Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

John Hertman Resmi Pimpin Timnas Indonesia 2026, Seleksi Ketat & Skuad Garuda Siap Bangkit di FIFA Series

Ingge Nayla Ayu Karina • Senin, 23 Februari 2026 | 16:40 WIB

Timnas Indonesia 2026 di bawah John Hertman siap bangkit dengan seleksi ketat dan skuad Garuda penuh ambisi di FIFA Series.
Timnas Indonesia 2026 di bawah John Hertman siap bangkit dengan seleksi ketat dan skuad Garuda penuh ambisi di FIFA Series.

 

 

RADAR BLITAR - Timnas Indonesia menghadapi babak baru di bawah asuhan pelatih anyar, John Hertman.

Gebrakan awalnya menekankan seleksi ketat dan performa aktual pemain, meninggalkan era lama di mana nama besar atau status naturalisasi tidak lagi otomatis menjamin tempat di skuad Garuda.

Baca Juga: Skuad Timnas Indonesia FIFA Series Segera Diumumkan, PSSI Tegas Tak Tambah Naturalisasi dan Isu Kekerasan Pemain Liga 1 Mengemuka

Hertman langsung menyusun peta strategi sejak hari pertama.

Turun ke BRI Super League 2025-2026 dan Pegadaian Championship, ia memantau performa pemain lokal, sementara lawatan ke Eropa memastikan para pemain diaspora tetap sejalan dengan visi pelatih.

Nama-nama seperti Kevin Dick di Borussia Mönchengladbach dan Jay Idzatih di Italia mendapat perhatian khusus.

 

Dalam persiapan FIFA Series 2026 yang berlangsung 23–31 Maret, Hertman melakukan seleksi ketat.

Dari 18 pemain naturalisasi era sebelumnya, enam pemain diprediksi tidak masuk rencana tim, termasuk Elkan Bagat, Tom High, dan Rafael Struk.

Alasan utama adalah cedera, minim menit bermain, atau sanksi kompetisi.

Sementara itu, 12 pemain tampil konsisten di Eropa menjadi pondasi utama skuad Garuda yang lebih solid dan kompetitif.

 

Agenda FIFA Series menjadi panggung pembuktian bagi keputusan berani ini.

Pertandingan melawan St.

Kids and Navis pada 27 Maret, serta laga pamungkas menghadapi pemenang Bulgaria atau Kepulauan Salomon pada 31 Maret, bukan sekadar uji coba.

Hertman ingin membangun fondasi tim jangka panjang yang menekankan ritme bermain, konsistensi performa, dan kompetisi internal yang sehat.

 

Di level U-17, Timnas Indonesia juga menunjukkan dinamika menarik.

Kekalahan 0-7 dari China belum menghapus bayang-bayang ancaman bagi lawan.

Media Vietnam menyoroti potensi ancaman Garuda muda di Piala AFF U-17 2026.

Perubahan pelatih ke Kurniawan Dwi Yulianto membuka peluang strategi baru dan penguatan mental pemain muda menjelang Piala Asia U-17 dan Piala Dunia U-17 2026.

 

Selain itu, kontroversi naturalisasi di Asia Tenggara menyoroti peran Erik Tohir.

Tuduhan media Malaysia terhadap keterlibatan Ketua Umum PSSI dalam pelaporan pemain naturalisasi Malaysia memantik reaksi berbeda, dengan media Vietnam merasa nama baiknya dipulihkan.

Kasus ini kini berada di pengadilan arbitrase olahraga (KAS), dengan putusan final dijadwalkan 26 Februari.

Publik menanti keputusan resmi untuk mengakhiri spekulasi dan mengembalikan fokus ke lapangan.

 

Era manajer lama, Sumarji, meninggalkan warisan campur aduk.

Dari medali emas SEA Games hingga sanksi berat FIFA, perjalanan kariernya di timnas Indonesia penuh prestasi sekaligus kontroversi.

Sanksi maksimal 20 pertandingan internasional dan denda R24 juta mencatatkan babak gelap, sementara pengorbanannya di SEA Games 2023 menunjukkan loyalitas terhadap pemain dan Merah Putih.

 

Hertman juga menekankan integritas dan profesionalisme.

Semua pemain harus siap tampil sesuai performa, tidak peduli reputasi atau status sebelumnya.

Pendekatan meritokratis ini mengubah atmosfer internal tim, meningkatkan kompetisi internal, dan memacu motivasi setiap individu.

 

Perubahan struktur kepelatihan turut diperkuat dengan keterlibatan analis Zikri Lazwardi, Nova Arianto, dan Sofi Imam Faisal.

Pendekatan holistik ini mencakup pemantauan kompetisi domestik, penguatan pemain diaspora, serta seleksi jangka panjang untuk FIFA Series dan turnamen internasional berikutnya.

 

Hertman percaya, kesuksesan bukan soal wacana, tetapi tindakan nyata.

Setiap latihan menjadi panggung membuktikan diri, setiap pertandingan peluang menunjukkan kualitas.

Dukungan publik, disiplin, dan konsistensi menjadi faktor penentu apakah fondasi timnas Indonesia bisa membawa Garuda kembali berjaya di kancah Asia dan dunia.

Editor : Anggi Septian A.P.
#John Herdman #Timnas Indonesia 2026 #skuad garuda #FIFA series 2026 #Naturaliasi pemain