Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Skandal GBLA Bikin Persip Bandung Terancam Sanksi AFC, Bojan Hodak Murka dan Manajemen Siapkan Blacklist Oknum Suporter

Axsha Zazhika • Minggu, 22 Februari 2026 | 12:05 WIB

Skandal GBLA Bikin Persip Bandung Terancam Sanksi AFC, Bojan Hodak Murka dan Manajemen Siapkan Blacklist Oknum Suporter
Skandal GBLA Bikin Persip Bandung Terancam Sanksi AFC, Bojan Hodak Murka dan Manajemen Siapkan Blacklist Oknum Suporter

BLITAR
- Persip Bandung terancam sanksi AFC usai insiden memalukan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dalam laga AFC Champions League 2. Aksi oknum suporter yang melakukan pitch invasion hingga menendang fotografer membuat nama besar Maung Bandung kembali jadi sorotan di level Asia.

Isu Persip Bandung terancam sanksi AFC langsung mencuat setelah laga melawan Ratsaburi FC berakhir panas. Kekalahan yang menggagalkan langkah ke perempat final AFC Champions League 2 berubah menjadi polemik lebih besar akibat tindakan anarkis segelintir penonton.

Manajemen pun bergerak cepat. Ancaman sanksi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) bukan perkara sepele. Jika terbukti melanggar regulasi disiplin, Persip Bandung terancam sanksi AFC berupa denda besar hingga hukuman laga tanpa penonton.

Baca Juga: Lindsey Vonn Cedera ACL Tapi Ngotot Tampil di Olimpiade Musim Dingin 2026, Tetap Optimistis Turun di Downhill Milano Cortina

Ancaman Denda Miliaran Rupiah

Mengacu pada Pasal 67 AFC Disciplinary and Ethics Code, klub tuan rumah bertanggung jawab atas perilaku suporternya. Potensi denda disebut bisa mencapai 100.000 dolar AS atau sekitar Rp1,6 miliar.

Nominal tersebut tentu bukan angka kecil. Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk memperkuat skuad musim depan terancam habis hanya untuk membayar konsekuensi ulah oknum.

Selain denda finansial, hukuman pertandingan tertutup (behind closed doors) juga menjadi momok. Jika dijatuhi sanksi tersebut, puluhan ribu Bobotoh yang selama ini setia mendukung di stadion harus menanggung akibatnya.

Baca Juga: Daftar Lengkap Cabang Winter Olympics 2026 Milan Cortina, dari Speed Skating hingga Ski Mountaineering yang Debut Perdana

Pitch Invasion dan Kekerasan terhadap Fotografer

Insiden bermula ketika sejumlah oknum turun ke lapangan usai pertandingan. Situasi makin memanas saat salah satu oknum terekam menendang fotografer yang sedang menjalankan tugasnya.

Aksi tersebut menuai kecaman luas, baik dari komunitas suporter dewasa maupun publik sepak bola nasional. Banyak yang menilai tindakan itu sebagai sabotase terhadap perjuangan klub di level Asia.

Di media sosial, gelombang kritik mengalir deras. Bobotoh sendiri menyerukan agar pelaku di-blacklist seumur hidup dari GBLA dan diproses secara hukum atas dugaan penganiayaan terhadap kru media.

Manajemen PT Persip Bandung Bermartabat (PBB) dikabarkan tengah mengumpulkan bukti rekaman CCTV stadion. Teknologi face recognition disebut akan digunakan untuk mengidentifikasi pelaku dan memblokir akses mereka ke stadion.

Bojan Hodak: 29 Ribu Suporter Luar Biasa, 100 Orang Merusak

Pelatih Persip, Bojan Hodak, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Dalam konferensi pers, ia memuji dukungan sekitar 29 ribu penonton yang menciptakan atmosfer kelas dunia.

Namun, ia mengecam keras sekitar 100 orang yang turun ke lapangan dan mencoreng nama klub.

“Dukungan hari ini luar biasa. Tapi saya muak melihat sekelompok kecil orang yang merasa lebih besar dari klub ini,” tegas pelatih asal Kroasia tersebut.

Menurut Hodak, perjuangan di AFC Champions League 2 seharusnya menjadi kebanggaan bersama. Bukan justru berubah menjadi bumerang akibat tindakan emosional yang tak terkendali.

Kontroversi Wasit Majed Alsamrani

Selain kericuhan di tribun, sorotan juga tertuju pada kepemimpinan wasit asal Arab Saudi, Majed Alsamrani. Keputusan kartu merah langsung tanpa peninjauan VAR yang memadai dan gol yang dianulir memicu protes keras.

Manajemen Persip dikabarkan tengah mengkaji kemungkinan melaporkan inkonsistensi wasit ke AFC. Namun, polemik wasit tak boleh mengalihkan fokus dari persoalan internal yang kini lebih mendesak.

Fokus Bangun Kekuatan Baru

Di tengah ancaman sanksi, manajemen tetap bergerak menyusun rencana besar musim depan. Nama striker Afrika, Ibrahim Yalatif Diabate, mencuat sebagai target utama untuk memperkuat lini depan.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa Persip tak ingin sekadar tampil di Asia, tetapi membangun skuad dengan mentalitas juara. Apalagi, kontribusi Persip di AFC Champions League 2 turut mengangkat koefisien Indonesia sehingga mendapat dua slot di ACL2 musim depan.

Kini, Persip Bandung berada di persimpangan. Di satu sisi, mereka menuai apresiasi atas kontribusi di level Asia. Di sisi lain, ancaman sanksi AFC membayangi akibat ulah segelintir oknum.

Baca Juga: Daftar Pemain Timnas Indonesia Era John Herdman Terungkap, Formasi 3-4-2-1 Jadi Andalan untuk Turnamen Mendatang

Manajemen dan suporter dewasa sepakat: nama besar Maung Bandung terlalu besar untuk dicoreng. Langkah tegas menjadi harga mati demi menjaga marwah klub di mata Asia.

Editor : Axsha Zazhika
#Persip Bandung #gbla #afc champions league 2 #sanksi afc #bojan hodak