Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ambisi Pelatih Baru Persija Jakarta: Target Juara Liga 1 2025/2026, Siap Hadapi Tekanan The Jak Mania!

Izahra Nurrafidah • Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:45 WIB

Ambisi Pelatih Baru Persija Jakarta: Target Juara Liga 1 2025/2026, Siap Hadapi Tekanan The Jak Mania!
Ambisi Pelatih Baru Persija Jakarta: Target Juara Liga 1 2025/2026, Siap Hadapi Tekanan The Jak Mania!

BLITAR - Pelatih baru Persija Jakarta langsung memasang target tinggi jelang bergulirnya Liga 1 2025/2026. Dalam wawancara perdananya, pelatih asal Brasil yang akrab disapa Coach Maza itu menegaskan ambisinya membawa Persija Jakarta kembali meraih gelar juara yang sudah lama dinantikan.

Sejak awal menerima tawaran, ia mengaku memahami betul besarnya nama Persija Jakarta sebagai salah satu klub paling tradisional dan bersejarah di Indonesia. Menurutnya, melatih tim sebesar Persija bukan sekadar pekerjaan, tetapi tanggung jawab besar untuk menghadirkan prestasi.

“Klub sebesar Persija harus selalu berpikir soal gelar. Kami datang dengan keyakinan bisa membawa kebahagiaan itu kembali,” tegasnya.

Target juara Persija Jakarta bukan sekadar slogan. Ia menyadari Liga 1 adalah kompetisi yang sangat kompetitif dan penuh tekanan. Banyak klub melakukan investasi besar dan memiliki ambisi serupa. Namun, baginya, tekanan adalah bagian tak terpisahkan dari profesi pelatih.

Bangun Tim Konsisten dan Mental Juara

Musim lalu, performa Persija dinilai belum cukup stabil untuk bersaing di papan atas hingga akhir kompetisi. Karena itu, konsistensi menjadi kata kunci yang terus ia gaungkan.

Ia ingin membangun tim yang reguler dalam meraih poin, bukan hanya tampil bagus di beberapa laga saja. Dalam kompetisi penuh seperti Liga 1, tim paling stabil biasanya keluar sebagai juara.

“Persija selalu masuk sebagai favorit. Tapi favorit harus dibuktikan sepanjang musim,” ujarnya.

Langkah pertama yang akan dilakukan adalah meyakinkan pemain tentang besarnya tanggung jawab mengenakan jersey Persija. Ia ingin seluruh skuad merasa sebagai kandidat juara sejak hari pertama latihan.

Latihan perdana dijadwalkan pada 28 Juni. Fokus awal adalah pemulihan dan adaptasi fisik setelah masa libur panjang. Setelah kondisi fisik optimal, barulah program taktik, teknik, dan penguatan mental akan diberikan secara bertahap.

Gaya Bermain: Dominan dan Agresif

Soal filosofi permainan, pelatih baru Persija Jakarta ini menekankan pentingnya penguasaan bola yang agresif. Ia ingin timnya mendominasi pertandingan, bukan sekadar menguasai bola tanpa arah.

Baginya, penguasaan bola harus berujung pada ancaman nyata ke gawang lawan. Ia menuntut tim tampil seimbang: kuat dalam menyerang sekaligus solid dalam bertahan.

“Saya ingin tim yang punya kontrol permainan, membangun serangan secara terorganisir, dan tetap agresif,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan. Menurutnya, untuk menjadi juara, tim harus mampu menyerang dengan efektif dan bertahan dengan disiplin.

Seleksi Pemain dan Peran Pemain Muda

Saat ini, skuad Persija Jakarta masih dalam tahap pembentukan. Beberapa posisi masih membutuhkan tambahan pemain. Dalam proses rekrutmen, ia menegaskan tidak ingin gegabah.

Kriteria utama yang ia cari adalah pemain dengan tanggung jawab, komitmen tinggi, dan karakter kuat. Mentalitas menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan.

“Kami tidak boleh salah dalam perekrutan. Semua harus sesuai profil yang dibutuhkan,” katanya.

Ia juga memberi perhatian besar pada pemain muda. Persija dikenal sebagai klub yang kerap melahirkan talenta hingga level tim nasional. Ia berharap tradisi itu berlanjut.

Menurutnya, pemain muda memiliki rasa lapar dan ambisi besar untuk berkembang. Namun, ia juga memastikan kedalaman skuad harus kuat agar tidak terganggu saat pemain dipanggil membela tim nasional.

Hadapi Tekanan The Jak Mania

Salah satu tantangan terbesar melatih Persija Jakarta adalah tekanan dari suporter fanatik, The Jak Mania. Dengan jumlah besar dan loyalitas tinggi, ekspektasi mereka terhadap gelar juara sangat tinggi.

Namun, sang pelatih mengaku sudah terbiasa dengan tekanan besar selama berkarier di Brasil maupun Indonesia. Ia justru berharap dukungan penuh dari supoter menjadi energi tambahan bagi tim.

“Lebih mudah bermain dengan mereka di belakang kami daripada melawan kami,” ungkapnya.

Ia meminta The Jak Mania memberikan dukungan penuh selama 90 menit pertandingan, terlepas dari situasi di lapangan. Evaluasi, menurutnya, bisa dilakukan setelah laga usai.

Optimistis Kembali Juara

Persija memang sudah beberapa musim puasa gelar. Situasi ini menjadi motivasi tambahan bagi sang pelatih. Ia mengaku realistis melihat ketatnya persaingan, tetapi tetap optimistis.

Keputusan kembali ke Indonesia disebutnya bukan tanpa alasan. Ia menilai Persija memiliki potensi besar untuk kembali bersaing di jalur juara.

“Saya datang untuk menjadi juara. Itu tujuan utama kami,” tegasnya.

Kini, publik ibu kota menanti gebrakan nyata dari pelatih baru Persija Jakarta tersebut. Akankah musim 2025/2026 menjadi momentum kebangkitan Macan Kemayoran? Jawabannya akan ditentukan sepanjang perjalanan kompetisi nanti.

Editor : Izahra Nurrafidah
#Liga 1 2025/2026 #target juara #persija jakarta #pelatih baru persija #the jak mania