Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Marco Bezzecchi Pecahkan Rekor di MotoGP Buriram 2026, Aprilia Guncang Ducati dan Marc Marquez Terkendala Fisik

Axsha Zazhika • Rabu, 25 Februari 2026 | 19:50 WIB

Marco Bezzecchi Pecahkan Rekor di MotoGP Buriram 2026, Aprilia Guncang Ducati dan Marc Marquez Terkendala Fisik
Marco Bezzecchi Pecahkan Rekor di MotoGP Buriram 2026, Aprilia Guncang Ducati dan Marc Marquez Terkendala Fisik
 

BLITAR - Marco Bezzecchi pecahkan rekor di MotoGP Buriram 2026 pada hari kedua tes pramusim di Sirkuit Chang, Thailand. Catatan waktunya tak hanya menggeser rekor lama milik Ducati, tetapi juga mengirim sinyal kuat bahwa Aprilia siap menjadi penantang serius musim ini.

Dalam sesi latihan bebas penutup hari kedua, Bezzecchi sukses mencatatkan waktu 1 menit 28,668 detik. Angka tersebut mematahkan all time record sebelumnya yang dipegang Francesco Bagnaia dengan 1 menit 28,700 detik pada 2024. Rekor baru ini sekaligus menegaskan performa impresif motor Aprilia RS-GP generasi terbaru.

Bezzecchi Raja Baru Buriram

Performa Bezzecchi sepanjang hari kedua konsisten di papan atas. Dalam kombinasi waktu terbaik (combine practice), pembalap Aprilia itu menjadi yang tercepat. Ia unggul atas Ai Ogura, Marc Marquez, hingga Francesco Bagnaia.

Menariknya, hanya lima pembalap yang mampu menembus tembok 1 menit 28 detik. Mereka adalah Marco Bezzecchi, Ai Ogura, Marc Marquez, Francesco Bagnaia, dan Alex Marquez. Fakta ini memperlihatkan bahwa persaingan papan atas mulai mengerucut pada nama-nama tersebut.

Aprilia sendiri tampil sangat solid. Selain cepat dalam time attack, mereka juga kuat dalam simulasi balapan. Bezzecchi melakukan 20 lap dengan rata-rata waktu stabil di kisaran 1 menit 30,4 detik. Konsistensi ini menunjukkan manajemen ban dan degradasi yang jauh lebih terkendali.

Ogura pun tak kalah mengejutkan. Pembalap yang kerap disebut sebagai “layer kedua” itu mencatat 1 menit 28,765 detik—sangat dekat dengan rekor Ducati musim lalu.

Baca Juga: Misi Hidup Mati Inter Milan vs Bodo Glimt: Butuh Keajaiban di San Siro, Chivu Yakin Comeback Dramatis!

Marc Marquez Terkendala Kondisi Fisik

Di tengah sorotan performa Aprilia, Marc Marquez justru menghadapi kendala fisik. Pembalap Ducati itu dilaporkan terserang virus pada hari pertama tes sehingga kondisi tubuhnya belum sepenuhnya pulih di hari kedua.

Meski sempat mencatat 1 menit 28,836 detik pada sesi pagi, Marquez tidak mampu tampil maksimal pada sore hari. Ia juga mengalami tiga kali crash. Dua di antaranya disebut akibat hilang konsentrasi, yang diduga berkaitan dengan kondisi fisiknya yang belum prima.

Dalam simulasi balapan, Marquez memilih mundur lebih awal. Ia mengakui long run menjadi tantangan terbesar saat fisik tidak 100 persen. Namun secara teknis, ia tidak mengeluhkan Ducati GP26 dan merasa motor sudah cukup kompetitif.

Baca Juga: Berita Voli Terbaru: Pelatih Petrokimia Alessandro Lodi Remehkan Megawati Hangestri, Sebut JPE Bakal Kalah Mudah di Sentul!

Ducati Tetap Mengancam

Francesco Bagnaia menunjukkan sinyal positif. Ia mengaku feeling bagian depan motor kini lebih baik saat pengereman keras. Distribusi bobot dan pengembangan elektronik disebut menjadi kunci peningkatan tersebut.

Meski kalah dalam catatan waktu dari Bezzecchi, Bagnaia tetap konsisten di papan atas. Bahkan Marquez menyebut Bagnaia dan Bezzecchi sebagai kandidat kuat juara di Thailand.

Alex Marquez pun masuk lima besar combine practice, menegaskan dominasi Ducati masih sangat solid.

Baca Juga: Geger Proliga 2026: Yolla Yuliana Dikabarkan Pisah dari Jakarta Livin Mandiri, Megawati Hangestri Beri Respons Berkelas!

KTM dan Honda Meningkat, Yamaha Masih Berat

Pedro Acosta menjadi kabar baik bagi KTM. Ia menyebut RC16 terbaru memiliki feel lebih natural, grip lebih baik, serta konsumsi ban yang tidak lagi boros. Namun ia mengakui KTM masih perlu peningkatan untuk menandingi Ducati dan Aprilia secara konsisten.

Honda menunjukkan progres melalui Joan Mir dan Luca Marini. Keduanya memuji peningkatan kelincahan dan pengereman. Meski begitu, gap sekitar 0,3–0,4 detik per lap masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Situasi berbeda dialami Yamaha. Fabio Quartararo, Alex Rins, hingga Toprak Razgatlioglu kesulitan bersaing. Masalah utama disebut terletak pada kurangnya tenaga mesin dan traksi belakang. Bahkan Rins mengaku sempat frustrasi saat mencoba mengejar motor di depannya.

Baca Juga: Hasil Manchester United vs Everton 1-0: Cesco Jadi Pahlawan, MU Tembus 4 Besar Premier League!

Pertarungan Aprilia vs Ducati?

Dari data time attack dan simulasi balapan, indikasi kuat menunjukkan persaingan utama MotoGP 2026 akan terjadi antara Aprilia dan Ducati. Bezzecchi tampil sebagai “king of Buriram”, sementara Ducati tetap punya kedalaman skuad yang solid.

Namun tes pramusim belum sepenuhnya mencerminkan hasil balapan. Time attack berbeda dengan simulasi race yang menuntut konsistensi dan pengelolaan ban.

Satu hal yang pasti, Marco Bezzecchi pecahkan rekor di MotoGP Buriram 2026 menjadi peringatan serius bagi para rival. Jika tren ini berlanjut, musim ini bisa menjadi panggung kebangkitan Aprilia sekaligus ancaman nyata bagi dominasi Ducati.

Editor : Anggi Septian A.P.
#MotoGP Buriram 2026 #Marco Bezzecchi #Aprilia RS-GP #francesco bagnaia #marc marquez