Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ryan Garcia Bukan Sekadar Petinju TikTok: Kisah Depresi, Nyaris Bunuh Diri hingga Dihantam Isu Doping

Anggi Septian A.P. • Selasa, 24 Februari 2026 | 19:20 WIB

Ryan Garcia Bukan Sekadar Petinju TikTok: Kisah Depresi, Nyaris Bunuh Diri hingga Dihantam Isu Doping
Ryan Garcia Bukan Sekadar Petinju TikTok: Kisah Depresi, Nyaris Bunuh Diri hingga Dihantam Isu Doping

BLITAR - Ryan Garcia kerap dicap sebagai “petinju TikTok” atau petinju Instagram karena wajah tampan dan jutaan pengikut media sosialnya. Namun di balik sorotan dan komentar pedas, Ryan Garcia menyimpan kisah kelam tentang depresi hingga nyaris bunuh diri. Cerita ini bukan sekadar tentang kemenangan dan kekalahan di atas ring, tetapi perang mental yang jarang terlihat publik.

Sejak awal karier profesionalnya, Ryan Garcia melesat cepat menjadi bintang muda tinju dunia. Popularitasnya tak hanya dibangun lewat kemenangan KO, tetapi juga lewat eksistensinya di media sosial. Hal itu justru menjadi bumerang. Banyak yang meragukan kemampuannya dan menyebutnya hanya mengandalkan tampang.

Padahal, Ryan Garcia membuktikan dirinya bukan sekadar selebritas ring. Pada 2021, ia menghadapi petinju elit Inggris, Luke Campbell. Di ronde kedua, Garcia untuk pertama kalinya dalam karier profesionalnya dijatuhkan. Publik mulai meragukan mentalnya. Namun di ronde ketujuh, ia membalas dengan pukulan body shot keras yang membuat Campbell KO. Kemenangan itu menjadi salah satu momen paling menentukan dalam karier Ryan Garcia.

Puncak Karier dan Awal Keretakan Mental

Alih-alih terus melaju, Ryan Garcia justru menghilang setelah kemenangan besar tersebut. Ia membatalkan sejumlah pertarungan dan mengaku mengalami depresi berat, serangan panik, serta anxiety. Di saat namanya sedang naik daun, ia memilih mundur untuk menyelamatkan kesehatan mentalnya.

Keputusan itu menuai cibiran. Ia disebut lemah, cengeng, hingga mencari perhatian. Namun Garcia menegaskan bahwa dirinya bukan robot. Ia manusia yang bisa rapuh di tengah tekanan popularitas dan ekspektasi tinggi.

Isu kesehatan mental dalam dunia olahraga profesional memang sering terabaikan. Dalam kasus Ryan Garcia, tekanan sebagai bintang muda, sorotan media sosial, dan ekspektasi publik menjadi beban tersendiri. Ia bahkan mengungkap pernah berada di titik tergelap dalam hidupnya.

Kekalahan dari Gervonta Davis

Setelah kembali ke ring, Ryan Garcia menghadapi ujian berat melawan Gervonta “Tank” Davis pada 2023. Laga tersebut sangat dinanti dan menjadi pembuktian apakah ia benar-benar petinju elite.

Garcia akhirnya kalah setelah terkena pukulan keras ke arah tubuh. Kekalahan itu memicu kembali kritik publik. Ia dianggap belum siap menghadapi level tertinggi. Bahkan ketika isu rematch muncul, sebagian orang menilainya sebagai langkah mencari panggung.

Meski demikian, Ryan Garcia tidak berhenti. Ia tetap berlatih, tetap aktif, dan berusaha membangun kembali reputasinya.

Kemenangan atas Devin Haney dan Isu Doping

Pada 2024, Ryan Garcia kembali mencuri perhatian setelah menang TKO atas Devin Haney. Kemenangan itu seolah menjadi jawaban atas semua keraguan. Ia tampil agresif dan percaya diri.

Namun euforia tersebut tak bertahan lama. Muncul isu doping yang membuat namanya kembali dihujat. Dunia tinju kembali mempertanyakan integritasnya. Kontroversi demi kontroversi membuat citra Ryan Garcia semakin kompleks.

Di mata sebagian orang, ia adalah petinju penuh drama. Namun bagi pendukungnya, Ryan Garcia adalah simbol keteguhan. Ia tetap berdiri di tengah badai kritik, baik soal performa, mental health, maupun isu di luar ring.

Simbol Perjuangan di Balik Sorotan

Ryan Garcia memang bukan petinju sempurna. Kariernya dipenuhi naik turun, kontroversi, dan tekanan mental. Namun justru di situlah letak daya tariknya. Ia tampil apa adanya, mengakui kelemahan, dan berbicara terbuka soal depresi.

Di dunia tinju yang identik dengan ego dan citra kuat tanpa cela, Garcia menunjukkan sisi rapuh seorang atlet. Ia membuktikan bahwa menjadi petarung bukan hanya soal pukulan, tetapi juga soal bertahan dari tekanan psikologis.

Kisah Ryan Garcia menjadi pengingat bahwa pahlawan tidak selalu menang di setiap pertarungan. Terkadang, kemenangan terbesar adalah tetap berjalan meski mental terasa hancur.

Kini, masa depan Ryan Garcia masih menjadi tanda tanya. Apakah ia mampu kembali ke puncak dan membungkam kritik? Atau justru kontroversi akan terus membayangi langkahnya?

Yang jelas, di balik label “petinju TikTok”, tersimpan cerita tentang perjuangan melawan diri sendiri. Dan bagi banyak orang, itu jauh lebih berat daripada duel 12 ronde di atas ring.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#Gervonta Davis #doping #Devin Haney #depresi #ryan garcia