RADAR BLITAR - Persip Bandung berhasil membuat comeback sensasional saat menghadapi Selangor FC, wakil Liga Malaysia, dalam lanjutan turnamen Liga Champions Asia, mengakhiri laga dengan skor 3-0.
Kemenangan ini tidak lepas dari strategi pressing tinggi dan pergerakan tanpa bola yang diterapkan pelatih Boen Hodak, yang sukses memanfaatkan kelemahan sektor tengah dan pertahanan lawan.
Pada awal laga, Persip langsung menekan setiap build-up dari Selangor.
Defensive midfielder Selangor, Line, menjadi fokus utama, dieliminasi oleh pergerakan cerdas pemain Persip sehingga lawan kesulitan membangun permainan dari kaki ke kaki.
Dua center back Selangor kerap melakukan dribble panjang karena tertekan, namun opsi passing mereka terus terganggu, memaksa tim lawan mengandalkan long pass yang mudah dipatahkan Persip.
Formasi Persip Bandung yang digunakan Boen Hodak, 4-2-3-1, terbukti fleksibel.
Uliam Baros yang awalnya di sayap kanan bergerak ke kiri, sementara Berginho menempati sisi kanan, menciptakan dinamika serangan yang sulit diantisipasi Selangor.
Pergerakan underlap dan diagonal dari pemain seperti Eliano dan Tom Hye memperlebar ruang di sektor pertahanan lawan.
Kunci kemenangan terletak pada koordinasi tanpa bola yang cerdas, membuat defensive midfielder Selangor kehilangan posisi dan ruang kosong di lini tengah bisa dimanfaatkan untuk peluang gol.
Babak kedua menjadi saksi momen "miracle" Persip.
Gol pertama tercipta dari bola mati, hasil perebutan bola di udara yang dimaksimalkan Berginho dan diteruskan Andre Yung.
Gol kedua muncul dari agresivitas pressing Persip yang membuat defensive midfielder lawan kehilangan kontrol bola, diselesaikan Berginho.
Sedangkan gol ketiga lahir dari kesalahan kiper Selangor di bawah tekanan Adam Alis, menegaskan efektivitas strategi pressing yang konsisten sejak awal.
Selain itu, fleksibilitas formasi dan rotasi posisi pemain menjadi keunggulan tersendiri.
Julio Cesar dan Patricio Matricardi menjaga stabilitas di lini belakang, sementara Tom Haye dan Gustavo Franca terus memberikan opsi progresi bola ke depan.
Pergerakan cepat, koordinasi antar pemain, dan penguasaan ruang membuat Persip Bandung tampil dominan meski sempat tertinggal.
Boen Hodak kembali membuktikan kepiawaiannya sebagai taktisi, dengan memanfaatkan kelemahan lawan secara optimal.
Pergantian pemain seperti masuknya Adam Alis dan peningkatan intensitas pressing menambah daya gedor serangan Persip.
Selangor yang mencoba menyesuaikan permainan tetap kesulitan membangun serangan karena tekanan konstan di sektor tengah dan sayap.
Kemenangan ini menegaskan bahwa Persip Bandung bukan hanya mengandalkan skill individu, tetapi juga strategi kolektif yang matang.
Dengan performa impresif ini, peluang Persip untuk meraih gelar di Liga Champions Asia semakin terbuka lebar, sambil memperlihatkan kualitas permainan atraktif yang memanjakan penggemar sepak bola tanah air.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina