Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Yola Yuliana Akui Beban di Proliga 2026, Target Final Four Livin Mandiri dan Peran Kapten Jadi Sorotan

Ingge Nayla Ayu Karina • Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:10 WIB

Yola Yuliana akui beban di Proliga 2026. Target final four Livin Mandiri dan regenerasi pemain jadi tantangan besar.
Yola Yuliana akui beban di Proliga 2026. Target final four Livin Mandiri dan regenerasi pemain jadi tantangan besar.

 

RADAR BLITAR - Yola Yuliana akui beban di Proliga 2026 semakin terasa.

Predikat langganan grand final yang melekat sejak pasca-COVID kini berubah menjadi tantangan baru bersama Livin Mandiri.

Target utama musim ini bukan lagi sekadar bicara partai puncak, tetapi mengamankan tiket final four terlebih dahulu.

Baca Juga: Megawati Hangestri Hanya 5 Poin, Jakarta Pertamina Enduro Tumbang dari Livin Mandiri di Proliga 2026 Bojonegoro

Yola Yuliana akui beban di Proliga 2026 karena ekspektasi publik terhadap dirinya begitu tinggi.

Apalagi, ia kini menjadi pemain paling senior di skuad yang dihuni banyak talenta muda.

Kombinasi pengalaman dan darah segar ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi middle blocker berusia 30 tahun tersebut.

 

Dalam pernyataannya, Yola Yuliana akui beban di Proliga 2026 bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga tanggung jawab membimbing pemain belia yang usianya bahkan ada yang 14 dan 17 tahun.

 

Target Realistis: Final Four Dulu

Musim ini, Livin Mandiri tengah berjuang mencari tiket final four.

Bagi Yola, langkah tersebut harus menjadi prioritas sebelum berbicara lebih jauh tentang grand final.

 

“Predikat grand final itu sudah melekat, tapi sekarang kami fokus dulu ke final four,” ujarnya.

 

Ia menyadari setiap pemain memiliki beban masing-masing.

Namun, sebagai sosok senior, tekanan itu terasa lebih besar.

Publik kerap menilai bahwa kehadiran Yola identik dengan peluang lolos ke partai puncak.

 

Situasi ini justru menjadi motivasi tambahan baginya.

Ia ingin membuktikan bahwa kombinasi pemain muda dan senior bisa menjadi kekuatan baru Livin Mandiri di Proliga 2026.

 

Kombinasi Senior dan Junior

Salah satu tantangan terbesar musim ini adalah menyatukan pemain muda yang penuh semangat dengan pengalaman pemain senior.

Yola menjadi satu-satunya pemain berusia 30-an di tim, sementara mayoritas rekan setimnya masih belia.

 

Menurutnya, mental pemain muda biasanya membara dan berapi-api.

Energi itulah yang dibutuhkan Livin Mandiri saat ini.

 

“Kalau kebanyakan senior, kadang kurang berapi-api. Jadi sekarang semoga energi pemain muda ini bisa keluar maksimal,” katanya.

 

Perpaduan ini dinilai bisa menjadi keuntungan sekaligus tantangan.

Pemain muda memiliki semangat tinggi, tetapi masih membutuhkan arahan dalam menjaga konsistensi dan mental bertanding.

 

Perubahan di Proliga 2026

Sebagai pemain yang sudah lama berkiprah di kompetisi voli nasional, Yola merasakan sejumlah perubahan di Proliga 2026.

Salah satu yang paling terasa adalah absennya All Star Game dibanding musim-musim sebelumnya.

 

Selain itu, maskot kompetisi yang sempat tidak ada kini kembali dihadirkan.

Perubahan kecil ini menurutnya memberi warna berbeda bagi atmosfer liga.

 

Hal lain yang membuatnya tersenyum adalah perubahan posisi usia.

Dulu ia pernah menjadi pemain termuda di tim pada usia 15 tahun.

Kini, ia justru menjadi yang paling senior.

 

“Sekarang saya yang paling tua di tim,” ujarnya sambil tertawa.

 

Ambisi dan Kecintaan pada Voli

Di usia yang tak lagi muda untuk ukuran atlet profesional, Yola tetap memiliki ambisi besar.

Ia mengaku kecintaannya pada voli menjadi alasan utama untuk terus bertahan.

 

Ada pergolakan batin setiap musim.

Keinginan untuk berhenti kadang muncul, tetapi selalu kalah oleh semangat untuk melawan diri sendiri.

 

“Ada cedera sedikit, rasanya mau berhenti. Tapi hati bilang ayo bisa recovery lagi,” ungkapnya.

 

Motivasi tersebut yang membuatnya terus tampil di Proliga 2026.

Ia ingin membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap kompetitif di level tertinggi voli Indonesia.

 

Kapten atau Bukan?

Soal peran kapten, Yola mengaku belum ada pengumuman resmi dari manajemen.

Namun pengalaman panjangnya jelas menjadi nilai lebih dalam memimpin tim di lapangan.

 

Sebagai middle blocker, perannya tetap vital dalam membangun pertahanan dan serangan cepat.

Pengalaman membaca permainan lawan menjadi salah satu keunggulannya.

 

Makna Hari Ibu bagi Yola

Di luar lapangan, Yola juga berbagi pandangannya tentang makna Hari Ibu.

Baginya, sosok ibu adalah alasan utama dirinya bisa berdiri sebagai atlet profesional saat ini.

 

“Kalau tidak ada ibu, tidak ada saya di sini,” tuturnya.

 

Kini sebagai seorang ibu, ia semakin memahami perjuangan dan pengorbanan yang dulu dilakukan orang tuanya.

Pengalaman itu membuatnya lebih menghargai setiap proses, baik dalam keluarga maupun karier.

 

Tantangan Musim 2026

Proliga 2026 menjadi musim penuh ujian bagi Livin Mandiri.

Target final four, regenerasi pemain, hingga tekanan ekspektasi publik menjadi tantangan nyata.

 

Yola Yuliana akui beban di Proliga 2026 memang tidak ringan.

Namun dengan pengalaman, semangat pemain muda, serta kecintaan pada voli, ia optimistis timnya mampu bersaing.

Baca Juga: Viral Isu Marcelo Abbondanza Puji Megawati Hangestri, Hoaks Terbongkar Jelang Duel Panas Pertamina Enduro vs Livin Mandiri Proliga 2026

Kini publik menanti, apakah kombinasi senior-junior ini mampu membawa Livin Mandiri melangkah ke final four dan mematahkan keraguan? Jawabannya akan terungkap seiring bergulirnya kompetisi.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#livin mandiri #voli indonesia #proliga 2026 #Yola Yuliana #final four