkat. Absennya pemain kunci seperti Erling Haaland atau Kevin De Bruyne bisa berdampak besar di semua kompetisi.

 

City harus membagi fokus antara Premier League, Liga Champions, dan Piala FA. Kesalahan kecil dalam rotasi atau strategi berpotensi membuat semuanya runtuh dalam waktu singkat.

 

Sembilan Laga Penentu Sejarah

 

Manchester City masih harus melewati sembilan pertandingan krusial, termasuk melawan West Ham United, Everton, Chelsea, Brighton, hingga dua duel kontra Real Madrid dan final melawan Manchester United. Setiap laga membawa tekanan berbeda, namun juga membuka peluang emas.

 

Jika mampu menjaga konsistensi dan fokus, Manchester City berpeluang menuliskan namanya sejajar dengan Manchester United sebagai satu-satunya klub Inggris peraih treble winner. Musim ini bisa menjadi momen penyempurna proyek besar Pep Guardiola di Etihad Stadium.

 

Editor : Friesta Cahya Ramadhani
#piala fa #treble winner #manchester city #premier league #liga champions