JAKARTA - AFC diskualifikasi Ratchaburi FC dan memastikan Persib Bandung lolos 8 besar ACL2 2026 menjadi sorotan publik sepak bola Asia. Keputusan tegas tersebut langsung mengubah peta persaingan di babak gugur Liga Champions Asia 2 musim ini.
AFC diskualifikasi Ratchaburi FC setelah melakukan investigasi mendalam terkait dugaan pelanggaran integritas pertandingan. Dampaknya, Persib Bandung lolos 8 besar ACL2 2026 secara otomatis. Keputusan itu juga disertai pencabutan lisensi wasit yang terlibat dalam laga kontroversial tersebut.
Situasi ini memantik reaksi dari berbagai pihak, termasuk megabintang Al Nassr, Cristiano Ronaldo. Pemain asal Portugal itu menanggapi keputusan AFC diskualifikasi Ratchaburi FC dengan sikap yang penuh sportivitas.
Ronaldo Hormati Keputusan AFC
Dalam pernyataannya, Ronaldo mengaku menghormati keputusan konfederasi sepak bola Asia tersebut. Ia menilai langkah tegas ini penting demi menjaga integritas kompetisi.
“Tentu saja keputusan itu berat, tetapi kami harus menghormati aturan. Integritas kompetisi adalah hal utama,” ujar Ronaldo.
Menurutnya, sepak bola harus dijalankan secara adil tanpa campur tangan eksternal. Ia juga menegaskan bahwa setiap klub, termasuk Al Nassr, ingin meraih gelar dengan cara yang sah dan bersih.
Ronaldo bahkan menyebut bahwa jika bertemu Persib Bandung di semifinal atau final, laga tersebut akan menjadi pertandingan yang sangat menarik. Ia mengakui kualitas Maung Bandung yang dinilai memiliki mental kuat usai drama diskualifikasi Ratchaburi FC.
“Jika kami bertemu Persib, itu akan menjadi pertandingan luar biasa untuk sepak bola Asia,” tambahnya.
Persib Bandung Kian Termotivasi
Persib Bandung lolos 8 besar ACL2 2026 bukan hanya soal keberuntungan akibat diskualifikasi lawan. Tim asal Indonesia itu justru dinilai semakin termotivasi setelah melewati situasi sulit.
Keputusan AFC dinilai menjadi momentum kebangkitan mental bagi skuad Maung Bandung. Atmosfer Stadion Gelora Bandung Lautan Api juga disebut-sebut akan menjadi faktor penting jika Persib tampil sebagai tuan rumah.
Ronaldo sendiri mengakui bahwa atmosfer di Bandung sangat luar biasa. Ia bahkan menyatakan keinginannya untuk suatu hari bermain di stadion tersebut jika undian mempertemukan Al Nassr dengan Persib.
Pelatih Gamba Osaka Mengaku Cemas
Di sisi lain, pelatih Gamba Osaka, James Wising, secara terbuka mengaku khawatir menghadapi Persib Bandung di babak 8 besar. Ia menyebut Persib sebagai tim yang sangat berbahaya, terutama setelah keputusan AFC diskualifikasi Ratchaburi FC.
“Jujur saya merasa takut menghadapi Persib. Mereka punya kualitas dan motivasi ekstra setelah semua yang terjadi,” ujar Wising.
Menurut pelatih asal Jerman tersebut, tantangan terbesar bukan hanya soal taktik, tetapi juga tekanan atmosfer stadion dan semangat pendukung Persib.
Wising menilai tidak ada yang lebih sulit daripada menghadapi tim yang merasa harus membuktikan diri. Ia menyebut mentalitas Persib saat ini sedang berada di level tertinggi.
Integritas Jadi Sorotan Utama
Kasus diskualifikasi Ratchaburi FC menjadi pengingat keras tentang pentingnya fair play di kompetisi Asia. Ronaldo maupun Wising sama-sama mengapresiasi langkah AFC dalam menjaga kredibilitas turnamen.
Ronaldo menegaskan bahwa sepak bola membawa kebahagiaan bagi jutaan orang dan harus dijaga dari praktik pengaturan pertandingan. Sementara Wising menyebut keputusan tegas terhadap Ratchaburi FC sebagai bentuk komitmen menjaga semangat fair play.
Kini perhatian beralih ke babak 8 besar ACL2 2026. Persib Bandung diprediksi akan menjadi salah satu tim paling berbahaya di fase gugur. Dengan motivasi tinggi, dukungan Bobotoh, serta momentum moral yang kuat, Maung Bandung berpeluang melangkah lebih jauh.
Jika skenario mempertemukan Persib dengan Al Nassr atau Gamba Osaka benar-benar terjadi, duel tersebut dipastikan menjadi salah satu laga paling panas musim ini.
AFC diskualifikasi Ratchaburi FC mungkin menjadi awal dari drama besar di Liga Champions Asia 2 2026. Namun satu hal yang pasti, Persib Bandung lolos 8 besar ACL2 2026 kini bukan lagi sekadar kabar gembira bagi Bobotoh, melainkan ancaman nyata bagi para rivalnya di Asia.
Editor : Friesta Cahya Ramadhani