Blitar – Hasil tes MotoGP Buriram 2026 hari pertama langsung menghadirkan persaingan ketat antar pembalap. Pembalap Ducati Francesco “Pecco” Bagnaia tampil impresif dengan menjadi yang tercepat pada sesi pertama tes pramusim di Sirkuit Chang International Circuit, Buriram, Thailand.
Pada hasil tes MotoGP Buriram 2026 sesi pertama, Bagnaia mencatatkan waktu terbaik 1 menit 29,678 detik. Catatan tersebut menempatkannya di posisi teratas sekaligus menjadi tolok ukur awal performa motor Ducati Desmosedici GP26 menjelang musim baru MotoGP 2026.
Dalam tiga posisi teratas, Bagnaia diikuti Jorge Martin yang kini memperkuat Aprilia Racing dengan selisih waktu 0,135 detik. Sementara posisi ketiga ditempati pembalap Honda Luca Marini yang mencatatkan waktu 1 menit 29,840 detik.
Persaingan di papan atas hasil tes MotoGP Buriram 2026 terlihat sangat ketat. Tercatat tujuh pembalap mampu menembus catatan waktu di kisaran 1 menit 29 detik, menunjukkan bahwa kekuatan antar tim relatif merata pada tahap awal pramusim.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez harus puas berada di posisi kelima dengan waktu 1 menit 29,895 detik. Meski sempat mengalami crash di tikungan lima menjelang akhir sesi, performa pembalap Ducati tersebut tetap terlihat kompetitif.
Bagnaia Tunjukkan Sinyal Kebangkitan
Catatan waktu tercepat yang diraih Bagnaia menjadi indikasi kuat bahwa ia kembali menemukan ritme terbaiknya setelah musim sebelumnya. Pembalap Ducati itu mencetak waktu terbaik pada lap ke-26, yang menunjukkan kestabilan performa sejak awal sesi.
Hasil ini juga menjadi sinyal positif bagi Ducati bahwa pengembangan Desmosedici GP26 berjalan sesuai harapan. Motor baru tersebut terlihat mampu memberikan respons yang baik sejak tahap pengujian awal.
Di belakang Bagnaia, Jorge Martin tampil cukup meyakinkan bersama Aprilia. Adaptasi pembalap asal Spanyol tersebut dinilai berjalan positif setelah mampu langsung bersaing di papan atas.
Sementara itu, kejutan datang dari Honda melalui Luca Marini yang mampu menembus posisi tiga besar. Hasil ini menunjukkan perkembangan signifikan dari motor RC213V yang sebelumnya kesulitan bersaing di papan atas.
Persaingan Ketat di Barisan Tengah
Selain Bagnaia dan Martin, sejumlah pembalap lain juga menunjukkan performa yang cukup kompetitif. Alex Marquez dari tim Gresini Racing menempati posisi keempat dengan catatan waktu 1 menit 29,869 detik.
Marc Marquez berada tepat di belakangnya di posisi kelima. Meski belum menjadi yang tercepat, pembalap Ducati tersebut tetap dianggap sebagai kandidat kuat juara dunia MotoGP 2026.
Pedro Acosta dari Red Bull KTM Factory Racing menempati posisi keenam dengan waktu 1 menit 29,952 detik. Sedangkan Franco Morbidelli melengkapi tujuh besar setelah mencatatkan waktu 1 menit 29,980 detik.
Di papan tengah, Marco Bezzecchi membawa Aprilia ke posisi kedelapan disusul Brad Binder di posisi kesembilan dan Raul Fernandez di posisi kesepuluh.
Beberapa pembalap yang menjalani adaptasi dengan tim baru juga mulai menunjukkan perkembangan. Toprak Razgatlioglu yang memperkuat Yamaha masih berada di posisi ke-21, sementara Ai Ogura menempati posisi ke-12.
Fokus Tim Masih pada Pengembangan Motor
Meski catatan waktu cukup menarik perhatian, sesi pertama tes pramusim ini lebih difokuskan pada pengembangan motor dibandingkan mengejar waktu tercepat.
Mayoritas tim menggunakan sesi awal untuk menentukan base setup motor. Para pembalap menjalani run pendek sekitar empat hingga lima lap guna membandingkan komponen aerodinamika baru, distribusi bobot, serta respons sasis.
Selain itu, tim juga menguji ritme balap atau race pace melalui long run menggunakan ban bekas. Metode ini digunakan untuk mengetahui daya tahan ban dan kestabilan motor dalam simulasi balapan.
Baru pada akhir sesi, tim melakukan time attack menggunakan ban baru untuk mengukur potensi maksimal motor dalam kondisi kualifikasi.
Dengan kondisi lintasan yang panas mencapai suhu sekitar 31 derajat Celsius, sesi pertama tes MotoGP Buriram 2026 lebih difokuskan pada kalibrasi awal.
Peta kekuatan sebenarnya diperkirakan baru akan terlihat lebih jelas pada sesi berikutnya ketika tim mulai menjalankan simulasi balapan penuh dan pengujian paket aerodinamika final.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh