Blitar – Veda Ega Pratama menjadi sorotan setelah resmi bergabung dengan Honda Team Asia untuk musim balap 2026. Pembalap muda asal Gunungkidul tersebut digadang-gadang sebagai talenta terbaik Indonesia yang berpeluang besar mencetak sejarah di ajang Grand Prix.
Kehadiran Veda Ega Pratama disebut sebagai bagian penting dari proyek panjang Honda Team Asia dalam melahirkan juara dunia dari kawasan Asia.
Sejak berdiri pada 2013, Honda Team Asia memiliki misi besar menemukan pembalap berbakat dari Asia yang mampu bersaing di level dunia.
Kini, Veda Ega Pratama dianggap sebagai kandidat paling kuat untuk melanjutkan tradisi pembalap Asia yang sukses di lintasan balap internasional.
Selama puluhan tahun, balap Grand Prix sepeda motor didominasi pembalap asal Spanyol dan Italia. Bagi pembalap Asia, menembus barisan depan bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga perjuangan menghadapi sistem kompetisi yang berpusat di Eropa.
Melalui Honda Team Asia, peluang tersebut mulai terbuka, termasuk bagi Veda Ega Pratama yang kini menjadi harapan baru Indonesia.
Honda Team Asia Bangun Sistem Sejak 2013
Honda Team Asia didirikan dengan dukungan penuh Honda dan Idemitsu. Tim ini dipimpin mantan juara dunia kelas 250 cc Hiroshi Aoyama yang memahami betul tantangan pembalap Asia di kompetisi Eropa.
Misi utama tim ini adalah mencari “The Next Hero” dari Asia. Honda Team Asia tidak hanya mencari pembalap bermodal besar, tetapi pembalap dengan keberanian dan bakat alami.
Sistem pembinaan dilakukan secara berjenjang, mulai dari Asia Talent Cup hingga ke kejuaraan dunia. Program ini telah melahirkan sejumlah pembalap berkualitas yang mampu bersaing di level internasional.
Dari Indonesia sendiri, beberapa nama pernah masuk jalur pembinaan Honda Team Asia, seperti Dimas Ekky Pratama, Andi Farid Izdihar, dan Mario Suryo Aji. Kini, tongkat estafet tersebut berada di tangan Veda Ega Pratama.
Dominasi di Asia Talent Cup
Veda Ega Pratama mulai menarik perhatian sejak tampil luar biasa di Asia Talent Cup 2023. Ia tidak sekadar meraih gelar juara, tetapi juga mendominasi sepanjang musim.
Pembalap asal Gunungkidul itu mencatat sembilan kemenangan dari 12 balapan. Hasil tersebut menunjukkan level kompetitif yang berbeda dibandingkan para rivalnya.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki pembalap muda dengan potensi besar untuk bersaing di kejuaraan dunia.
Ujian sesungguhnya datang ketika Veda tampil di Red Bull MotoGP Rookies Cup, kompetisi yang dikenal sebagai tempat lahirnya calon bintang MotoGP.
Banyak pihak sempat meragukan kemampuan adaptasinya, terutama karena harus balapan di sirkuit Eropa dengan karakter berbeda dan cuaca lebih dingin.
Namun Veda justru mampu tampil kompetitif dan secara konsisten bersaing di grup depan bersama pembalap-pembalap muda terbaik dari Spanyol dan Italia.
Target Rookie of The Year Moto3 2026
Musim 2026 menjadi langkah penting dalam karier Veda setelah bergabung dengan skuad Moto3 Honda Team Asia. Keputusan tersebut disebut sebagai strategi langsung dari Hiroshi Aoyama yang membutuhkan pembalap berpotensi juara.
Pada musim debutnya ini, Veda tidak lagi dipandang sebagai pembalap yang hanya belajar. Dengan pengalaman di Rookies Cup, ekspektasi terhadapnya sangat tinggi.
Ia diprediksi menjadi kandidat kuat perebutan gelar Rookie of The Year Moto3 2026.
Hasil tes pramusim di Sirkuit Jerez menunjukkan adaptasi cepat Veda terhadap motor Honda NSF250RW. Kemampuan beradaptasi tersebut menjadi salah satu indikator kesiapan menghadapi musim balap penuh.
Honda Team Asia sendiri telah membuktikan diri bukan sekadar tim pelengkap di Grand Prix. Tim ini dikenal sebagai tempat pembinaan pembalap Asia menuju level juara dunia.
Setelah keberhasilan pembalap seperti Ai Ogura dan Somkiat Chantra, kini perhatian tertuju pada Veda Ega Pratama sebagai generasi berikutnya.
Banyak pengamat meyakini Veda bisa menjadi pembalap Indonesia pertama yang mampu bersaing secara konsisten di grup tengah bahkan menembus barisan depan Grand Prix.
Jika mampu memenuhi ekspektasi tersebut, peluang melihat Merah Putih berkibar di podium tertinggi balap motor dunia akan semakin terbuka.
Perjalanan Veda Ega Pratama kini menjadi harapan baru bagi masa depan pembalap Indonesia di ajang Grand Prix.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh