Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Rian Garcia Bikin Geger! Dari Dicibir Petinju Sosial Media hingga Tumbangkan Devin Haney Tiga Kali, Ini Kisah Lengkapnya

Anggi Septian A.P. • Selasa, 24 Februari 2026 | 19:00 WIB

Rian Garcia Bikin Geger! Dari Dicibir Petinju Sosial Media hingga Tumbangkan Devin Haney Tiga Kali, Ini Kisah Lengkapnya
Rian Garcia Bikin Geger! Dari Dicibir Petinju Sosial Media hingga Tumbangkan Devin Haney Tiga Kali, Ini Kisah Lengkapnya
 

BLITAR - Nama Rian Garcia kembali menjadi perbincangan dunia tinju setelah penampilannya yang sensasional saat menghadapi Devin Haney. Sosok yang dulu kerap dicibir sebagai “petinju sosial media” itu kini membungkam kritik dengan aksi brutal di atas ring. Rian Garcia bahkan sukses menjatuhkan Devin Haney hingga tiga kali dalam satu pertarungan yang penuh kontroversi.

Rian Garcia bukan nama baru di dunia tinju profesional. Lahir di California pada 8 Agustus 1998, ia tumbuh dalam keluarga berdarah Meksiko yang kuat memegang budaya leluhur. Sejak usia tujuh tahun, Rian sudah mengenal dunia tinju di bawah bimbingan ayahnya, Henry Garcia, mantan petinju profesional.

Rekor Amatir Mentereng, Julukan “The Flash”

Karier amatir Rian Garcia terbilang gemilang. Ia mengoleksi 215 kemenangan dan hanya 15 kekalahan. Pada 2016, ia menjalani debut profesionalnya dan langsung mencuri perhatian dengan kemenangan knockout yang impresif.

Kecepatan tangan dan refleksnya yang luar biasa membuatnya dijuluki “The Flash”. Julukan itu bukan tanpa alasan. Dalam banyak pertarungan, Rian Garcia kerap mengakhiri laga di ronde awal berkat kombinasi pukulan cepat dan presisi tinggi.

Promotor ternama Golden Boy Promotions yang didirikan Oscar De La Hoya pun langsung mengontraknya. Di bawah naungan promotor besar tersebut, Garcia meraih sembilan kemenangan beruntun, tujuh di antaranya lewat knockout.

Namun, popularitasnya di media sosial justru menjadi bumerang. Dengan jutaan pengikut dan wajah yang karismatik, Rian Garcia lebih dulu dikenal sebagai selebritas digital sebelum diakui sebagai petinju elite. Banyak yang meremehkannya dan menyebutnya sekadar “influencer boxer”.

Bungkam Kritik Lewat KO Cepat

Keraguan publik mulai runtuh saat Rian Garcia menghancurkan Romero Duno hanya dalam 98 detik. Ia terus membuktikan kualitasnya dengan mengalahkan nama-nama seperti Luke Campbell, Javier Fortuna, dan Oscar Duarte.

Namun ujian berat datang ketika ia menghadapi Gervonta “Tank” Davis pada April 2023. Dalam laga yang sangat dinanti itu, Rian Garcia harus menelan kekalahan pertama dalam karier profesionalnya setelah tumbang akibat pukulan ke arah liver.

Kekalahan tersebut sempat memicu konflik dengan promotor Golden Boy. Bahkan muncul isu bahwa Garcia akan bergabung dengan manajemen Floyd Mayweather. Situasi semakin panas karena di luar ring, tingkah lakunya mulai kontroversial.

Baca Juga: Kisah Fahri Abdul Rashid: Rela Merogoh Kocek Dalam demi Koleksi Jersey Persib, Punya Edisi Langka 1995 hingga Sutiono!

Persona “Joker” dan Kontroversi Mental

Menjelang pertarungan melawan Devin Haney, Rian Garcia tampil dengan persona baru yang ia sebut sebagai “Joker”. Ia membuat klaim sensasional di media sosial, berbicara tentang penculikan oleh sekte misterius hingga menunjukkan perilaku tak biasa dalam wawancara dan konferensi pers.

Ia bahkan gagal memenuhi batas berat badan kelas super ringan dengan kelebihan 1,49 kilogram dan harus membayar denda besar. Banyak pihak menganggap Rian Garcia mengalami gangguan mental, terlebih ia sempat mengakui tekanan mental akibat ketenaran dan masalah rumah tangga.

Namun belakangan, Garcia mengungkapkan bahwa semua tingkah “gila” tersebut hanyalah strategi pemasaran untuk mendongkrak perhatian publik terhadap pertarungannya.

Tiga Kali Jatuhkan Devin Haney

Puncaknya terjadi saat duel melawan Devin Haney, juara tak terkalahkan dengan tiga sabuk kelas ringan. Banyak yang meragukan peluang Garcia, tetapi di atas ring ia tampil solid dan disiplin.

Rian Garcia sukses menjatuhkan Devin Haney sebanyak tiga kali. Meski keputusan juri akhirnya memenangkan Garcia dengan angka mayoritas, banyak pihak menilai ia layak menang mutlak.

Sayangnya, karena gagal memenuhi berat badan, Garcia tidak berhak merebut sabuk juara. Meski begitu, ia tetap meraih keuntungan besar, termasuk kemenangan taruhan pribadi yang disebut mencapai 10 juta dolar AS.

Kini, Rian Garcia telah membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar petinju media sosial. Ia adalah kombinasi teknik mumpuni di dalam ring dan persona superstar di luar ring. Popularitasnya yang luar biasa membuatnya tetap menjadi magnet dalam dunia tinju profesional.

Pertanyaannya kini, siapa lawan berikutnya yang pantas menghadapi Rian Garcia?

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#tinju dunia #Gervonta Davis #Rian Garcia #Devin Haney #Golden Boy Promotions