BLITAR - Michael Carrick perlahan mengubah wajah Manchester United. Kemenangan dramatis 3-2 atas Fulham di Old Trafford menjadi bukti nyata bagaimana sentuhan sederhana Carrick mampu menghidupkan kembali performa Setan Merah di tengah musim yang penuh gejolak.
Dalam laga tersebut, Manchester United sempat unggul dua gol dan terlihat mengendalikan permainan. Namun situasi berubah drastis ketika Fulham mampu menyamakan kedudukan di menit-menit akhir. Di saat tekanan memuncak, skuad asuhan Michael Carrick menunjukkan mentalitas pantang menyerah hingga akhirnya mencetak gol kemenangan di masa injury time.
Hasil ini memperpanjang tren positif Manchester United di bawah komando Carrick. Dalam tiga pertandingan sejak mengambil alih tim hingga akhir musim, United sukses menumbangkan Manchester City, Arsenal, dan Fulham. Rentetan kemenangan ini membuat Manchester United kembali masuk dalam persaingan menuju zona Liga Champions—sesuatu yang sebelumnya terasa sulit diwujudkan.
Baca Juga: Wabup Blitar Beky : Infrastruktur Jalan Masih Jadi Fokus Utama Pemkab Blitar Tahun Ini
Kesederhanaan Taktik Jadi Kunci
Perubahan paling mencolok dari era Michael Carrick adalah pendekatan taktik yang lebih sederhana dan jelas. Jika sebelumnya United kerap tampil dengan sistem tiga bek yang kompleks, kini Carrick kembali ke formasi empat bek yang lebih familiar.
Duet Casemiro dan Kobbie Mainoo dipercaya mengisi lini tengah. Mainoo bahkan tampil menonjol setelah sebelumnya jarang mendapat kesempatan sebagai starter di liga musim ini. Perannya sebagai gelandang bertahan memberi kebebasan bagi Bruno Fernandes untuk kembali beroperasi sebagai nomor 10—posisi terbaiknya.
Di lini depan, kembalinya beberapa pemain dari agenda internasional membuat opsi serangan semakin variatif. Carrick juga menunjukkan keberanian dalam pergantian pemain. Ia tak ragu mengganti penyerang dengan penyerang demi menjaga intensitas serangan, sesuatu yang jarang terlihat sebelumnya.
Pendekatan ini dinilai menghapus kebingungan taktik yang sempat menghantui Manchester United. Kini, setiap pemain memiliki peran yang jelas, sehingga permainan terlihat lebih mengalir dan penuh percaya diri.
Mason Mount Absen, Tottenham Jadi Target Comeback
Di tengah euforia kemenangan, publik sempat bertanya-tanya mengenai absennya Mason Mount. Playmaker asal Inggris itu tidak masuk dalam skuad saat menghadapi Fulham.
Michael Carrick mengonfirmasi bahwa Mount mengalami benturan saat sesi latihan. Namun ia memastikan cedera tersebut tidak serius dan sang pemain berpotensi kembali saat Manchester United menjamu Tottenham pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Baca Juga: Dispendik Kota Blitar Siap Manfaatkan Dua Sumber Dana dari BOSP dan APBD untuk Rehabilitas Sekolah
Carrick mengaku kecewa tak bisa memainkan Mount di laga penting tersebut. Ia menilai Mount memiliki peran krusial dalam skema permainan tim. Meski demikian, proses pemulihan disebut berjalan cepat dan sang gelandang diyakini segera comeback.
Benjamin Sesko Jadi Pahlawan
Sosok lain yang mencuri perhatian adalah Benjamin Sesko. Striker muda itu masuk sebagai pemain pengganti dan sukses mencetak gol kemenangan di masa injury time.
Legenda sepak bola Inggris, Michael Owen, menilai gol tersebut bisa menjadi titik balik karier Sesko di Manchester United. Menurutnya, posisi striker di United selalu berada di bawah sorotan besar, apalagi dengan label harga mahal yang melekat.
Gol indah Sesko—berawal dari kontrol apik sebelum melepaskan tembakan melengkung ke tiang jauh—membuktikan kualitasnya. Owen berharap momen tersebut meningkatkan kepercayaan diri sang striker hingga akhir musim.
MU Incar Cole Palmer, Siap Pecahkan Rekor?
Di luar lapangan, Manchester United juga dirumorkan mengincar bintang Chelsea, Cole Palmer. Playmaker muda itu disebut sebagai kandidat penerus Bruno Fernandes yang dikabarkan diminati klub Arab Saudi.
Namun untuk memboyong Palmer, MU harus siap merogoh kocek sangat dalam. Laporan dari Inggris menyebut Chelsea memasang banderol sekitar 150 juta poundsterling. Angka tersebut berpotensi memecahkan rekor transfer termahal Premier League.
Chelsea diyakini sengaja memasang harga tinggi untuk mencegah klub lain, termasuk Manchester United, membajak pemain andalannya. Palmer dianggap sebagai wajah baru The Blues berkat kontribusi gol dan assist yang konsisten.
Jika transfer ini benar terjadi, maka itu akan menjadi pernyataan besar dari Manchester United di era baru Michael Carrick.
Kini, dengan performa yang mulai stabil, peluang Liga Champions kembali terbuka. Sentuhan sederhana Carrick tampaknya menjadi fondasi baru bagi kebangkitan Manchester United di musim ini.
Editor : Axsha Zazhika