BLITAR KAWENTAR-Arema FC datang ke markas Madura United dengan kepercayaan diri tinggi jelang laga pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026. Duel Madura United vs Arema FC dijadwalkan berlangsung Sabtu, 21 Februari 2026 pukul 20.30 WIB di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan.
Modal positif Arema FC cukup kuat. Dalam empat lawatan terakhir ke kandang Madura United, Singo Edan tidak pernah menelan kekalahan. Bahkan pada pertemuan terakhir musim lalu, Arema FC sukses mencuri kemenangan meyakinkan dengan skor 4-2.
Catatan impresif tersebut membuat Arema FC lebih percaya diri menatap laga tandang kali ini. Namun, pelatih Marcos Santos memilih meredam euforia dan meminta para pemain tetap fokus penuh.
“Dalam empat laga terakhir kami di sana memang tidak pernah kalah, tapi ini kompetisi yang berbeda, cerita yang berbeda. Kami harus sangat menghormati Madura United,” ujar pelatih 46 tahun tersebut.
Rekor Tandang Arema FC Jadi Sorotan
Statistik menunjukkan, dari empat laga kandang terakhir menghadapi Arema FC, Madura United hanya mampu meraih dua poin dari dua hasil imbang. Dua pertandingan lainnya justru dimenangkan oleh tim tamu.
Rekor tersebut menjadi bekal psikologis bagi Arema FC. Apalagi, tren performa Singo Edan tengah membaik dalam beberapa pekan terakhir.
Meski demikian, Marcos Santos menegaskan bahwa catatan masa lalu tidak bisa dijadikan jaminan kemenangan. Setiap musim memiliki dinamika berbeda, termasuk kondisi pemain, strategi, hingga tekanan atmosfer stadion.
“Kami harus sangat waspada untuk bisa memainkan pertandingan yang baik melawan Madura United,” tegasnya.
Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan dikenal memiliki atmosfer yang cukup intimidatif. Dukungan penuh suporter tuan rumah kerap menjadi energi tambahan bagi Laskar Sape Kerrab.
Tekanan Besar di Kubu Madura United
Di sisi lain, Madura United menghadapi tekanan besar menjelang laga ini. Tim asuhan Carlos Pareira masih tertahan di papan bawah klasemen sementara dengan koleksi 19 poin.
Rentetan enam laga tanpa kemenangan membuat posisi mereka semakin rawan. Jarak dengan zona degradasi pun semakin menipis, sehingga laga melawan Arema FC menjadi momentum penting untuk bangkit.
Carlos Pareira mengakui performa timnya sebenarnya menunjukkan perkembangan, terutama di putaran kedua. Namun, detail kecil dan ketenangan di momen krusial masih menjadi pekerjaan rumah.
“Permainan kami sebenarnya berkembang, tapi kurangnya ketenangan di momen krusial dan detail kecil yang kurang maksimal membuat hasil belum sesuai harapan,” ungkap Pareira.
Selain membenahi taktik dan mental bertanding, Madura United juga melakukan penyesuaian program latihan selama Ramadan. Intensitas latihan serta pola pemulihan fisik diatur agar kebugaran pemain tetap terjaga.
“Kami memastikan nutrisi dan proses recovery berjalan dengan baik. Secara mental, para pemain tetap fokus dan termotivasi,” tambahnya.
Laga Sarat Gengsi dan Momentum
Pertandingan Madura United vs Arema FC diprediksi berlangsung sengit. Bagi Arema FC, kemenangan akan menjaga peluang menembus papan atas klasemen BRI Super League 2025/2026.
Sementara bagi Madura United, tiga poin di kandang sendiri sangat krusial untuk menjauh dari ancaman degradasi. Laga ini bukan sekadar soal tiga angka, tetapi juga harga diri serta momentum kebangkitan.
Arema FC membawa rekor tandang impresif, sedangkan Madura United mengusung semangat bangkit di depan pendukungnya sendiri. Pertarungan strategi antara Marcos Santos dan Carlos Pareira pun menjadi daya tarik tersendiri.
Jika Singo Edan mampu mempertahankan konsistensi permainan dan mengatasi tekanan atmosfer stadion, peluang mencuri poin terbuka lebar. Namun, jika Madura United mampu tampil lebih tenang dan efektif di momen penting, kejutan bisa saja terjadi.
Sabtu malam di Pamekasan akan menjadi panggung pembuktian bagi kedua tim. Rekor masa lalu atau motivasi bangkit—siapa yang lebih kuat, akan terjawab di pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026.
Editor : Ichaa Melinda Putri