Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Drama Transfer Ramadan Sananta Batal, Persebaya Surabaya Gigit Jari di Tengah Krisis Striker

Izahra Nurrafidah • Sabtu, 21 Februari 2026 | 16:05 WIB

Drama Transfer Ramadan Sananta Batal, Persebaya Surabaya Gigit Jari di Tengah Krisis Striker
Drama Transfer Ramadan Sananta Batal, Persebaya Surabaya Gigit Jari di Tengah Krisis Striker
BLITAR - Harapan Persebaya Surabaya untuk menuntaskan krisis striker mendadak pupus setelah target transfer mereka, Ramadan Sananta, memilih tetap berkarier abroad bersama DPMM FC. Keputusan mengejutkan ini membuat para Bonek hanya bisa menelan kekecewaan, sekaligus menegaskan bahwa efek strategi pelatih Bernardo Tavares belum bisa menghadirkan solusi instan di lini depan Bajul Ijo.

Saga transfer yang sempat jadi sorotan ini awalnya tampak menjanjikan. Persebaya Surabaya berpeluang meminang striker muda timnas Indonesia yang tengah bersinar di Brunei Darussalam. Kontrak Sananta bersama DPMM FC hanya tersisa hingga 30 Juni 2026, sehingga peluang negosiasi dinilai fleksibel, mulai dari peminjaman hingga kemungkinan permanen. Dengan nilai pasar mencapai Rp78 miliar, Sananta diyakini mampu menjawab tumpulnya lini depan Persebaya.

Namun, realita berkata lain. Indikasi kegagalan muncul saat Sananta memutuskan fokus membela klubnya saat ini. Hal ini dikonfirmasi oleh akun fanbase Persebaya, @Mbahboyochup, pada Selasa, 10 Februari 2026. "Saya ingin tetap bersama DPMM FC," ujar sumber dekat pemain. Pilihan ini jelas menjadi pukulan telak bagi Persebaya, yang tengah menghadapi performa lini depan yang belum optimal dalam beberapa laga terakhir.

Krisis Striker Persebaya: Tantangan yang Belum Terpecahkan

Sejak laga melawan BU FC pekan lalu, Bajul Ijo kesulitan menambah daya gedor. Peluang emas untuk memperkuat lini depan lenyap, dan Bonek harus bersabar melihat rencana besar klub buyar di tengah jalan. Keputusan Sananta untuk bertahan abroad menegaskan bahwa strategi yang mengandalkan kedekatannya dengan Bernardo Tavares—yang pernah bekerja sama di PSM Makassar—tidak lagi bisa diandalkan.

Meski begitu, Persebaya Surabaya tetap optimistis menatap lanjutan Super League 2025-2026. Dalam beberapa laga terakhir, tim asuhan Tavares ini berhasil mempertahankan tren positif. Persebaya belum terkalahkan sejak pertengahan Oktober 2025, menempati posisi kelima klasemen sementara dengan raihan 35 poin dari 20 pertandingan: 9 kemenangan, 8 imbang, dan 3 kekalahan.

Peluncuran Jersey Tema Imlek: Semangat Baru Persebaya

Selain drama transfer, Persebaya kembali mencuri perhatian dengan peluncuran jersey keempat bertema Imlek. Jersey ini dirancang khusus untuk Super League 2025-2026, memadukan warna merah dan hijau dengan desain modern, simbol optimisme, dan identitas klub. Seragam anyar ini akan debut saat menghadapi Bayangkara Presisi Lampung FC pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Respon Bonek terhadap jersey baru ini positif, menegaskan bahwa Persebaya tidak hanya berfokus pada hasil pertandingan, tetapi juga memperkuat identitas visual dan semangat budaya. Menurut pengumuman resmi klub, peluncuran jersey ini menjadi simbol harapan agar Persebaya kembali menapak jalan kejayaan di Liga Indonesia.

Bernardo Tavares Dinobatkan Pelatih Terbaik

Momentum positif Persebaya makin lengkap setelah Bernardo Tavares dinobatkan sebagai pelatih terbaik pekan ke-20 Super League 2025-2026. Prestasi ini diraih berkat kemenangan penting 1-3 atas Bali United di Stadion Kapten Iwayandipta pada 7 Februari 2026. Meski kehilangan beberapa pemain utama, Tavares berhasil menjaga mental tim tetap solid.

Menurut Tavares, kunci kemenangan adalah disiplin dan mental kuat para pemain. Gol Mihail Perovic menjadi titik balik laga yang menegaskan kedewasaan permainan Bajul Ijo. Penghargaan pelatih terbaik ini membuat Bonek semakin percaya diri dan menunjukkan bahwa Persebaya Surabaya siap bersaing di papan atas hingga akhir musim.

Dengan kombinasi strategi matang Tavares, tren positif tim, dan simbol semangat baru melalui jersey Imlek, Persebaya Surabaya optimistis menghadapi sisa musim. Meski gagal mendatangkan Ramadan Sananta, klub tetap memancarkan aura optimisme untuk meraih prestasi lebih tinggi di Super League 2025-2026.

Editor : Izahra Nurrafidah
#krisis striker #ramadan sananta #Bernardo Tavares #persebaya surabaya