BLITAR - Bobotoh kejar wasit usai Persib gugur dari AFC Champions League 2 (ACL2) 2025/2026 menjadi sorotan publik sepak bola nasional. Insiden tersebut terjadi setelah Maung Bandung tersingkir di babak 16 besar usai kalah agregat 1-3 dari Ratchaburi FC.
Bobotoh kejar wasit usai Persib gugur memicu situasi tidak kondusif di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Sejumlah oknum suporter turun ke lapangan dan meluapkan kekecewaan kepada perangkat pertandingan, termasuk wasit asal Arab Saudi, Majed Muhammed Alsamrani.
Tak hanya itu, insiden bobotoh kejar wasit usai Persib gugur juga diwarnai aksi pelemparan dan perusakan fasilitas stadion oleh sekelompok kecil orang. Pelatih Persib, Bojan Hodak, pun angkat bicara dan memastikan manajemen akan mengirim surat resmi ke AFC.
Bojan Hodak Soroti Keputusan Wasit
Dalam konferensi pers usai laga, Bojan menilai anak asuhnya tampil cukup baik, terutama di babak pertama. Bahkan Persib sempat mencetak gol pada menit ke-40, namun dianulir karena offside.
“Saya percaya jika kami bermain dengan 11 pemain, kami bisa lolos,” ujar Bojan.
Persib memang harus bermain dengan 10 pemain setelah William Barros menerima kartu merah akibat pelanggaran terhadap Jonathan Khemdee jelang akhir babak pertama. Kondisi itu membuat situasi semakin sulit bagi tuan rumah.
Bojan juga menyinggung kepemimpinan wasit Majed Alsamrani. Meski enggan berbicara panjang lebar, ia mengisyaratkan adanya sejumlah keputusan yang patut dipertanyakan.
“Ada banyak hal yang ingin saya sampaikan. Bukan hanya soal keputusan itu, tetapi banyak hal lainnya,” katanya.
Manajemen Persib, lanjut Bojan, akan menyampaikan keberatan secara resmi kepada AFC untuk meminta peninjauan. Namun ia menyadari, apapun hasil evaluasi tersebut tidak akan mengubah fakta bahwa Persib telah tersingkir.
Kericuhan Usai Laga di GBLA
Situasi memanas sesaat setelah peluit panjang dibunyikan. Awalnya hanya segelintir oknum yang turun ke lapangan. Namun jumlahnya bertambah hingga ratusan orang.
Mereka mencoba mendekati pemain dan staf pelatih. Terdengar pula suara petasan serta lemparan benda dari arah tribun. Suasana semakin tidak terkendali.
Di tengah kondisi tersebut, Bojan Hodak bersama beberapa pemain, termasuk Kurzawa, berupaya menenangkan massa. Bojan terlihat mengangkat tangan dan memberi isyarat agar suporter kembali ke tribun.
Sayangnya, imbauan itu tidak sepenuhnya diindahkan. Setelah upaya meredam situasi tidak membuahkan hasil, para pemain akhirnya masuk ke ruang ganti dengan pengawalan ketat petugas keamanan.
Bojan menegaskan bahwa kericuhan hanya melibatkan kelompok kecil suporter. Ia menyebut sekitar 29.900 penonton lainnya justru memberikan dukungan luar biasa sepanjang pertandingan.
“Ada mungkin sekitar 100 orang bahkan kurang yang merusak semuanya. Itu tidak adil bagi mayoritas suporter yang sudah mendukung dengan baik,” tegasnya.
Andre Jung: Sulit Bermain dengan 10 Pemain
Striker Persib, Andre Jung, juga menyampaikan kekecewaannya. Ia sepakat dengan pelatih bahwa tim tampil baik di babak pertama.
Namun kartu merah mengubah jalannya pertandingan. “Tidak mudah bermain 11 melawan 10. Kami sudah mencoba segalanya, tapi itu tidak cukup,” ujarnya.
Andre juga menolak berkomentar panjang soal wasit. Ia menilai kegagalan lolos tak lepas dari performa di leg pertama yang berada di bawah standar.
Nasib Adam Przybek Berakhir Lebih Cepat
Di sisi lain, kiper asing Persib, Adam Przybek, dipastikan tidak akan tampil lagi hingga akhir musim 2025/2026. Ia dicoret dari daftar pemain asing untuk putaran kedua Super League karena kuota sudah penuh.
Przybek memang hanya didaftarkan untuk kompetisi Asia. Dengan gugurnya Persib di ACL2, otomatis musimnya berakhir lebih cepat.
Kiper asal Wales itu mengaku kecewa, namun menerima keputusan pelatih. Ia juga mendapat izin pulang ke negaranya untuk menghadiri pemakaman sang nenek.
“Ini sepak bola. Saya frustrasi, tapi harus menerima keputusan pelatih,” katanya.
Setelah urusan keluarga selesai, Przybek berencana kembali ke Bandung untuk menyelesaikan kontraknya bersama Persib.
Fokus ke Super League
Kini Persib harus mengalihkan fokus ke kompetisi domestik. Bojan menilai kegagalan di Asia menjadi pelajaran berharga bagi tim.
Meski kecewa, ia melihat sisi positif dari performa babak pertama leg kedua. Menurutnya, jika mampu menjaga konsistensi seperti itu di Super League, peluang meraih hasil maksimal tetap terbuka.
Insiden bobotoh kejar wasit usai Persib gugur tentu menjadi catatan penting. Dukungan luar biasa mayoritas suporter diharapkan tetap menjadi kekuatan utama Maung Bandung, tanpa tercoreng oleh ulah segelintir oknum.
Editor : Axsha Zazhika