Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Resmi ! John Hertman Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Coach Justin Bongkar Realita Level, Gaji, dan Target Piala Asia 2027

Muhamad Ahsanul Wildan • Jumat, 27 Februari 2026 | 14:50 WIB

John Hertman resmi jadi pelatih Timnas Indonesia. Ini analisis Coach Justin soal level, gaya main, dan target Piala Asia 2027.
John Hertman resmi jadi pelatih Timnas Indonesia. Ini analisis Coach Justin soal level, gaya main, dan target Piala Asia 2027.

BLITAR KAWENTAR - John Hertman resmi diumumkan sebagai pelatih Timnas Indonesia.

Penunjukan pelatih anyar ini langsung memantik reaksi publik, mulai dari rasa penasaran hingga skeptisisme.

Nama John Hertman memang belum sepopuler pelatih-pelatih Eropa papan atas, namun PSSI menilai sosok ini realistis dengan kondisi dan level sepak bola Indonesia saat ini.

Dalam program Doncast, pengamat sepak bola Justinus Laksana atau Coach Justin menegaskan bahwa publik perlu memahami konteks besar di balik penunjukan John Hertman sebagai pelatih Timnas Indonesia.

“Netizen selalu minta pelatih papan atas. Itu tidak realistis. Dari sisi gaji kita tidak mampu. Kedua, kualitas pemain kita juga harus disesuaikan,” tegas Coach Justin.

Realita Level Pelatih dan Pemain

Menurut Coach Justin, sepak bola adalah sinergi antara kualitas pelatih dan pemain. Jika pemain berada di level tiga atau empat, maka pelatih yang datang pun harus realistis berada di level yang sama.

John Hertman adalah pelatih asal Inggris yang sebelumnya menangani tim nasional Kanada dan Selandia Baru, baik tim pria maupun wanita.

Ia sukses membawa Kanada tampil atraktif di Piala Dunia 2022 meski akhirnya tersingkir.

“Kanada mainnya sangat atraktif, tapi agak naif dalam bertahan. Itu bukan sepenuhnya salah pelatih, tapi kembali ke kualitas pemain,” jelasnya.

Gaya bermain Hertman disebut pragmatis dan realistis. Data menunjukkan penguasaan bola Kanada di bawah asuhannya hanya sekitar 48 persen, bahkan turun menjadi 41 persen saat melawan tim besar.

Bagi Coach Justin, angka tersebut justru menunjukkan pendekatan realistis.

“Timnas tidak perlu pegang bola 70–80 persen. Kita bukan Brasil atau Spanyol. Yang penting hasil,” katanya.

Baca Juga: FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Bersiap Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan Sen Kids & Nevis, John Hartman Optimis Raih Kemenangan

Plus Bahasa Inggris dan Komunikasi

Salah satu keunggulan John Hertman adalah kemampuan komunikasi. Ia fasih berbahasa Inggris, yang menjadi bahasa utama di internal Timnas Indonesia, terutama karena mayoritas pemain inti merupakan diaspora yang bermain di Eropa.

“Direct communication itu penting. Sepak bola bukan hanya taktik, tapi juga manajemen ruang ganti,” ujar Coach Justin.

Ia juga mengapresiasi langkah Hertman yang diklaim sudah berbicara dengan sekitar 60 pemain dalam sebulan terakhir. Langkah ini dinilai positif sebagai upaya memahami karakter dan kebutuhan tim.

Namun tantangan terbesar bukan hanya soal taktik, melainkan mentalitas dan adaptasi dengan atmosfer sepak bola Indonesia.

“Tekanan publik Indonesia luar biasa. Bisa jadi blessing, bisa jadi curse,” kata Coach Justin, mengutip pernyataan Hertman.

Ujian Sesungguhnya di Piala Asia 2027

Target realistis bagi John Hertman adalah Piala Asia 2027. Dengan waktu persiapan hampir satu tahun, pelatih Timnas Indonesia itu dinilai punya cukup waktu membangun filosofi dan sistem permainan.

“Parameter dia jelas di Piala Asia. Minimal perempat final. Kalau tidak masuk, sulit bicara Piala Dunia,” tegas Coach Justin.

Ia juga mengingatkan publik untuk tidak terburu-buru menghakimi dalam tiga pertandingan awal, terutama di FIFA Match Day Maret mendatang. Waktu persiapan yang mepet membuat hasil instan sulit dijadikan tolok ukur.

“Jangan nilai dari dua atau tiga laga awal. Beri waktu minimal setengah tahun,” ujarnya.

Adaptasi dan Tantangan Ekosistem

Berbeda dengan pelatih sebelumnya, John Hertman diminta menetap di Indonesia agar bisa memahami kultur sepak bola Asia, termasuk karakter pemain lokal.

Menurut Coach Justin, adaptasi menjadi kunci.

“Dia harus turun langsung, lihat liga, komunikasi dengan pelatih klub. Jangan hanya dengar orang,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa kemajuan liga bukan tanggung jawab langsung pelatih timnas, tetapi sinergi federasi, klub, dan manajemen kompetisi.

Dengan ranking FIFA Indonesia yang masih di kisaran 120, ekspektasi publik dinilai harus lebih realistis.

“Kita ini bukan negara ranking 10. Jangan berharap seperti Brasil,” sindirnya.

Meski begitu, peluang tetap terbuka. Apalagi format Piala Dunia kini diperluas, memberi kesempatan lebih besar bagi negara tier tiga dan empat untuk bermimpi.

Kini, semua mata tertuju pada John Hertman. Apakah ia mampu menjawab tantangan dan membawa Timnas Indonesia melangkah lebih jauh ? Waktu akan menjadi hakimnya.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#John Hertman #Coach Justin #pelatih timnas indonesia #PSSI #piala asia 2027