Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Manchester United vs Tottenham: Analisis Taktik Carrick, Kartu Merah Romero Jadi Titik Balik Kemenangan 2-0 MU

Axsha Zazhika • Sabtu, 21 Februari 2026 | 17:55 WIB

 

Manchester United vs Tottenham: Analisis Taktik Carrick, Kartu Merah Romero Jadi Titik Balik Kemenangan 2-0 MU
Manchester United vs Tottenham: Analisis Taktik Carrick, Kartu Merah Romero Jadi Titik Balik Kemenangan 2-0 MU

BLITAR - Laga Manchester United vs Tottenham Hotspur di pekan ke-25 Premier League menghadirkan kemenangan meyakinkan bagi tuan rumah. Dalam duel Manchester United vs Tottenham tersebut, Setan Merah menang 2-0 dan memperpanjang tren positif di bawah arahan Michael Carrick.

Kemenangan Manchester United vs Tottenham ini terasa spesial karena menjadi kemenangan keempat beruntun MU di liga. Hasil tersebut membuat Manchester United semakin kokoh di papan atas klasemen dan membuka peluang besar kembali ke zona Liga Champions.

Dalam pertandingan Manchester United vs Tottenham di Old Trafford, kartu merah Cristian Romero menjadi momen krusial yang mengubah arah permainan. Namun sebelum insiden itu terjadi, Spurs sejatinya sempat merepotkan lini belakang MU lewat skema transisi cepat.

Baca Juga: Wabup Blitar Beky : Infrastruktur Jalan Masih Jadi Fokus Utama Pemkab Blitar Tahun Ini

Formasi dan Strategi Awal

Michael Carrick kembali mempertahankan formasi 4-2-3-1 seperti saat menghadapi Fulham. Lini serang diisi Ahmad di kanan, Bruno Fernandes sebagai nomor 10, Cunha yang bergerak fleksibel, serta Bumo sebagai ujung tombak.

Sementara itu, Tottenham yang ditangani Thomas Frank tampil dengan formasi 4-3-2-1. Duet Cristian Romero dan Van de Ven menjaga jantung pertahanan. Di lini tengah ada Gallagher, Palhinha, dan Pape Sarr. Dominic Solanke menjadi ujung tombak yang disokong Xavi Simons dan Odobert.

MU membangun serangan dengan skema tiga bek saat build-up. Secara struktur, bentuk permainan berubah menjadi 3-2-5 ketika menguasai bola. Lini depan tampil cair dengan rotasi posisi yang dinamis. Cunha kerap berpindah sisi, Bruno turun lebih dalam, dan Bumo melebar untuk membuka ruang.

Baca Juga: Kedai Pizza Ternama Bakal Segera Buka Lapak di Kota Blitar, Lokasinya Ada di Sini

Rotasi Cair dan Umpan Diagonal

Ciri khas Manchester United era Carrick terlihat jelas: rotasi antarpemain depan yang fleksibel. Bruno, Cunha, Bumo, dan Ahmad terus bertukar posisi demi membongkar pertahanan Spurs.

Strategi ini bertujuan menarik dua bek tengah Tottenham agar naik meninggalkan posisinya. Ketika Romero dan Van de Ven terpancing keluar, ruang di sisi sayap pun terbuka. Celah inilah yang coba dieksploitasi MU.

Tottenham sempat tampil agresif di awal laga dengan high press. Beberapa peluang lahir dari transisi cepat, termasuk saat Xavi Simons mendapat ruang tembak. Namun pertahanan MU cukup sigap menutup ruang di kotak penalti.

Baca Juga: Dispendik Kota Blitar Siap Manfaatkan Dua Sumber Dana dari BOSP dan APBD untuk Rehabilitas Sekolah

Momen penting terjadi ketika Romero terpancing keluar untuk menghentikan pergerakan Cunha. Dalam upaya merebut bola kembali, ia melakukan tekel keras terhadap Casemiro. Wasit tanpa ragu mengganjarnya kartu merah.

Spurs Bertahan, MU Ubah Pola

Kehilangan Romero membuat Thomas Frank mengubah pendekatan. Spurs beralih ke formasi 4-4-1 dan bermain lebih defensif. Mereka mencoba memperlambat tempo dan mempersempit ruang di sisi sayap.

Carrick merespons dengan memainkan umpan-umpan diagonal dan membentuk pola serangan menyerupai huruf V. Alih-alih menyerang lurus, MU memanfaatkan celah antar lini pertahanan Spurs.

Gol pertama lahir dari situasi bola mati yang dirancang rapi. Harry Maguire menarik perhatian bek lawan ke tiang jauh, sementara Casemiro menahan pergerakan pemain Spurs. Dalam kekacauan itu, Mainoo lolos tanpa kawalan dan mengirim bola ke Bumo yang berdiri bebas. Sepakan tenangnya menaklukkan Vicario.

Peran Kobbie Mainoo patut mendapat sorotan. Gelandang muda itu beberapa kali menjadi inisiator serangan. Pergerakannya tanpa bola membuka ruang dan memancing pemain lawan keluar dari posisinya.

Gol kedua tercipta dari skema terbuka. Mainoo kembali memegang peran penting sebelum Dalot melepaskan umpan silang. Bruno Fernandes yang masuk dari sisi kiri sukses menyambar bola dan memastikan kemenangan 2-0.

Baca Juga: Imlek 2026 Tahun Kuda Api, Fenomena Double Fire 60 Tahun Sekali: Simbol Keberanian atau Risiko Keputusan Impulsif?

Rekor Carrick dan Posisi Klasemen

Kemenangan atas Tottenham membuat Carrick mencatat empat kemenangan beruntun di Premier League. Ia menjadi pelatih pertama MU yang meraih catatan tersebut sejak era Erik ten Hag pada 2022.

Kini Manchester United berada di posisi keempat klasemen sementara dengan 45 poin dari 26 pertandingan. Mereka unggul tipis atas pesaing di bawahnya dan terus menjaga asa tampil di Liga Champions musim depan.

Selanjutnya, MU akan bertandang ke markas West Ham di London Stadium. Dengan tren positif yang tengah terjaga, bukan tidak mungkin rekor kemenangan beruntun Carrick akan bertambah.

Laga Manchester United vs Tottenham kali ini menjadi bukti bahwa pendekatan taktik fleksibel dan rotasi cair lini depan mampu menjadi senjata ampuh. Jika konsistensi terjaga, MU berpeluang besar menutup musim dengan hasil yang lebih gemilang.

Editor : Axsha Zazhika
#bruno fernandes #manchester united vs tottenham #premier league #michael carrick #Cristian Romero