BLITAR - Kedatangan agen ICE (Immigration and Customs Enforcement) Amerika Serikat di Italia untuk Olimpiade Musim Dingin 2026 memicu gelombang protes di Milan. Warga setempat dan politisi regional menyuarakan penolakan keras terhadap kehadiran agen federal AS ini, yang dianggap kontroversial menyusul insiden penembakan fatal di Minneapolis, Amerika Serikat.
Walikota Milan, Jeppi Salah, menegaskan, agen ICE “adalah milisi yang membunuh” dan tidak diterima di kotanya. Pernyataan ini menimbulkan perdebatan sengit terkait hubungan diplomatik Italia dengan pemerintahan Donald Trump, yang dianggap mendukung kehadiran ICE dalam kapasitas keamanan Olimpiade.
Protes Jalanan di Milan
Ratusan warga Milan turun ke jalan dengan peluit, menyanyikan lagu-lagu Bruce Springsteen, dan menyerukan penolakan terhadap agen ICE. Mereka mengingatkan bahwa badan imigrasi AS ini dikenal dengan tindakan keras di negaranya sendiri, termasuk penembakan dua warga di Minneapolis.
Seorang warga Italia-Amerika mengatakan, “Saya tidak pindah ke Italia untuk melihat milisi AS datang ke kota kami. Ini bukan bagian dari keamanan Olimpiade.”
Selain protes warga, beberapa politisi oposisi di Italia juga menentang kehadiran agen ICE. Mereka menilai bahwa agen ini bertindak ilegal, menembus rumah warga tanpa surat perintah yang sah, dan bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi yang dijunjung di Italia.
Peran ICE dan Klarifikasi Pemerintah
Pemerintah AS dan Italia menegaskan bahwa kehadiran agen ICE di Olimpiade bersifat non-operasional. Agen Homeland Security Investigations (HSI) hanya akan mendukung keamanan pejabat pemerintah AS dan tidak memiliki kewenangan eksekutif di Italia. Mereka akan berbasis di konsulat AS di Milan dan kedutaan di Roma, serta bekerja sama dengan otoritas Italia untuk memastikan keamanan acara.
Kepala Olimpiade berharap perhatian media tetap fokus pada kompetisi atlet. Namun, protes yang terus berlangsung membuat kekhawatiran publik bahwa kehadiran ICE, walaupun terbatas, bisa mengganggu ketertiban dan mengaburkan citra Olimpiade.
Perspektif Politik dan Publik
Sejumlah tokoh politik Italia menilai isu ini banyak dipengaruhi politik internal. Anggota parlemen dari Brothers of Italy Party menegaskan bahwa setiap agen asing yang datang ke Italia harus mematuhi hukum setempat. Profesor ilmu politik dari Universitas untuk Orang Asing di Perugia menambahkan bahwa kebingungan awal terkait keterlibatan ICE memperburuk persepsi publik.
Di sisi lain, Amerika Serikat menegaskan bahwa HSI hanya akan membantu koordinasi dengan otoritas Italia dalam hal kontra-terorisme, pencegahan penipuan, dan perdagangan manusia. Mereka tidak memiliki peran dalam masalah imigrasi domestik Italia, berbeda dengan fungsi ICE di AS.
Baca Juga: FIFA Series 2026: Empat Pemain Dicoret, John Hartman Siapkan Strategi Baru Timnas Indonesia
Dampak terhadap Olimpiade dan Diplomasi
Meskipun ada protes, pemerintah Italia berupaya menjaga hubungan diplomatik yang baik dengan AS. Perdana Menteri Georgia Maloney memilih sikap tenang untuk menjaga citra pragmatis dan moderat. Bahkan nama gedung hospitality AS di Olimpiade yang awalnya “Ice House” diubah menjadi “Winter House” untuk mengurangi kontroversi.
Walikota Milan dan publik lokal tetap menekankan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas. “Kami ingin Olimpiade sukses, tapi kehadiran agen asing yang kontroversial jelas menimbulkan kekhawatiran,” kata Salah.
Para ahli menilai, Olimpiade ini adalah kesempatan bagi Italia untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah global. Infrastruktur yang dibangun untuk Olimpiade akan menjadi warisan jangka panjang, sementara perhatian dunia tetap tertuju pada kompetisi atlet dan bukan isu diplomasi atau keamanan asing.
Dengan persiapan matang dan koordinasi internasional, Italia berharap Olimpiade Musim Dingin 2026 bisa berjalan aman, sukses, dan meninggalkan kesan positif di mata dunia, meski dibayangi kontroversi kedatangan ICE.
Editor : Axsha Zazhika