BLITAR KAWENTAR-Arema FC pertimbangkan tambah bek baru setelah cedera Luis Gustavo memaksa manajemen bergerak cepat di bursa transfer. Kehilangan pilar utama di jantung pertahanan menjadi alarm serius bagi Singo Edan jelang padatnya putaran kedua BRI Super League 2025-2026.
Arema FC pertimbangkan tambah bek baru karena absennya Luis Gustavo dipastikan hingga akhir kompetisi. Situasi ini membuat tim pelatih dan manajemen harus memutar otak agar keseimbangan lini belakang tetap terjaga.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengakui opsi penguatan sektor bek tengah tengah dibahas serius. Manajemen tak ingin gegabah, namun juga tidak boleh terlambat mengambil keputusan sebelum bursa transfer ditutup pada 10 Februari 2026.
Opsi Pulangkan Tales Lira dari Persija
Salah satu opsi realistis adalah memanggil pulang Tales Lira yang saat ini dipinjamkan ke Persija Jakarta. Pemain tersebut masih terikat kontrak dengan Arema sehingga peluang negosiasi ulang terbuka.
“Opsi mengembalikan Tales mungkin akan kami aktifkan jika berada di detik-detik terakhir bursa transfer,” ujar Yusrinal.
Tales dinilai sudah memahami karakter tim dan atmosfer kompetisi domestik. Musim lalu ia tampil cukup solid dan menjadi salah satu pilar penting lini pertahanan.
Namun, keputusan akhir tetap menunggu rekomendasi pelatih Marcos Santos. Arema ingin memastikan pemain yang didatangkan benar-benar sesuai kebutuhan taktik, bukan sekadar tambal sulam.
Selain opsi pemain lama, Arema juga membuka kemungkinan merekrut bek asing baru memanfaatkan slot yang ditinggalkan Luis Gustavo. Manajemen masih melakukan penyaringan untuk menemukan figur yang tepat.
Makin Pede Hadapi Dewa United
Di tengah evaluasi lini belakang, tambahan amunisi di sektor lain membuat Arema lebih percaya diri menatap laga kontra Dewa United FC. Pertandingan pekan ke-18 Super League akan digelar di Banten International Stadium pada 26 Januari 2026.
Arema saat ini berada di posisi ke-10 klasemen dengan 21 poin dari 17 laga. Dewa United tepat di bawahnya dengan 20 poin. Duel ini menjadi momentum pembuktian di awal putaran kedua.
Pada bursa transfer paruh musim, Arema mendatangkan Gabriel Silva dan Gustavo Franca. Selain itu, Pablo Oliveira yang sebelumnya absen kini sudah pulih dan siap menambah keseimbangan permainan.
“Kedatangan Gustavo Franca dan Gabriel Silva memperkuat lini serang kami,” kata Marcos Santos.
Ia mengakui pertemuan pertama musim ini melawan Dewa United yang berakhir 1-2 menjadi pelajaran penting. Evaluasi menyeluruh telah dilakukan agar kesalahan serupa tidak terulang.
Gabriel Silva Ungkap Alasan Pilih Arema
Sorotan juga tertuju pada Gabriel Silva. Winger asal Brasil itu mengaku memilih Arema bukan semata karena nama besar klub, tetapi juga karena tantangan kompetitif Liga Indonesia.
Sebelum ke Malang, Gabriel bermain untuk Terengganu FC di Liga Malaysia. Ia menilai Super League memiliki intensitas tinggi yang sesuai dengan karakter permainannya.
“Saya memilih datang ke Arema karena ini klub hebat. Liganya sangat kuat dan saya merasa siap bermain di sini,” ujarnya.
Proses kepindahannya terbilang lancar. Setelah mendapatkan surat pelepasan dari klub lamanya, ia langsung menyepakati kontrak berdurasi satu tahun bersama Singo Edan.
Setibanya di Malang, Gabriel merasakan atmosfer positif di dalam tim. Adaptasi berjalan cepat dan ia kini fokus membantu tim bersaing di papan atas.
Bursa Transfer Jadi Penentu
Arema FC pertimbangkan tambah bek baru bukan tanpa alasan. Cedera Luis Gustavo membuat kedalaman skuad di lini belakang menipis. Jika tidak segera diatasi, celah pertahanan bisa menjadi titik lemah dalam persaingan ketat musim ini.
Manajemen memiliki waktu terbatas hingga 10 Februari 2026 untuk menentukan langkah final. Apakah memulangkan Tales Lira atau mendatangkan wajah baru dari luar negeri, keputusan tersebut akan sangat menentukan performa tim di putaran kedua.
Dengan kombinasi amunisi anyar di lini serang dan rencana penguatan sektor belakang, Arema bertekad bangkit dan memperbaiki posisi klasemen. Momentum awal putaran kedua menjadi ujian sesungguhnya bagi Singo Edan untuk membuktikan ambisi mereka bukan sekadar wacana.
Editor : Ichaa Melinda Putri