BLITAR - Olimpiade Musim Dingin Milan Cortina 2026 semakin dekat, dan perhatian dunia kini tertuju pada para bintang Team USA yang siap bersaing di lintasan salju dan es. Dari legenda Olimpiade hingga atlet muda yang baru pertama kali tampil, Amerika Serikat menurunkan skuad lengkap dengan tujuan jelas: meraih medali emas.
Di antara nama-nama yang mencuri perhatian adalah Lindsey Vonn, Michaela Shiffron, dan Khloe Kim. Vonn, 41 tahun, kembali ke Olimpiade setelah masa pensiun dan cedera, menegaskan pengalaman panjangnya sebagai keuntungan di trek alpine.
“Saya mungkin tidak secepat atlet muda, tapi pengalaman saya di trek Olimpiade tidak tertandingi,” ujar Vonn. Sementara Shiffron, alpine skier paling sukses sepanjang sejarah, menargetkan medali emas ketiganya di Olimpiade keempatnya. Perjuangannya tidak mudah, melewati trauma kecelakaan dan kehilangan orangtua, namun ia tetap optimistis menghadapi kompetisi.
Khloe Kim, ratu halfpipe snowboarding, juga menjadi sorotan. Meski mengalami cedera ringan pada labrum, Kim memastikan dirinya tetap siap berlaga. Dukungan keluarga, mulai dari pelatih hingga chef pribadi, menjadi kunci keberhasilannya. Ia mengaku bangga dapat mewakili Amerika dan menjadi inspirasi generasi muda.
Tim USA di Cakrawala Milan Cortina
Selain atlet papan atas, Team USA menurunkan sejumlah atlet muda di figure skating. Amber Glenn, Ilia Malanin, dan Maxim Naomov menjadi sorotan utama. Malanin, yang baru pertama kali tampil di Olimpiade, dijuluki “quad god” karena kemampuan lompatannya yang menakjubkan. Sementara Naomov berjuang melanjutkan warisan orangtuanya yang juga Olympian, meski keduanya meninggal dalam kecelakaan pesawat.
Di nomor ice dance, Madison Chock dan Evan Bates, pasangan sekaligus juara nasional tujuh kali, berharap menambah koleksi medali mereka. Keduanya menekankan pentingnya persahabatan dan dukungan keluarga dalam menjaga fokus di ajang sebesar ini.
Pertandingan Hockey dan Speed Skating
Cabang hockey dan speed skating menjadi sorotan lain. Tim wanita USA bertekad membalas kekalahan dari Kanada di Olimpiade sebelumnya. Sementara tim pria menampilkan pemain NHL, hadir kembali di Olimpiade setelah 12 tahun absen. Kehadiran bintang seperti Hughes dan Kachuck bersiap mencetak sejarah baru.
Di speed skating, Jordan Stalls menjadi kandidat kuat meraih medali di nomor 500, 1000, dan 1500 meter. Stalls, yang mulai belajar skating di halaman belakang rumahnya di Wisconsin, menunjukkan performa impresif di kejuaraan dunia.
Inovasi dan Persiapan Unik
Olimpiade tahun ini juga menampilkan cabang baru seperti ski mountaineering, mixed team relay skeleton, dan ski jumping untuk wanita. Ski mountaineering menjadi ajang baru yang menantang, atlet harus menaiki bukit tanpa lift, menggunakan “skins” untuk traksi, dan menuruni trek dengan kecepatan tinggi.
Selain itu, Team USA menyoroti dinamika hidup bersama atlet lain. Red flag kecil, seperti teman sekamar yang selalu merekam TikTok atau penggunaan speakerphone, menjadi bahan diskusi. Semua ini dilakukan untuk menjaga keharmonisan tim selama persiapan dan kompetisi.
Dengan total 16 cabang olahraga, mulai dari alpine ski, snowboarding, hockey, hingga figure skating, Team USA siap menunjukkan kualitas dan kekompakan di Milan dan Cortina. Para atlet muda maupun veteran memiliki satu tujuan: mengibarkan bendera Amerika di podium Olimpiade Musim Dingin 2026.
Editor : Axsha Zazhika