Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Taktik John Hertman di Timnas Indonesia Terungkap! Skema 3 Bek, High Pressing, dan Target Lolos Piala Dunia 2030

Axsha Zazhika • Kamis, 19 Februari 2026 | 18:45 WIB

Taktik John Hertman di Timnas Indonesia Terungkap! Skema 3 Bek, High Pressing, dan Target Lolos Piala Dunia 2030
Taktik John Hertman di Timnas Indonesia Terungkap! Skema 3 Bek, High Pressing, dan Target Lolos Piala Dunia 2030

BLITAR - taktik John Hertman di Timnas Indonesia mulai menjadi perbincangan hangat setelah PSSI resmi menunjuknya sebagai pelatih baru skuad Garuda. Penunjukan ini menandai era baru Timnas Indonesia dengan target besar, yakni membangun fondasi kuat dan menembus Piala Dunia 2030.

Sejak diumumkan melalui laman resmi PSSI dan akun Timnas Indonesia, publik langsung menyoroti bagaimana taktik John Hertman di Timnas Indonesia akan diterapkan. Pelatih asal Inggris tersebut dikenal sebagai motivator kuat dengan pendekatan taktik yang khas, terutama penggunaan formasi tiga bek.

Banyak analis menilai taktik John Hertman di Timnas Indonesia berpotensi selaras dengan karakter pemain yang ada saat ini, terutama karena skuad Garuda sudah terbiasa menggunakan skema tiga bek di era sebelumnya.

Baca Juga: Dendam Kesumat yang Menjadi Raksasa: Sejarah Liverpool FC dari Stadion Mangkrak hingga Rajai Eropa

Rekam Jejak dan Target Besar

John Hertman bukan nama sembarangan di dunia sepak bola. Ia pernah mencetak sejarah dengan membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1986. Di sektor sepak bola wanita, ia juga mengantar Kanada meraih dua medali perunggu Olimpiade dan menembus perempat final Piala Dunia Wanita 2015.

Terakhir, Hertman menangani klub MLS Toronto FC. Meski catatannya di sana tidak sepenuhnya gemilang—17 kemenangan dan 25 kekalahan dari 46 laga—ia tetap dinilai memiliki kapasitas membangun sistem jangka panjang.

PSSI memberi target ambisius: membangun fondasi kuat sekaligus membuka peluang lolos ke Piala Dunia 2030.

Baca Juga: Heboh Skema Fully Funded dan Pesangon 2026, Benarkah Gaji Pensiun Tak Lagi Dicicil? Ini Klarifikasi Resmi TASPEN Soal Kenaikan Pensiun dan Rapel

Formasi Tiga Bek Jadi Andalan

Salah satu ciri khas utama taktik John Hertman adalah penggunaan formasi berbasis tiga bek. Skema 3-4-3, 3-4-2-1, hingga 3-5-2 menjadi pola favoritnya, baik saat menangani Kanada maupun Toronto FC.

Di Kanada, ia kerap memakai 5-3-2 saat bertahan. Sementara di Toronto, skema 3-4-2-1 lebih dominan. Fleksibilitas ini menunjukkan bahwa Hertman merupakan pelatih adaptif yang mampu menyesuaikan strategi dengan materi pemain.

Dengan komposisi Timnas Indonesia saat ini, perubahan ke sistem tiga bek dinilai bukan hal sulit. Nama-nama seperti Rizky Ridho berpotensi kembali memainkan peran bek kanan yang lebih ofensif, seperti era sebelumnya.

Baca Juga: Persija Jakarta Panas! Jordi Ahmad Jadi Man of The Match Usai Diubah Posisi, JIS Kembali Dipakai & Rumor Transfer Timnas Menguat

Wing Play dan Overload Sayap

Hertman dikenal sangat mengandalkan permainan sayap. Wingback dan winger menjadi sektor vital dalam sistemnya. Serangan kerap dibangun melalui progresi cepat dari sisi lapangan, baik lewat umpan pendek maupun long ball.

Ia juga sering menciptakan situasi overload di sayap, seperti skema tiga lawan dua atau dua lawan satu. Pola ini bertujuan membuka ruang dan menciptakan peluang dari sisi lapangan.

Pendekatan tersebut mirip dengan pola yang pernah diterapkan Timnas Indonesia saat menghadapi tim-tim kuat Asia, di mana build-up panjang digunakan untuk melewati pressing lawan.

Baca Juga: Preview Persib Bandung vs Ratchaburi FC: Misi Comeback Mustahil di ACL2, Bisakah Maung Bandung Bangkit di GBLA?

Build Up Fleksibel: Pendek dan Direct

Dalam fase build up, Hertman tidak terpaku pada satu pendekatan. Ia bisa memulai serangan dengan umpan pendek dari belakang, membentuk shape 3-1-4-2 saat transisi, atau langsung memainkan long ball ke striker target.

Model direct play ini efektif untuk memindahkan fokus serangan dan menghindari tekanan tinggi lawan. Fleksibilitas inilah yang membuat taktiknya sulit ditebak.

Untuk lini depan, ia menyukai striker dengan mobilitas tinggi dan nyaman menerima bola daerah. Karakter seperti ini dinilai cocok dengan tipikal penyerang Indonesia yang dinamis.

Baca Juga: Viral Kabar Rapel dan Kenaikan Pensiun 2026, TASPEN Kediri Tegaskan Belum Ada Keputusan Pemerintah

High Pressing dan Transisi Dinamis

Dalam fase bertahan, taktik John Hertman juga menonjol lewat high pressing. Ia kerap menginstruksikan tiga pemain sekaligus menekan satu penguasaan bola lawan.

Saat bertahan, formasi bisa berubah dari 5-3-2 menjadi 4-4-2 tergantung situasi pressing. Dinamika ini menuntut pemain disiplin membaca trigger pressing dan cepat beradaptasi.

Dua gelandang pivot menjadi kunci sistem pertahanannya. Mereka berfungsi sebagai filter utama sebelum bola masuk ke lini belakang. Indonesia memiliki beberapa opsi gelandang yang mampu menjalankan peran tersebut secara fleksibel.

Baca Juga: Bursa Transfer BRI Super League 2025/2026: Kejutan Besar! Shayne Pattynama Resmi ke Persija hingga Persis Solo yang Kian Beraroma Serbia

PR Besar: Integrasi Sistem

Meski secara karakter mirip dengan sistem yang pernah digunakan Timnas Indonesia, tantangan terbesar Hertman adalah integrasi sistem ke dalam skuad yang terus berkembang.

Perpaduan pemain lokal dan diaspora membutuhkan adaptasi cepat agar sistem tiga bek dan high pressing berjalan efektif. Konsistensi, kedalaman skuad, serta kesiapan mental akan menjadi faktor penentu.

Publik kini menanti bagaimana taktik John Hertman di Timnas Indonesia benar-benar diterapkan di lapangan. Jika berhasil menyatukan visi, bukan tidak mungkin skuad Garuda kembali kompetitif di level Asia dan membuka jalan menuju Piala Dunia 2030.

Editor : Axsha Zazhika
#Timnas Indonesia #John Hertman #piala dunia 2030 #Formasi 3 Bek #Taktik Timnas Indonesia