Blitar – Marc Marquez MotoGP 2026 disebut masih menjadi pembalap yang sangat sulit dikalahkan oleh para rivalnya. Mantan juara dunia MotoGP Casey Stoner mengungkapkan alasan mengapa pembalap Ducati tersebut tetap tampil dominan meski sempat mengalami banyak cedera serius dalam beberapa musim terakhir.
Memasuki musim keduanya bersama tim pabrikan Ducati pada Marc Marquez MotoGP 2026, pembalap bernomor 93 itu kembali difavoritkan untuk meraih gelar juara dunia. Setelah melewati periode sulit sejak kecelakaan parah di MotoGP 2020, Marquez perlahan bangkit dan kembali menunjukkan performa terbaiknya.
Dominasi Marquez semakin terlihat setelah kepindahannya dari Honda ke Ducati sejak musim 2024. Bersama pabrikan asal Italia itu, pembalap berusia 33 tahun tersebut berhasil mengumpulkan banyak podium dan kemenangan hingga kembali meraih gelar juara dunia.
Pada tes pramusim MotoGP 2026 di Sepang, Malaysia, Marquez langsung menunjukkan performa impresif dengan mencatatkan waktu tercepat pada hari pertama. Hasil tersebut menjadi sinyal kuat bahwa ia masih menjadi ancaman utama bagi para rival.
Casey Stoner Ungkap Kelebihan Marc Marquez
Casey Stoner menilai keunggulan terbesar Marquez terletak pada kemampuannya memaksimalkan potensi yang dimiliki. Menurut mantan pembalap asal Australia tersebut, Marquez mampu mengeluarkan seluruh kemampuan balapnya secara konsisten.
Stoner menyebut banyak pembalap saat ini memiliki kecepatan yang tidak kalah dari Marquez. Namun, mereka dinilai belum mampu memanfaatkan kemampuan tersebut secara maksimal seperti yang dilakukan Marquez.
Menurutnya, faktor itulah yang membuat Marquez tetap unggul dibandingkan para pesaingnya di lintasan. Para rival juga cenderung menganggap Marquez sebagai sosok yang sangat sulit dikalahkan sehingga kehilangan kepercayaan diri saat menghadapi pembalap Ducati tersebut.
Stoner bahkan mengungkapkan bahwa Marquez sebenarnya memiliki kelemahan yang bisa dimanfaatkan oleh pesaingnya. Namun hingga kini belum ada pembalap yang mampu mengeksploitasi celah tersebut secara efektif.
Ia menilai sebagian besar pembalap hanya fokus melihat kehebatan Marquez tanpa mencoba mencari cara untuk mengalahkannya di lintasan.
Yamaha Masih Tertinggal di MotoGP 2026
Sementara itu, pembalap Monster Energy Yamaha Fabio Quartararo mengakui timnya masih tertinggal jauh dari para pesaing pada persiapan MotoGP 2026.
Dalam tes pramusim di Sepang, Quartararo hanya mampu menempati posisi kesembilan dengan selisih waktu cukup jauh dari Marquez. Pembalap asal Prancis itu juga mengalami kendala teknis serta cedera patah jari yang mengganggu persiapannya.
Quartararo menilai mesin V4 terbaru Yamaha masih membutuhkan banyak pengembangan sebelum bisa bersaing dengan Ducati dan pabrikan lain.
Menurutnya, masih banyak sektor yang harus diperbaiki mulai dari traksi, elektronik, daya cengkeram ban hingga tenaga mesin. Ia juga menilai Yamaha masih kesulitan menemukan keseimbangan motor dibandingkan tim-tim lain yang sudah lebih siap.
Meski demikian, Quartararo menegaskan akan tetap fokus memaksimalkan kemampuan yang ada sambil menunggu peningkatan performa dari tim.
Marco Bezzecchi Tetap Waspadai Marquez
Pembalap Aprilia Marco Bezzecchi juga mengakui bahwa Marquez masih menjadi pembalap terkuat menjelang MotoGP 2026. Meski begitu, ia tetap optimistis mampu memberikan perlawanan sepanjang musim.
Bezzecchi baru saja memperpanjang kontraknya dengan Aprilia hingga 2028 dan bertekad memberikan kontribusi terbaik bagi timnya. Pada musim sebelumnya, pembalap asal Italia tersebut tampil cukup konsisten dengan finis di posisi ketiga klasemen akhir.
MotoGP 2026 dijadwalkan dimulai di Sirkuit Buriram, Thailand pada awal Maret mendatang. Banyak pihak memprediksi musim ini akan berlangsung sengit, namun Marc Marquez tetap menjadi kandidat terkuat untuk kembali meraih gelar juara dunia.
Jika melihat performa pramusim dan konsistensinya dalam beberapa tahun terakhir, dominasi Marquez di MotoGP tampaknya masih akan berlanjut pada musim 2026.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh