BLITAR - Mikel Arteta ubah peran Bukayo Saka jadi gelandang nomor 8 dan hasilnya langsung mencuri perhatian publik Emirates. Eksperimen taktik tersebut berbuah manis saat Arsenal menghajar Wigan Athletic 4-0 di putaran keempat Piala FA.
Keputusan Mikel Arteta ubah peran Bukayo Saka bukan sekadar coba-coba. Saka yang biasanya bermain sebagai winger kanan, kini ditempatkan lebih sentral sebagai gelandang nomor 8. Perubahan ini membuat lini serang The Gunners tampil lebih cair dan agresif.
Di tengah keberhasilan Mikel Arteta ubah peran Bukayo Saka, Arsenal juga masih dibayangi badai cedera serta isu masa depan Martin Odegaard. Pekan ini disebut-sebut menjadi titik penting dalam perburuan gelar Premier League.
Saka Lebih Sentral, Arsenal Meledak
Dalam laga kontra Wigan, Arsenal sudah unggul 4-0 dalam waktu kurang dari 30 menit. Gol-gol dicetak oleh Noni Madueke, Gabriel Martinelli, Gabriel Jesus, serta satu gol bunuh diri Jack Hunt.
Arteta mengakui ide memainkan Saka di posisi lebih sentral sudah lama ia pertimbangkan. Menurutnya, peran baru tersebut memberi dimensi berbeda dalam serangan Arsenal.
“Dia bermain lebih sentral, lebih dekat ke gawang dan itu membuat lawan lebih sulit menentukan penjagaan,” ujar Arteta.
Dari posisi gelandang nomor 8, Saka dinilai lebih bebas bergerak, bisa bertukar posisi dengan pemain sayap, serta menemukan ruang di antara lini pertahanan lawan. Kedekatannya dengan kotak penalti membuat ancaman semakin nyata.
Eksperimen ini membuka peluang Saka lebih sering dimainkan di posisi tersebut pada laga-laga berikutnya, terutama saat Arsenal menghadapi lawan dengan blok pertahanan rendah.
Ben White Beri Kabar Lega
Di sisi lain, Arsenal sempat dikejutkan dengan cedera Ben White. Bek kanan itu terjatuh 10 menit sebelum laga berakhir dan harus ditarik keluar.
White digantikan oleh Martin Zubimendi. Namun, tak lama setelah pertandingan, ia memastikan kondisinya tidak serius.
“Tidak ada cedera,” tulis White melalui media sosialnya.
Kabar tersebut menjadi angin segar bagi Arteta. Mengingat dalam beberapa pekan terakhir, Arsenal dilanda cedera di berbagai lini.
Arteta Khawatir Kedalaman Skuad
Arteta mengakui kekhawatirannya terhadap badai cedera yang silih berganti. Mulai dari lini depan, lini belakang, hingga kini gelandang mengalami masalah kebugaran.
“Kami membutuhkan beberapa pemain kembali dan dalam kondisi bugar, bukan hanya untuk menambah jumlah, tetapi juga memberi opsi berbeda,” kata Arteta.
Arsenal saat ini memimpin klasemen Premier League dengan 57 poin dari 26 laga. Mereka juga sudah menembus babak 16 besar Liga Champions dan akan tampil di final Carabao Cup melawan Manchester City.
Padatnya jadwal membuat manajemen fisik pemain menjadi krusial dalam menjaga konsistensi performa.
Baca Juga: Permintaan Tinggi, Stok Elpiji 3 Kilogram Menipis, Pangkalan: Kuota Pengiriman Tetap Stabil
Calafiori Kembali Cedera
Kabar kurang menyenangkan datang dari Riccardo Calafiori. Bek asal Italia itu mengalami masalah otot saat sesi pemanasan sebelum laga Piala FA.
Ia bahkan harus dicoret dari susunan pemain sebelum kick-off. Sepanjang musim ini, Calafiori memang kerap bermasalah dengan cedera otot.
Sejak bergabung dari Bologna pada Juli 2024, ia sudah mencatat 24 penampilan dengan kontribusi satu gol dan tiga assist. Namun jika cedera terus berulang, kariernya di Premier League bisa terganggu.
Baca Juga: 7 Shio Kaya Raya di Tahun 2026, Benarkah Kerbau, Tikus, hingga Babi Bakal Panen Rezeki Besar?
Pekan Penentuan: Dua Laga Tandang Beruntun
Arsenal menghadapi dua laga away dalam waktu singkat. Mereka lebih dulu bertandang ke markas Wolverhampton Wanderers sebelum melakoni Derby London Utara melawan Tottenham Hotspur.
Dua pertandingan ini bisa memengaruhi peta persaingan gelar Liga Inggris 2025-2026. Jika mampu meraih poin maksimal, The Gunners akan memperkokoh posisi di puncak klasemen.
Sebaliknya, kehilangan poin bisa membuka peluang pesaing memangkas jarak.
Isu Odegaard dan Potensi Declan Rice Jadi Kapten
Di tengah situasi tersebut, muncul kabar soal masa depan Martin Odegaard. Gelandang asal Norwegia itu dikabarkan membuka peluang mencari tantangan baru.
Meski sumbernya belum terverifikasi sepenuhnya, isu ini tetap mengundang perhatian karena peran sentral Odegaard sebagai kapten dan motor serangan Arsenal.
Nama Declan Rice disebut sebagai kandidat kuat pengganti ban kapten jika perubahan terjadi. Rice dinilai memiliki karakter kepemimpinan dan konsistensi performa yang membuatnya dihormati rekan setim.
Jika benar terjadi, Arsenal berpotensi memasuki era baru dengan struktur kepemimpinan berbeda.
Mikel Arteta ubah peran Bukayo Saka menjadi simbol bahwa musim ini bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga arah masa depan klub. Dengan taktik fleksibel, kedalaman skuad yang diuji, dan isu kepemimpinan yang mengemuka, pekan ini bisa menjadi momen krusial dalam perjalanan Arsenal menuju gelar.
Editor : Axsha Zazhika