BLITAR – Arsenal kembali menjadi sorotan panas setelah gagal mempertahankan keunggulan dan hanya meraih hasil imbang 2-2 melawan Wolverhampton Wanderers dalam lanjutan Liga Premier Inggris musim 2025-2026 di Stadion Molineux, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB.
Hasil ini sekaligus menjadi momen krusial yang mengguncang harapan Arsenal juara Liga Premier Inggris setelah Arsenal imbang 2-2 gagal menjaga keunggulan dua gol sejak awal laga, memberi tekanan besar menjelang duel Derby London Utara lawan Tottenham.
Pada pertandingan tersebut Arsenal sempat unggul dua gol melalui aksi Bukayo Saka dan Piero Hincapie, namun Wolverhampton bangkit lewat gol Hugo Bueno dan gol dramatic penyama kedudukan oleh Tom Edozie di injury time, yang membuat The Gunners harus puas berbagi angka.
Drama Perubahan Skor Hingga Akhir
Arsenal langsung tancap gas sejak menit awal. Pada menit ke-5, Saka berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan matang, membawa tim tamu unggul lebih dulu. Memasuki babak kedua, Hincapie menggandakan keunggulan Arsenal, membuat skor berubah menjadi 2-0 dan seolah kemenangan sudah di depan mata.
Namun momentum berubah total setelah Wolves bangkit pada menit ke-61 melalui gol spektakuler Hugo Bueno yang memperkecil ketertinggalan. Puncaknya muncul di masa injury time ketika pemain debutan Tom Edozie menyamakan skor, membawa stadion Molineux bergemuruh dan membuat Arsenal terpukul.
Arteta: “Kami Harus Menyalahkan Diri Sendiri”
Pelatih Mikel Arteta tidak bisa menyembunyikan kecewaannya usai pertandingan. Menurutnya, tim telah kehilangan fokus dan gagal mengontrol pertandingan secara konsisten, terutama di babak kedua, sehingga hasil imbang ini sepenuhnya kesalahan tim sendiri.
“Kami harus menyalahkan diri kami sendiri. Ini hasil yang menyakitkan dan kami harus memperlakukannya dengan benar agar bisa berkembang,” ujar Arteta menanggapi hasil imbang melawan Wolves.
Ancaman Gelar Kian Nyata
Hasil Arsenal imbang 2-2 membuat posisi mereka di puncak klasemen semakin rentan. Saat ini Arsenal mengumpulkan 58 poin dari 27 pertandingan, namun jarak dengan Manchester City di posisi kedua kini hanya tersisa lima poin, dengan City masih memiliki satu pertandingan tunda yang bisa mengejar ketertinggalan.
Kritik tajam datang dari berbagai pihak, termasuk mantan pemain dan analis sepak bola yang menilai Arsenal belum menunjukkan mental sebagai tim calon juara. Beberapa mengibaratkan performa tim seperti tim muda yang mudah goyah saat di bawah tekanan.
Baca Juga: Wabup Blitar Beky : Infrastruktur Jalan Masih Jadi Fokus Utama Pemkab Blitar Tahun Ini
Krisis Konsistensi dan Masalah Mental
Pengamat sepak bola mencatat bahwa Arsenal sering kehilangan poin penting dalam beberapa laga terakhir, bukan hanya di pertandingan versus Wolves. Ketidakkonsistenan ini menjadi sorotan utama karena bisa berdampak besar menjelang fase krusial musim.
Pemain seperti Saka sendiri menyatakan bahwa tim harus kembali ke dasar permainan dan memperbaiki hal-hal fundamental agar bisa kembali ke ritme terbaik mereka. “Kami punya kualitas yang cukup jika mampu menjalankan peran sendiri dengan benar,” ujar Saka setelah pertandingan.
Cedera dan Masalah Teknis Tambahan
Selain masalah performa, Arsenal juga menghadapi tekanan dengan isu cedera yang kembali muncul. Kejadian di laga kontra Wolves membuat lini ofensif terancam pincang setelah beberapa pemain kunci sempat digantikan karena kondisi fisik kurang prima. Hal ini menambah kompleksitas persiapan untuk pertandingan berikutnya.
Namun kabar terbaru menyebutkan bahwa Saka dilaporkan cukup fit setelah digantikan di laga Wolves, walau kondisi tubuhnya sempat dipertanyakan sebelum pertandingan.
Derbi London Utara Jadi Momentum Pembuktian
Arsenal kini bersiap menghadapi ujian besar berikutnya: Derby London Utara melawan Tottenham Hotspur. Laga ini dipandang sebagai titik balik bagi The Gunners untuk membuktikan bahwa mereka masih layak disebut calon juara dan mampu menjawab kritik yang mengemuka usai performa mengecewakan di Molineux.
Atmosfer stadion dipastikan akan keras, dan kemenangan di laga ini menjadi penting untuk menjaga peluang juara sekaligus meredam tekanan dari rival-rival seperti Manchester City.
Editor : Axsha Zazhika