JAKARTA – Manchester United bukan sekadar klub sepak bola besar di Inggris. Di balik popularitas global dan deretan trofi, klub berjuluk Setan Merah itu memiliki sejarah panjang yang bermula dari tim pekerja kereta api hingga menjelma menjadi salah satu klub tersukses di dunia.
Manchester United pertama kali berdiri pada 1878 dengan nama Newton Heath Lancashire and Yorkshire Railway FC. Klub ini awalnya dibentuk sebagai tim sepak bola karyawan depo perusahaan kereta api Lancashire and Yorkshire Railway di kawasan Newton Heath, Manchester. Dari lapangan kecil di North Road, klub ini mulai membangun fondasi yang kelak mengantarkannya ke puncak sepak bola Inggris.
Perubahan besar terjadi ketika klub resmi berganti nama menjadi Manchester United. Nama tersebut disahkan setelah berbagai usulan muncul dalam rapat internal klub. Warna seragam pun ikut berubah, dari hijau-kuning khas Newton Heath menjadi merah-putih yang kini identik dengan Manchester United.
Dominasi Manchester United di Kompetisi Domestik
Manchester United telah lama dikenal sebagai kekuatan utama di Liga Inggris. Namun, dominasi terbesar klub ini baru benar-benar terlihat sejak era Liga Premier bergulir pada 1992. Di bawah kepemimpinan Sir Alex Ferguson, Manchester United menjelma menjadi penguasa kompetisi domestik Inggris.
Sejak musim 1992–1993, Manchester United menjadi klub paling sukses di era Premier League dengan torehan 12 gelar juara. Dominasi tersebut bahkan disebut sebagai yang terbesar sejak berakhirnya kejayaan Liverpool FC pada era 1970-an hingga awal 1980-an.
Secara keseluruhan, Manchester United telah mengoleksi 19 gelar juara Liga Inggris, termasuk saat kompetisi masih bernama Divisi Satu. Jumlah tersebut menempatkan mereka sebagai salah satu klub tersukses sepanjang sejarah sepak bola Inggris.
Baca Juga: Keuangan Arema FC Belum Stabil Meski Jor-joran Transfer, Target Lima Besar Tak Goyah
Prestasi Manchester United di Eropa dan Dunia
Meski sangat dominan di level domestik, perjalanan Manchester United di kompetisi Eropa tidak selalu mulus. Sepanjang sejarahnya, klub ini baru tiga kali meraih gelar Liga Champions Eropa, masing-masing pada 1968, 1999, dan 2008.
Trofi pertama diraih pada 1968 ketika Manchester United mengalahkan SL Benfica dengan skor telak 4-1. Gelar kedua hadir secara dramatis pada 1999, sebelum kembali mengangkat trofi Liga Champions pada 2008 usai menundukkan Chelsea FC di partai final.
Tak hanya itu, Manchester United juga mencatat sejarah sebagai klub Inggris pertama yang menjuarai Piala Dunia Antarklub FIFA, menegaskan status mereka sebagai kekuatan global.
Perubahan Identitas dan Seragam Ikonik
Identitas visual Manchester United juga mengalami berbagai perubahan. Saat masih bernama Newton Heath, seragam klub berwarna hijau dan kuning. Setelah berganti nama, warna merah dipilih sebagai warna utama, dipadukan dengan celana putih dan kaus kaki hitam.
Dalam perjalanannya, Manchester United pernah menggunakan berbagai desain seragam tandang dan kostum ketiga. Beberapa di antaranya menjadi ikonik, termasuk seragam abu-abu pada musim 1995–1996 yang kemudian ditinggalkan akibat hasil buruk di lapangan.
Lambang Manchester United pun mengalami penyempurnaan, meski tidak pernah berubah secara drastis. Sosok setan di tengah logo menjadi simbol julukan Setan Merah yang mulai populer sejak era 1960-an dan terus melekat hingga kini.
Dari Klub Lokal ke Ikon Global
Kini, Manchester United bukan hanya klub sepak bola, melainkan merek global dengan basis pendukung di seluruh dunia. Meski sempat menuai kontroversi sejak kepemilikan klub berpindah ke pengusaha asal Amerika Serikat pada 2005, eksistensi Manchester United tetap kuat di panggung sepak bola internasional.
Sejarah panjang Manchester United membuktikan bahwa klub ini dibangun melalui proses panjang, perubahan identitas, serta kerja keras lintas generasi. Dari lapangan sederhana di Newton Heath hingga stadion megah Old Trafford, Manchester United telah menorehkan kisah yang sulit ditandingi.
Editor : Friesta Cahya Ramadhani