Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Arsenal Imbang 2-2 Lawan Wolves, Drama Injury Time hingga Kontrak Baru Bukayo Saka Jadi Sorotan di Tengah Perburuan Gelar Premier League

Axsha Zazhika • Sabtu, 21 Februari 2026 | 18:50 WIB

 

Arsenal Imbang 2-2 Lawan Wolves, Drama Injury Time hingga Kontrak Baru Bukayo Saka Jadi Sorotan di Tengah Perburuan Gelar Premier League
Arsenal Imbang 2-2 Lawan Wolves, Drama Injury Time hingga Kontrak Baru Bukayo Saka Jadi Sorotan di Tengah Perburuan Gelar Premier League

BLITAR - Arsenal imbang 2-2 lawan Wolves dalam laga yang seharusnya menjadi panggung pesta di Stadion Molineux. Hasil Arsenal imbang 2-2 ini terasa menyakitkan karena The Gunners sempat unggul dua gol sebelum akhirnya kebobolan di masa injury time. Di tengah ambisi meraih gelar Premier League musim 2025-2026, Arsenal kembali menunjukkan celah yang bisa berakibat fatal dalam perburuan trofi.

Arsenal imbang 2-2 lawan Wolves menjadi alarm keras bagi pasukan Mikel Arteta. Meski masih memimpin klasemen dengan 58 poin, kehilangan poin dari tim papan bawah membuka peluang bagi Manchester City yang terus membayangi di posisi kedua dengan selisih tipis.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Arsenal tampil dominan. Datang sebagai pemuncak klasemen Liga Inggris, mereka langsung menekan pertahanan tuan rumah. Bukayo Saka membuka keunggulan saat laga baru berjalan lima menit. Menempati peran baru sebagai gelandang serang, Saka menyambar umpan Declan Rice dan menaklukkan kiper Wolves dengan sundulan terarah.

Baca Juga: Final Four Proliga 2026 Resmi Terbentuk! Daftar Tim Lolos dan Gugur, Klasemen, Top Skor hingga Jadwal Terbaru Lengkap

Dominasi 84 Persen yang Berujung Antiklimaks

Statistik mencatat Arsenal menguasai bola hingga 84 persen di babak pertama. Perbedaan kualitas antara pemuncak klasemen dan tim juru kunci terlihat jelas. Wolves dipaksa bertahan total, sementara aliran bola Arsenal begitu rapi dan agresif.

Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Arsenal kembali menekan. Pada menit ke-56, Piero Hincapie menggandakan keunggulan usai menerima umpan terobosan dari Gabriel Magalhaes. Skor 2-0 membuat banyak pihak mengira laga telah selesai.

Namun sepak bola selalu menyimpan drama. Lima menit berselang, Hugo Bueno memperkecil kedudukan lewat tembakan jarak jauh yang tak mampu dijangkau David Raya. Momentum berubah. Wolves mulai berani menekan dan memanfaatkan celah konsentrasi di lini belakang Arsenal.

Petaka datang di masa injury time. Bola silang gagal diamankan sempurna oleh Raya, memicu kemelut di depan gawang. Bola liar mengenai Ricardo Calafiori dan berbelok masuk ke gawang sendiri. Skor berubah menjadi 2-2 tepat sebelum peluit panjang dibunyikan.

Ancaman Serius di Jalur Juara

Hasil Arsenal imbang 2-2 lawan Wolves menjadi pukulan psikologis dalam fase krusial musim ini. Dengan 12 laga tersisa, persaingan gelar Premier League mengerucut pada dua tim: Arsenal dan Manchester City. Aston Villa mengintai di posisi ketiga, sementara Liverpool masih berusaha menembus papan atas.

Kehilangan poin dari tim papan bawah bisa berdampak besar terhadap mentalitas tim. Arsenal memang masih di puncak klasemen, tetapi tekanan akan semakin besar di setiap pertandingan tersisa.

Baca Juga: Tips Perawatan Baterai Mobil Listrik: Cara Mengisi, Menjaga Daya Tahan, dan Mencegah Degradasi Agar Performa Maksimal

Mikel Arteta memilih bersikap tenang. Ia menegaskan bahwa klasemen saat ini belum menentukan hasil akhir musim. Fokus utama tetap pada konsistensi performa dan peningkatan kualitas permainan tim.

Dukungan Legenda dan Sinyal Positif dari Saka

Di tengah hasil kurang maksimal, dukungan datang dari legenda Manchester United, Rio Ferdinand. Ia menyatakan harapannya agar Arsenal mampu mengakhiri puasa gelar liga sejak 2004. Menurutnya, persaingan musim ini menjadi salah satu yang paling menarik dalam beberapa tahun terakhir.

Kabar positif datang dari internal klub. Bukayo Saka resmi menandatangani kontrak baru berdurasi lima tahun hingga 2031. Dengan nilai lebih dari 300.000 poundsterling per pekan, Saka kini menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di Arsenal.

Langkah ini menjadi sinyal kuat ambisi jangka panjang klub. Negosiasi kontrak sebenarnya telah berlangsung lama dan kesepakatan lisan tercapai sejak awal tahun. Perpanjangan kontrak ini memastikan Saka tetap menjadi pilar utama di Emirates Stadium pada masa emas kariernya.

Peran Baru dan Harapan Besar

Musim ini Saka telah mencetak tujuh gol dan mulai beradaptasi dengan peran baru yang lebih sentral sebagai nomor 10. Arteta menilai perubahan posisi tersebut memberi dimensi baru dalam serangan Arsenal.

Selain Saka, pemain seperti William Saliba dan Gabriel Magalhaes juga telah berkomitmen jangka panjang bersama klub. Stabilitas skuad menjadi faktor penting dalam menjaga peluang juara.

Kini tantangan terbesar Arsenal adalah menjaga konsistensi hingga akhir musim. Gelar Premier League memang masih di depan mata, tetapi hasil Arsenal imbang 2-2 lawan Wolves menjadi pengingat bahwa kesalahan kecil di menit akhir bisa berharga mahal.

Jika ingin mengakhiri penantian dua dekade, Arsenal harus belajar dari drama di Molineux dan memastikan dominasi di atas kertas benar-benar berujung kemenangan di lapangan.

Editor : Axsha Zazhika
#Premier League 2025 2026 #Arsenal imbang #mikel arteta #Bukayo Saka #manchester city