Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Arsenal Hancurkan Wigan 4-0 dalam 27 Menit, Rekor Gila di Piala FA dan Peran Baru Saka Bikin Lawan Tak Berkutik

Axsha Zazhika • Sabtu, 21 Februari 2026 | 19:00 WIB

 

Arsenal Hancurkan Wigan 4-0 dalam 27 Menit, Rekor Gila di Piala FA dan Peran Baru Saka Bikin Lawan Tak Berkutik
Arsenal Hancurkan Wigan 4-0 dalam 27 Menit, Rekor Gila di Piala FA dan Peran Baru Saka Bikin Lawan Tak Berkutik

BLITAR - Arsenal hancurkan Wigan 4-0 hanya dalam waktu 27 menit pada babak keempat Piala FA musim 2025-2026 di Emirates Stadium. Kemenangan Arsenal hancurkan Wigan 4-0 ini bukan sekadar lolos ke babak berikutnya, tetapi juga menorehkan rekor baru dalam sejarah kompetisi tertua di Inggris tersebut.

Arsenal hancurkan Wigan 4-0 dengan cara yang brutal dan efisien. Dalam kurun waktu kurang dari setengah jam pertama, pasukan Mikel Arteta sudah mengunci kemenangan dan menghancurkan mental lawan. Hasil ini menjadi pernyataan tegas bahwa The Gunners kini bukan hanya kandidat juara Premier League, tetapi juga ancaman serius di Piala FA.

Arsenal hancurkan Wigan 4-0 sekaligus memutus trauma masa lalu di ajang ini. Dalam beberapa musim terakhir, langkah mereka kerap terhenti secara menyakitkan, mulai dari disingkirkan Southampton, dipermalukan Nottingham Forest, hingga kalah dari Manchester City dan Liverpool. Kali ini, cerita berbeda tercipta di London Utara.

Baca Juga: Hasil Proliga 2026 Hari Ini: Klasemen Terbaru, Top Skor, dan Jadwal Pekan Keempat Putaran Kedua, Persaingan Makin Panas!

Empat Gol dalam 27 Menit, Rekor Baru Era Premier League

Pesta gol dimulai pada menit ke-11 melalui aksi Noni Madueke yang membuka keunggulan. Delapan menit berselang, Gabriel Martinelli menggandakan skor lewat penyelesaian tajam di kotak penalti.

Tekanan konstan Arsenal membuat lini belakang Wigan panik. Situasi tersebut berujung gol bunuh diri Jack Hunt yang semakin memperlebar jarak. Gabriel Jesus kemudian menutup pesta pada menit ke-27, memastikan skor 4-0 bahkan sebelum pertandingan memasuki setengah jam pertama.

Catatan ini menjadikan Arsenal sebagai tim pertama sejak era Premier League dimulai pada 1992 yang mampu mencetak empat gol dalam 30 menit pertama di ajang Piala FA. Sebuah rekor yang menegaskan dominasi mereka malam itu.

Baca Juga: Final Four Proliga 2026 Resmi Terbentuk! Daftar Tim Lolos dan Gugur, Klasemen, Top Skor hingga Jadwal Terbaru Lengkap

Martinelli Samai Catatan Legendaris

Gol Martinelli memiliki makna emosional tersendiri. Torehan tersebut membuatnya menjadi pemain Arsenal pertama sejak Ian Wright pada musim 1994-1995 yang mampu mencetak lebih dari 10 gol di kompetisi domestik dan Eropa dalam satu musim.

Statistik ini memperkuat narasi bahwa Arsenal sedang berada di puncak performa. Saat ini mereka memimpin klasemen Premier League dengan koleksi 57 poin dan masih menjaga rekor impresif di Liga Champions. Mimpi meraih lebih dari satu trofi musim ini bukan lagi sekadar wacana.

Eksperimen Taktik Arteta dan Peran Baru Saka

Di balik skor mencolok tersebut, ada eksperimen taktik yang menjadi kunci kemenangan. Situasi darurat terjadi saat Ricardo Calafiori mengalami cedera dalam sesi pemanasan. Arteta dipaksa mengubah rencana secara mendadak.

Bukayo Saka yang awalnya diproyeksikan sebagai pemain cadangan akhirnya masuk starting eleven. Namun yang mengejutkan, Arteta tidak menempatkannya di posisi sayap seperti biasa. Saka justru dimainkan lebih sentral sebagai gelandang serang atau nomor 8.

Keputusan ini terbukti efektif. Dengan posisi lebih dekat ke gawang, Saka bebas bergerak dan bertukar tempat dengan pemain sayap lain. Pertahanan Wigan kehilangan referensi penjagaan karena tidak bisa lagi mengandalkan pola marking tradisional di sisi lapangan.

Arteta mengakui bahwa perubahan peran ini sudah lama direncanakan dan kemungkinan akan terus digunakan, terutama menghadapi jadwal padat yang menuntut fleksibilitas taktik.

Baca Juga: Terungkap! 5 Pantangan Weton Pon yang Sering Dilanggar, Bisa Bikin Rezeki Seret dan Hidup Penuh Sial

Jalur Mulus Menuju Perempat Final

Keberhasilan lolos ke babak kelima Piala FA membawa Arsenal pada peluang besar. Undian mempertemukan mereka dengan Mansfield Town dari League One, sebuah keuntungan signifikan dibanding rival-rival lain.

Di saat Manchester City harus menghadapi Newcastle United dalam duel sesama klub Premier League, Arsenal mendapatkan lawan yang secara level berada di bawah. Hal ini memberi ruang bagi Arteta untuk melakukan rotasi pemain tanpa mengorbankan peluang kemenangan.

Mansfield memang sempat menciptakan kejutan dengan menyingkirkan Burnley. Namun secara kualitas dan kedalaman skuad, Arsenal tetap unggul jauh. Dua kemenangan lagi akan membawa mereka ke semifinal di Wembley.

Momentum ini menjadi modal psikologis penting menjelang laga berat di Premier League, termasuk duel tandang ke markas Wolverhampton. Dengan performa menyerang yang cair, fleksibilitas taktik, dan kedalaman skuad yang semakin teruji, Arsenal menunjukkan transformasi menjadi tim yang dinamis dan sulit diprediksi.

Arsenal hancurkan Wigan 4-0 bukan hanya tentang skor, melainkan simbol evolusi di bawah tangan dingin Mikel Arteta. Kini publik London Utara mulai berani bermimpi lebih besar: musim ini bisa menjadi musim pembuktian sesungguhnya.

Editor : Axsha Zazhika
#piala fa #mikel arteta #Bukayo Saka #Gabriel Martinelli #Arsenal hancurkan Wigan