BLITAR - Alexander Usyk resmi mencatat sejarah sebagai juara dunia kelas berat tak terbantahkan setelah menumbangkan Tyson Fury dalam duel penentuan yang mengguncang dunia tinju. Kemenangan itu bukan sekadar soal sabuk, tetapi penanda berakhirnya era panjang dominasi nama-nama besar seperti Wladimir Klitschko, Anthony Joshua, dan Deontay Wilder.
Perjalanan menuju status juara dunia kelas berat tak terbantahkan ini berlangsung dramatis selama hampir satu dekade. Dimulai dari runtuhnya kekuasaan Wladimir Klitschko pada 2015 hingga lahirnya generasi baru raja kelas berat yang silih berganti.
Alexander Usyk menjadi klimaks dari estafet berdarah tersebut. Petinju asal Ukraina itu membuktikan bahwa teknik, kecerdasan, dan disiplin mampu mengalahkan ukuran tubuh dan kekuatan mentah di divisi paling brutal dalam dunia tinju.
Runtuhnya Dinasti Klitschko
Wladimir Klitschko membangun kekuasaan hampir 10 tahun lamanya. Dari 2006 hingga 2015, ia mempertahankan sabuk WBA Super, WBO, dan IBF tanpa tergoyahkan. Namun pada 28 November 2015 di Dusseldorf, segalanya berubah.
Tyson Fury datang dengan gaya tak lazim. Bergerak lincah bak petinju kelas menengah meski bertubuh raksasa, Fury merusak ritme Klitschko dan menang angka mutlak. Sabuk dunia berpindah tangan tanpa KO, tetapi dampaknya mengguncang peta kelas berat.
Sayangnya, Fury tersandung masalah depresi, doping, dan inaktivitas. Gelarnya dicopot. Divisi kelas berat kembali terpecah.
Lahirnya Era Anthony Joshua
Sabuk IBF yang kosong diperebutkan Charles Martin dan Vyacheslav Glazkov. Martin menang TKO akibat cedera lutut lawannya. Namun status juaranya tak bertahan lama.
Anthony Joshua, peraih emas Olimpiade 2012, datang dan merobohkan Martin dengan KO telak di London. Sejak saat itu, Joshua menjelma ikon baru tinju Inggris.
Puncaknya terjadi pada 29 April 2017 saat Joshua menghadapi Klitschko di Wembley. Duel generasi itu berakhir dramatis. Joshua sempat dijatuhkan, namun bangkit dan menghentikan Klitschko lewat TKO ronde ke-11. Ia resmi menguasai IBF dan WBA Super.
Joshua kemudian menambah sabuk WBO usai menang angka atas Joseph Parker pada 2018. Tiga gelar dunia berada di tangannya.
Namun kejutan datang pada 1 Juni 2019 di Amerika Serikat. Andy Ruiz Jr, petinju bertubuh tambun, menjatuhkan Joshua empat kali dan merebut gelarnya. Dunia gempar. Meski Joshua membalas dalam rematch di Arab Saudi lewat kemenangan angka, aura tak terkalahkannya telah retak.
Wilder vs Fury: Trilogi Brutal
Sementara itu, Deontay Wilder mempertahankan sabuk WBC dengan 10 kali defense beruntun sejak 2015. Dikenal dengan kekuatan KO satu pukulan, Wilder menjadi momok kelas berat.
Tyson Fury kembali dari keterpurukan dan menantangnya pada 2018. Laga pertama berakhir imbang kontroversial setelah Fury bangkit dari knockdown brutal.
Pada duel kedua, Fury tampil dominan dan menghentikan Wilder lewat TKO ronde ketujuh. Pertarungan ketiga pada 2021 menjadi perang terbuka. Keduanya saling menjatuhkan sebelum Fury memastikan kemenangan KO ronde ke-11.
Fury kini memegang WBC dan kembali menjadi pusat perhatian.
Alexander Usyk Mengguncang Segalanya
Di tengah dominasi para raksasa, Alexander Usyk naik dari divisi cruiserweight tanpa banyak gembar-gembor. Namun ia membawa sesuatu yang berbeda: footwork presisi, kecerdasan taktik, dan stamina luar biasa.
Pada 2021, Usyk menantang Anthony Joshua. Ia menang angka mutlak dan merebut WBA Super, IBF, serta WBO. Dalam rematch, Usyk kembali menang lewat split decision. Joshua tak mampu menembus pertahanan dan ritme sang petinju Ukraina.
Tinggal satu sabuk tersisa, WBC milik Tyson Fury.
Pertarungan penyatuan gelar akhirnya terjadi di Arab Saudi. Duel berlangsung teknis dan intens. Di ronde kesembilan, Usyk hampir menjatuhkan Fury. Setelah 12 ronde, ia dinyatakan menang split decision.
Alexander Usyk resmi menjadi juara dunia kelas berat tak terbantahkan pertama sejak era Lennox Lewis.
Dalam laga ulang, Fury datang lebih siap. Namun Usyk tetap unggul secara kontrol ring dan presisi pukulan. Ia kembali menang angka dan mempertahankan keempat sabuk.
Akhir Era, Awal Legenda
Dari runtuhnya dinasti Klitschko, kebangkitan Joshua, keganasan Wilder, hingga kebangkitan Fury, semua bermuara pada satu nama: Alexander Usyk.
Juara dunia kelas berat tak terbantahkan itu membuktikan bahwa divisi ini bukan hanya tentang ukuran dan kekuatan, tetapi karakter dan kecerdasan.
Kini, sejarah mencatat bab baru. Dan di puncak tertinggi divisi paling bergengsi tinju dunia, berdiri seorang maestro dari Ukraina: Alexander Usyk.
Editor : Anggi Septian A.P.