Isu laga ulang Persib vs Ratchaburi itu semakin liar setelah muncul pernyataan jujur dari pelatih Ratchaburi FC, Worrawoot Srimaka, yang mengakui timnya tampil di bawah standar saat leg kedua di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Di tengah polemik laga ulang Persib vs Ratchaburi, Maung Bandung justru mengalihkan fokus penuh ke kompetisi domestik. Striker anyar mereka, Sergio Castel, menegaskan target utamanya kini adalah membawa Persib meraih gelar Liga 1 atau Super League musim ini.
Menang 1-0, Tapi Gugur Agregat
Pada leg kedua babak 16 besar ACL2 2025-2026, Persib sukses menundukkan Ratchaburi FC dengan skor tipis 1-0 di GBLA. Atmosfer stadion yang dipadati ribuan Bobotoh menjadi suntikan moral luar biasa bagi skuad asuhan Bojan Hodak.
Namun kemenangan tersebut tak cukup. Pada leg pertama di Thailand, Persib takluk 0-3 sehingga kalah agregat 1-3. Ratchaburi pun berhak melaju ke perempat final.
Meski tersingkir, performa Persib di leg kedua menuai pujian. Worrawoot Srimaka secara terbuka mengakui anak asuhnya kesulitan mengimbangi intensitas permainan tuan rumah. Ia menyebut jadwal padat sebagai faktor utama menurunnya performa timnya.
“Kami baru bertanding tiga sampai empat hari sebelum terbang ke Bandung. Secara fisik pemain tidak berada di level ideal,” ungkapnya.
Pengakuan itu memantik spekulasi di kalangan suporter bahwa Persib sejatinya sangat dominan dan berpeluang menang lebih besar andai defisit gol di leg pertama tak terlalu lebar.
Benarkah Ada Tuntutan Laga Ulang?
Rumor laga ulang Persib vs Ratchaburi berkembang di media sosial. Sejumlah Bobotoh menilai ada keputusan wasit yang merugikan timnya pada laga tersebut.
Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari AFC terkait adanya permintaan laga ulang. Secara regulasi, pertandingan yang telah disahkan sangat jarang dianulir kecuali terdapat pelanggaran berat atau skandal integritas.
Faktor kelelahan yang diungkap pelatih Ratchaburi lebih mengarah pada problem manajemen jadwal dan recovery time. Tim Thailand itu disebut hanya memiliki waktu kurang dari 72 jam untuk pemulihan sebelum bertolak ke Indonesia.
Dengan demikian, isu laga ulang Persib vs Ratchaburi lebih banyak dipicu emosi dan kekecewaan suporter ketimbang fakta regulasi.
Sergio Castel Kunci Fokus Juara Liga
Di tengah polemik tersebut, Sergio Castel justru menunjukkan mentalitas berbeda. Pemain asal Spanyol itu mengaku terpukau dengan atmosfer GBLA dan menegaskan kegagalan di Asia adalah masa lalu.
“Atmosfernya luar biasa. Saya sudah tahu magisnya stadion ini,” ujarnya.
Castel menegaskan kini fokusnya 100 persen untuk menyapu bersih sisa laga domestik. Tertutupnya pintu ACL2 justru membuat Persib memiliki energi penuh untuk memburu gelar liga.
Kehadiran Castel diyakini menjadi pembeda di lini depan. Meski sempat mengalami adaptasi berat akibat perjalanan panjang dari Eropa dan jadwal padat, kondisinya kini disebut semakin prima. Ia bahkan sudah menetap di Bandung demi kenyamanan dan konsentrasi penuh mencetak gol.
Ambisi juara Persib tentu menjadi alarm bagi rival, termasuk Persija Jakarta yang masih berupaya menjaga konsistensi di papan atas klasemen.
Evaluasi Pemain Asing dan Tekanan Suporter
Selain isu laga ulang, perhatian publik juga tertuju pada kartu merah striker asing William Barros dalam laga krusial tersebut. Aksi tekel kerasnya dinilai merugikan tim karena Persib harus bermain dengan 10 orang di momen penting.
Tagar #BarrosOut sempat menggema di media sosial. Sebagian suporter menilai manajemen perlu melakukan evaluasi komposisi pemain asing, terutama jika ingin kembali bersaing di level Asia musim 2026-2027.
Manajemen kini dihadapkan pada dilema antara merespons tuntutan emosional suporter atau melakukan evaluasi teknis yang lebih rasional.
Fokus ke Depan
Terlepas dari kegagalan di ACL2 dan ramainya isu laga ulang Persib vs Ratchaburi, satu hal yang pasti: Maung Bandung telah membuktikan mampu bersaing dengan tim Asia.
Kemenangan 1-0 atas wakil Thailand itu menjadi sinyal bahwa kualitas permainan Persib berada di jalur yang tepat. Konsistensi di laga tandang dan kedalaman skuad menjadi pekerjaan rumah utama.
Kini, dengan fokus penuh ke liga domestik dan motivasi tinggi dari Sergio Castel, peluang Persib untuk kembali merengkuh trofi terbuka lebar. Rival-rival mereka wajib waspada.
Editor : Izahra Nurrafidah