Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Taktik John Herdman Bongkar Jepang 2-1, Bukti Kecerdikan Calon Pelatih Timnas Indonesia yang Bikin Samurai Biru Tersungkur

Axsha Zazhika • Kamis, 19 Februari 2026 | 19:00 WIB

Taktik John Herdman Bongkar Jepang 2-1, Bukti Kecerdikan Calon Pelatih Timnas Indonesia yang Bikin Samurai Biru Tersungkur
Taktik John Herdman Bongkar Jepang 2-1, Bukti Kecerdikan Calon Pelatih Timnas Indonesia yang Bikin Samurai Biru Tersungkur

BLITAR - Taktik John Herdman kembali menjadi perbincangan hangat di tengah rumor dirinya akan menangani Timnas Indonesia. Nama pelatih asal Inggris itu terus dikaitkan sebagai nahkoda baru Garuda, dan rekam jejaknya bersama Timnas Kanada menjadi referensi utama.

Salah satu bukti kecerdikan taktik John Herdman terlihat saat Kanada menumbangkan Jepang dengan skor 2-1 dalam laga uji coba jelang Piala Dunia Qatar 2022. Kemenangan tersebut bukan sekadar hasil pertandingan biasa, melainkan gambaran detail tentang filosofi bermain dan kecermatan membaca situasi.

Taktik John Herdman saat menghadapi Jepang menunjukkan kemampuannya melakukan adaptasi cepat di tengah tekanan. Padahal secara ranking FIFA dan kualitas individu, Kanada berada di bawah Samurai Biru.

Baca Juga: Sering Puasa Gelar hingga Rajai Eropa, Inilah Sejarah Liverpool FC: Klub Raksasa yang Lahir dari Perselisihan Tanah Anfield

Awal Sulit Hadapi Pressing Jepang

Dalam laga tersebut, Jepang tampil dengan formasi 4-3-3 dan langsung menekan sejak menit awal. Takumi Minamino dan Takefusa Kubo memimpin pressing agresif. Struktur 4-4-2 dalam bertahan membuat Kanada kesulitan mengalirkan bola secara vertikal.

Sepuluh menit pertama, umpan-umpan panjang Kanada selalu dipatahkan. Bahkan pada menit kedelapan, transisi cepat Jepang menghasilkan gol pembuka melalui Yuki Soma. Jepang unggul 1-0.

Di momen itu, banyak tim mungkin akan panik. Namun di sinilah ketenangan taktik John Herdman mulai terlihat.

Baca Juga: Persija Jakarta Tebar Ancaman Usai Bungkam Bali United, Posisi Klasemen Memanas dan Peluang Emas Hadapi PSM Terbuka Lebar!

Adaptasi dan Perubahan Struktur Permainan

Setelah unggul, Jepang menurunkan garis pertahanan dan tak lagi melakukan pressing seagresif awal laga. Herdman membaca celah ini dengan cermat.

Kanada mulai membangun serangan lebih sabar. Dalam fase menyerang, fullback naik tinggi membantu winger. Salah satu gelandang bertahan melebar, membentuk struktur mirip tiga bek saat build-up.

Pendekatan ini membuat Kanada lebih nyaman menguasai bola. Penguasaan bola pun perlahan beralih ke kubu Amerika Utara tersebut.

Baca Juga: Sejarah Liverpool FC: Berawal dari Pengkhianatan dan Keserakahan Presiden Everton hingga Menjadi Penguasa Eropa

Gol penyama kedudukan lahir dari skema terorganisir. Setelah mencuri bola di tengah, kombinasi winger dan bek sayap menghasilkan sepak pojok. Dari situ, Kanada sukses menyamakan skor menjadi 1-1.

Menariknya, Herdman tetap tenang tanpa selebrasi berlebihan. Ia sadar pertandingan belum selesai.

Disiplin Bertahan dan Mentalitas Kolektif

Saat bertahan, taktik John Herdman tidak mengandalkan tekanan tinggi terus-menerus. Kanada memilih medium block 4-4-2 dengan kerapatan lini yang disiplin.

Semua pemain wajib turun membantu pertahanan. Tidak ada ruang bagi pemain yang malas melakukan transisi negatif.

Contoh nyata terlihat menjelang akhir babak pertama. Saat kehilangan bola, dalam waktu delapan detik sudah ada tujuh pemain Kanada kembali ke depan kotak penalti. Disiplin ini membuat Jepang kesulitan menciptakan peluang bersih.

Pressing Kanada juga dilakukan selektif, terutama saat bola mengarah ke sisi lapangan. Pendekatan ini efektif memaksa kesalahan lawan.

Baca Juga: Persija Jakarta Panas! Jordi Ahmad Jadi Man of The Match Usai Diubah Posisi, JIS Kembali Dipakai & Rumor Transfer Timnas Menguat

Pergantian Pemain Jadi Kunci

Memasuki babak kedua, Herdman kembali menunjukkan keberanian mengambil keputusan. Ia menambah kekuatan di lini tengah dengan menginstruksikan winger kiri lebih sering masuk ke half space.

Perubahan ini membuat Kanada unggul jumlah pemain di tengah dan lebih mudah memecah blok pertahanan Jepang.

Menit ke-60, tiga pemain baru dimasukkan. Salah satu yang paling menentukan adalah Richie Laryea. Kecepatan dan kemampuan individunya menjadi ancaman konstan.

Menjelang akhir laga, kombinasi pemain baru menghasilkan penalti. Cyle Larin yang juga masuk sebagai pengganti sukses mengeksekusi dengan gaya panenka. Kanada berbalik unggul 2-1.

Kemenangan ini memperlihatkan bagaimana taktik John Herdman bukan hanya soal formasi, tetapi juga tentang membaca momentum dan memaksimalkan pergantian pemain.

Cocokkah untuk Timnas Indonesia?

Jika rumor penunjukan resmi terjadi, gaya bermain Herdman berpotensi memberi warna baru bagi Timnas Indonesia. Filosofinya menekankan build-up rapi, disiplin transisi, serta fleksibilitas taktik.

Dengan materi pemain Indonesia yang semakin banyak berkarier di Eropa, pendekatan kolektif dan adaptif seperti ini bisa menjadi fondasi kuat.

Kemenangan atas Jepang menjadi bukti bahwa Herdman mampu mengalahkan tim dengan kualitas lebih tinggi melalui strategi matang.

Kini publik menanti keputusan resmi PSSI. Jika benar Herdman datang, pengalaman dan taktiknya saat menumbangkan Samurai Biru bisa menjadi modal penting membangun era baru Timnas Indonesia.

Editor : Axsha Zazhika
#Timnas Indonesia #Jepang vs Kanada #John Herdman #Timnas Kanada #Taktik John Herdman