BLITAR - Bukayo Saka jadi pemain bergaji tertinggi di Arsenal setelah resmi menandatangani kontrak baru berdurasi lima tahun. Kesepakatan ini menjadi simbol kepercayaan penuh klub kepada sang bintang asal London Barat.
Bukayo Saka jadi pemain bergaji tertinggi di Arsenal dengan bayaran lebih dari 300 ribu poundsterling per pekan atau sekitar Rp6,7 miliar. Kontrak tersebut mengikat pemain timnas Inggris berusia 24 tahun itu hingga 2031.
Di tengah kabar Bukayo Saka jadi pemain bergaji tertinggi di Arsenal, The Gunners justru terpeleset saat bertandang ke markas Wolverhampton Wanderers. Gol bunuh diri di injury time membuat kemenangan yang sudah di depan mata sirna.
Baca Juga: Wabup Blitar Beky : Infrastruktur Jalan Masih Jadi Fokus Utama Pemkab Blitar Tahun Ini
Kontrak Fantastis untuk Saka
Menurut laporan BBC Sport, kontrak baru ini menempatkan Saka sebagai pemain dengan bayaran tertinggi dalam sejarah klub. Ia melampaui sejumlah nama senior lain di skuad.
Saka merupakan produk asli akademi Arsenal. Bergabung sejak usia tujuh tahun pada 2008, ia menjalani debut tim utama pada 2018 di ajang Liga Europa melawan Vorskla Poltava. Gol perdananya juga lahir di kompetisi yang sama saat menghadapi Eintracht Frankfurt pada 2019.
Dalam delapan musim Premier League, Saka mencatatkan 217 penampilan dengan torehan 57 gol dan 48 assist. Musim ini ia mengemas empat gol dan tiga assist dari 22 pertandingan liga.
Kontribusinya membantu Arsenal menjuarai Piala FA 2020 serta mengantarkannya meraih penghargaan PFA Young Player of the Year 2023. Kontrak baru ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus investasi jangka panjang klub.
Arteta Nikmati Persaingan Empat Kompetisi
Manajer Mikel Arteta menegaskan kepercayaan besarnya terhadap tim yang kini bersaing di empat ajang sekaligus. Arsenal masih memuncaki klasemen Premier League, lolos ke babak 16 besar Liga Champions, melaju ke putaran kelima Piala FA, serta menembus final Carabao Cup.
Arteta menyebut kepercayaan dirinya bukan berdasarkan imajinasi, melainkan dari apa yang ia lihat setiap hari di sesi latihan. Menurutnya, semangat dan kesiapan pemain menjadi modal utama.
“Saya mendapatkan kepercayaan diri dari apa yang saya lihat setiap hari, dari persiapan dan seberapa besar para pemain menginginkannya,” ujar pelatih asal Spanyol itu.
Ia juga menilai kemampuan beradaptasi dari satu kompetisi ke kompetisi lain menjadi kekuatan Arsenal musim ini. Rotasi dan manajemen mental dinilai krusial dalam menjaga konsistensi performa.
Kondisi Hamstring Kai Havertz Jadi Perhatian
Di sisi lain, Arteta harus memutar otak mengelola kondisi Kai Havertz yang mengalami gejala hamstring. Sang pemain sebelumnya tampil baik dan bahkan menyelesaikan laga kontra Sunderland sesuai rencana menit bermain.
Namun setelah pertandingan, Havertz merasakan gejala tertentu. Arteta menegaskan cedera tersebut tidak tergolong sangat serius, tetapi cukup untuk membuat tim medis mengambil langkah hati-hati.
Lonjakan beban fisik disebut sebagai salah satu faktor. Havertz sempat lama tidak bermain reguler sebelum kembali mendapat menit yang intens. Tubuhnya disebut perlu waktu beradaptasi.
Arteta menekankan pentingnya pengelolaan kebugaran agar risiko cedera tidak semakin parah di fase krusial musim.
Baca Juga: 7 Shio Kaya Raya di Tahun 2026, Benarkah Kerbau, Tikus, hingga Babi Bakal Panen Rezeki Besar?
Drama di Molineux: Gol Bunuh Diri Calafiori
Arsenal gagal meraih kemenangan saat menghadapi Wolves di Molineux Stadium. The Gunners sempat unggul cepat melalui gol Bukayo Saka pada menit kelima memanfaatkan umpan matang.
Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum. Di awal babak kedua, Arsenal menggandakan skor pada menit ke-56 dan terlihat mengendalikan permainan.
Namun Wolves merespons cepat lima menit kemudian dan memperkecil kedudukan. Drama terjadi di menit ke-95 ketika gol bunuh diri Riccardo Calafiori memastikan skor akhir 2-2.
Gol tersebut bermula dari kesalahan koordinasi lini belakang saat David Raya berebut bola dengan Gabriel Magalhaes. Situasi itu dimanfaatkan Wolves yang memaksa hasil imbang.
Meski tetap memuncaki klasemen dengan 58 poin, jarak Arsenal dengan Manchester City kini hanya lima angka. City masih menyimpan satu pertandingan dan berpotensi memangkas selisih.
Hasil ini menjadi pengingat bahwa persaingan gelar Premier League masih panjang. Di tengah euforia Bukayo Saka jadi pemain bergaji tertinggi di Arsenal, skuad Arteta dituntut tetap fokus menjaga konsistensi.
Editor : Axsha Zazhika