TRENGGALEK NJENGGELEK - Komposisi staf kepelatihan Timnas Indonesia di bawah komando John Hartman akhirnya terungkap.
Empat nama resmi diumumkan mendampingi pelatih anyar skuad Garuda tersebut jelang agenda FIFA Series Maret mendatang.
Kehadiran 4 asisten John Hartman di Timnas Indonesia ini menjadi sorotan karena memadukan pelatih lokal berpengalaman dengan tenaga asing spesialis sport performance.
Komposisi ini disebut sesuai dengan permintaan Hartman yang ingin menggabungkan kekuatan lokal dan internasional demi peningkatan performa tim.
Empat asisten John Hartman di Timnas Indonesia tersebut adalah Nova Arianto sebagai asisten pelatih, Sofi Imam sebagai pelatih fisik, Zikri Lazardi sebagai video analis, dan Cesar Melan sebagai kepala performa fisik.
Masing-masing memiliki latar belakang dan rekam jejak yang tak bisa dianggap remeh.
Nova Arianto, Asisten Lokal Berprestasi
Nama Nova Arianto dipilih langsung oleh John Hartman setelah melalui proses wawancara.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumarji, membenarkan penunjukan mantan bek Persib Bandung tersebut.
Nova bukan wajah baru di lingkungan Timnas Indonesia. Ia pernah menjadi asisten di era Shin Tae-yong dan terlibat dalam momen bersejarah saat Indonesia lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Karier kepelatihannya terbilang menanjak. Ia sukses membawa Timnas U-17 melaju hingga perempat final Piala Asia U-17 2025 dan mengamankan tiket Piala Dunia U-17. Prestasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan kuat Hartman menunjuknya.
Namun, posisi Nova belum sepenuhnya aman. Ia disebut hanya mendampingi Hartman untuk FIFA Series Maret karena masih memiliki tanggung jawab sebagai pelatih Timnas U-20.
Sofi Imam, Spesialis Fisik Berpengalaman
Sofi Imam dipercaya sebagai pelatih fisik dalam jajaran 4 asisten John Hartman di Timnas Indonesia.
Pria asal Situbondo ini memiliki lisensi AFC Fitness Level 2A dan 2B serta pengalaman di sejumlah klub Liga 1 dan Liga Malaysia.
Ia pernah bekerja di Sabah FC Malaysia mendampingi Kurniawan Dwi Yulianto. Di level timnas, Sofi sudah malang melintang mulai dari timnas putri hingga kelompok usia putra.
Perannya berbeda dengan Cesar Melan. Sofi fokus pada pelaksanaan program latihan fisik seperti gym, pemanasan, serta peningkatan kekuatan dan daya tahan pemain.
Zikri Lazardi, Analis Muda Lulusan Barcelona
Sosok paling muda dalam 4 asisten John Hartman di Timnas Indonesia adalah Zikri Lazardi.
Usianya baru 28 tahun, tetapi reputasinya sebagai video analis sudah diakui banyak pihak.
Lulusan Teknik Geodesi dan Geomatika ITB itu memiliki sertifikasi Performance Analysis Level 2 dari PFSA Inggris.
Ia juga pernah menempuh program di Barcelona Innovation Hub pada 2020 sebagai analis taktik sepak bola.
Zikri pernah bekerja di Sulut United, Persipura Jayapura, Persis Solo, hingga Persija Jakarta.
Kemampuannya dalam menyederhanakan data kompleks menjadi analisis taktik yang mudah dipahami membuatnya direkomendasikan ke timnas.
Cesar Melan, Kepercayaan Lama Hartman
Nama terakhir adalah Cesar Melan, sosok yang sudah lama bekerja bersama John Hartman di Timnas Putri Kanada. Kolaborasi keduanya membuahkan medali perunggu Olimpiade 2012 dan 2016.
Melan memiliki latar belakang akademis kuat di bidang sport performance, dengan gelar master hingga doktor di bidang strength and conditioning. Ia pernah dinobatkan sebagai ilmuwan olahraga terbaik Kanada pada 2021.
Di Timnas Indonesia, Melan menjabat sebagai kepala performa fisik. Tugasnya lebih strategis, yakni menganalisis kondisi pemain, berkoordinasi dengan tim medis, dan melaporkan kesiapan skuad kepada Hartman.
Hanya Sementara untuk FIFA Series ?
Meski susunan 4 asisten John Hartman di Timnas Indonesia sudah diumumkan, status mereka belum tentu permanen.
Sejumlah laporan menyebut formasi ini masih bersifat sementara untuk kebutuhan FIFA Series Maret.
Nova Arianto disebut hanya dikontrak sementara. Sementara Sofi Imam dan Zikri Lazardi juga masih dalam tahap evaluasi.
Peluang terbesar untuk bertahan ada pada Cesar Melan karena merupakan paket kerja bersama Hartman.
FIFA Series menjadi ajang pembuktian bagi seluruh staf. Jika performa tim meningkat dan hasil positif diraih, bukan tidak mungkin PSSI mempertahankan komposisi ini untuk agenda berikutnya, termasuk Kualifikasi Piala Dunia dan Piala AFF.
Kini publik menanti, apakah racikan 4 asisten John Hartman di Timnas Indonesia mampu membawa Garuda terbang lebih tinggi atau justru akan terjadi bongkar pasang setelah Maret nanti.
Editor : Anggi Septian A.P.