BLITAR - Aloy Junior petinju Inggris yang dijuluki The Animal tengah menjadi sorotan di divisi cruiserweight. Dengan gaya bertarung buas, tekanan tanpa henti, dan rasio KO yang tinggi, Aloy Junior disebut-sebut sebagai calon raja baru kelas penjelajah.
Nama Aloy Junior petinju Inggris ini mencuri perhatian publik tinju setelah mencatat rekor 10 kemenangan dan 1 kekalahan, dengan 9 di antaranya berakhir KO. Statistik tersebut membuatnya dikenal sebagai salah satu prospek paling berbahaya di divisi cruiserweight Eropa.
Lahir di Kamerun dengan nama Aloy Yumbi, ia menemukan takdir tinjunya di Inggris. Sejak usia tujuh tahun, ia sudah terobsesi menjadi petinju setelah menonton video Mike Tyson di YouTube. Dari situlah mimpi besar dimulai, meniru gerakan di halaman sekolah hingga akhirnya benar-benar naik ring.
Karier Amatir dan Awal Profesional
Sebagai petinju amatir, Aloy Junior mencatat 21 pertarungan dengan 17 kemenangan. Ia meraih empat gelar London dan dua kejuaraan nasional. Bahkan, ia pernah mewakili Inggris di ajang internasional dan berhadapan dengan Moses Itauma. Meski kalah angka, ia kemudian membalas dengan kemenangan saat menggantikan Itauma melawan tim nasional Irlandia.
Memasuki usia 16 tahun, Junior mulai berlatih dan sparring dengan nama-nama besar seperti Daniel Dubois, Joshua Buatsi, dan Lawrence Okolie. Dari sanalah gaya profesionalnya terbentuk: agresif, eksplosif, dan tanpa rasa takut.
Namun debut profesionalnya pada November 2021 tidak berjalan mulus. Dengan pemberitahuan hanya lima jam, ia menghadapi petinju Polandia tak terkalahkan, Mikel Soinski. Junior sempat jatuh hanya dalam 30 detik pertama. Meski akhirnya kalah tipis satu poin, keberaniannya justru mengundang simpati dan membuat promotor Frank Warren memberinya kontrak lima tahun.
Mesin KO di Divisi Cruiserweight
Kekalahan itu menjadi titik balik. Pada pertarungan keduanya di York Hall, 11 Maret 2022, Junior mencetak KO brutal di ronde pertama atas Tayar Mehmedov. Kombinasi kiri ke badan dan kanan ke kepala mengakhiri laga hanya 15 detik sebelum ronde usai.
Sejak saat itu, reputasi Aloy Junior petinju Inggris sebagai mesin KO mulai terbentuk. Pawel Strikowski hanya bertahan satu ronde sebelum dihujani pukulan bertubi-tubi. Jiri Krejci tumbang dalam 38 detik lewat pukulan ke tubuh. Born Chik dan Eric Nazarian juga bernasib sama, tak mampu bertahan dari badai serangan cepatnya.
Di Wembley Arena, Junior kembali menunjukkan dominasinya dengan kemenangan cepat atas Milosav Savic. Hook kiri keras dan pukulan kanan khasnya ke dagu membuat lawan tak berdaya.
Ujian Gelar dan Mental Baja
Ujian sesungguhnya datang saat ia memperebutkan gelar IBO Continental Cruiserweight yang lowong melawan Oronzo Birardi. Untuk pertama kalinya, Junior menghadapi perlawanan serius hingga 10 ronde.
Ia sempat mengalami luka robek dan kehilangan momentum di beberapa ronde awal. Namun memasuki ronde keenam, Junior meningkatkan tekanan, memperbaiki akurasi jab, dan kembali menguasai pertarungan. Para juri akhirnya memberi kemenangan mutlak untuknya.
Kemenangan tersebut membuktikan bahwa ia bukan sekadar petinju dengan power besar, tetapi juga memiliki stamina dan mentalitas juara.
Gelar Commonwealth dan Ambisi Jadi Raja
Puncaknya terjadi pada 24 Mei 2025 di OVO Hydro Glasgow saat ia menghadapi David Jamieson untuk memperebutkan gelar Commonwealth cruiserweight yang lowong. Sejak ronde pertama, Junior langsung menekan tanpa kompromi.
Jamieson dua kali jatuh sebelum akhirnya KO di ronde ketiga akibat hook kiri keras ke rahang. Kemenangan ini mempertegas reputasinya sebagai salah satu petinju paling ganas di divisi cruiserweight.
Dengan rekor 10-1 (9 KO), Aloy Junior petinju Inggris kini secara terbuka menyatakan ambisinya menjadi raja cruiserweight dunia. Ia percaya dirinya ditakdirkan untuk berada di puncak.
Gaya agresif, kontrol ring yang matang, serta kekuatan menghancurkan membuat banyak pengamat menilai ia punya semua modal menjadi juara dunia. Pertanyaannya kini, siapa yang mampu menghentikan laju The Animal?
Jika konsisten dan terus berkembang, bukan tidak mungkin nama Aloy Junior akan sejajar dengan para juara besar dunia tinju dalam beberapa tahun ke depan.
Editor : Anggi Septian A.P.