Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Taktik 3-2-5 Michael Carrick Bikin Spurs Tak Berkutik, Manchester United Menang 2-0 dengan Skema Gol Set Piece Mematikan

Axsha Zazhika • Sabtu, 21 Februari 2026 | 18:10 WIB

 

Taktik 3-2-5 Michael Carrick Bikin Spurs Tak Berkutik, Manchester United Menang 2-0 dengan Skema Gol Set Piece Mematikan
Taktik 3-2-5 Michael Carrick Bikin Spurs Tak Berkutik, Manchester United Menang 2-0 dengan Skema Gol Set Piece Mematikan

BLITAR - Taktik 3-2-5 Michael Carrick kembali jadi sorotan setelah Manchester United menang 2-0 atas Tottenham Hotspur dalam lanjutan Liga Inggris. Skema menyerang yang fleksibel dan dinamis membuat Spurs kesulitan membaca arah permainan Setan Merah.

Kemenangan Manchester United atas Spurs ini tak hanya soal skor akhir, tetapi juga tentang bagaimana taktik 3-2-5 Michael Carrick dijalankan dengan disiplin dan kreativitas tinggi. Formasi dasar 4-2-3-1 yang dipasang di atas kertas berubah menjadi struktur menyerang 3-2-5 saat menguasai bola.

Sejak menit awal, Manchester United menunjukkan identitas permainan yang jelas. Taktik 3-2-5 Michael Carrick membuat lima pemain langsung mengisi lini depan, sementara tiga bek dan dua gelandang menjaga keseimbangan di belakang.

Baca Juga: Wabup Blitar Beky : Infrastruktur Jalan Masih Jadi Fokus Utama Pemkab Blitar Tahun Ini

Transformasi Formasi Jadi 3-2-5

Di atas kertas, United bermain dengan pola 4-2-3-1. Lisandro Martinez, Harry Maguire, dan Diogo Dalot menjadi tiga pemain yang membangun serangan dari belakang. Casemiro dan Mainoo berperan sebagai double pivot.

Saat memasuki fase menyerang, Luke Shaw menjaga lebar di sisi kiri, sementara Amad Diallo mengisi sisi kanan. Bruno Fernandes, Kunia, dan Beomo bergerak sangat dinamis di half space maupun area sentral.

Yang membedakan laga ini dibanding pertandingan sebelumnya adalah permutasi posisi yang lebih cair. Beomo tak statis sebagai penyerang tengah. Ia kerap bertukar posisi dengan Bruno maupun Kunia. Pergerakan tanpa bola inilah yang membuat lini belakang Spurs kerap renggang.

Spurs sendiri mencoba merespons dengan mengubah struktur bertahan menjadi 5-2-3 atau 5-4-1. Namun, lima bek yang dipasang justru sering terpancing naik akibat distribusi bola dari Martinez dan Dalot.

Peran Kunci Lisandro Martinez dan Casemiro

Salah satu kunci taktik 3-2-5 Michael Carrick adalah sirkulasi bola dari lini belakang. Lisandro Martinez beberapa kali melakukan build-up pendek lalu memancing pressing Spurs sebelum mengalirkan bola ke sisi berlawanan.

Ketika bola dialirkan ke Dalot, pemain Spurs terdorong naik. Situasi itu membuka ruang di belakang fullback. Celah tersebut dimanfaatkan oleh Bruno Fernandes atau Amad Diallo melalui pergerakan diagonal.

Baca Juga: Weton Pahing Saat Bulan Puasa: 4 Pantangan Penting Menurut Primbon Jawa, Nomor 4 Paling Sering Dilanggar!

Casemiro juga berperan vital lewat umpan-umpan vertikal dan diagonal. Ia beberapa kali mengirim passing terobosan yang memecah blok pertahanan Spurs. Meski tak semua peluang berbuah gol, pola serangan United terlihat terstruktur dan terencana.

Spurs Kehilangan Kendali Usai Kartu Merah

Petaka bagi Spurs datang saat Cristian Romero diganjar kartu merah akibat pelanggaran keras. Bermain dengan 10 orang membuat struktur bertahan mereka semakin tertekan.

Spurs yang sebelumnya mencoba menyeimbangkan permainan dengan lima bek akhirnya lebih pasif dan mengandalkan serangan balik. Namun, dominasi penguasaan bola sepenuhnya beralih ke Manchester United.

Situasi ini dimanfaatkan Carrick untuk meningkatkan intensitas serangan. United lebih leluasa memainkan bola di area sepertiga akhir lapangan.

Gol Set Piece yang Terencana

Gol pertama Manchester United lahir dari skema bola mati yang sudah dirancang matang. Pergerakan tanpa bola Amad Diallo lebih dulu menarik penjagaan pemain Spurs.

Beberapa pemain United kemudian menekan area kotak penalti, menciptakan kepadatan yang mengganggu konsentrasi lini belakang lawan. Mainoo yang berada di sekitar lingkar kiper lolos dari penjagaan.

Bruno Fernandes mengirim umpan terukur yang kemudian diselesaikan dengan rapi oleh Beomo. Eksekusi cepat dan minim sentuhan menunjukkan latihan yang matang di sesi training.

Skema ini bukan hal baru di sepak bola modern. Pola serupa pernah digunakan sejumlah klub top Eropa. Namun, keberhasilan eksekusi tetap bergantung pada disiplin dan timing pemain di lapangan.

Gol kedua tercipta melalui early cross yang kembali memperlihatkan efektivitas serangan sayap United. Bruno Fernandes memanfaatkan kelengahan lini belakang Spurs untuk memastikan kemenangan 2-0.

Baca Juga: Permintaan Tinggi, Stok Elpiji 3 Kilogram Menipis, Pangkalan: Kuota Pengiriman Tetap Stabil

Identitas Baru di Era Carrick

Selepas laga, Carrick mengakui peran staf analis dalam menyusun strategi. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan tetap ditentukan oleh eksekusi pemain.

Kemenangan ini menegaskan bahwa Manchester United mulai menemukan identitas baru. Taktik 3-2-5 Michael Carrick menghadirkan fleksibilitas, dinamisme, serta manipulasi ruang yang lebih matang dibanding awal musim.

Pergerakan terstruktur, passing diagonal, serta keberanian mengeksploitasi half space menjadi senjata utama. Jika konsistensi terjaga, bukan tidak mungkin United kembali menjadi penantang serius di papan atas Liga Inggris.

 

Editor : Axsha Zazhika
#bruno fernandes #Taktik Michael Carrick #Analisis Taktik MU #Manchester United vs Spurs #liga inggris