BLITAR KAWENTAR - Seri pembuka Grand Prix Thailand menghadirkan tekanan besar bagi dua nama besar MotoGP.
Marc Marquez dan Francesco Bagnaia sama-sama mengakui belum tampil maksimal pada hari pertama MotoGP Thailand 2026.
Marquez terlihat kesulitan sejak sesi latihan bebas pertama. Meski mampu finis kedua di catatan waktu akhir, ia mengaku belum nyaman mengendalikan motor Ducati-nya.
Cedera bahu yang masih dalam tahap pemulihan membuat kekuatan fisiknya belum kembali seperti musim lalu.
“Saya kesulitan mengemudi sesuai keinginan saya. Ini masalah fisik,” kata Marquez.
Beberapa kali ia melebar dan mengalami selip ban belakang, situasi yang jarang terjadi saat ia dalam kondisi prima.
Bagnaia, “Itu Kesalahan Saya”
Bagnaia pun tak jauh berbeda. Ia secara terbuka mengakui kesalahan strategi pada sesi latihan.
Terburu-buru mengubah setting motor saat cuaca mendung justru membuatnya kehilangan arah.
“Saya tidak tidur nyenyak dan kami salah mengambil keputusan,” ujarnya jujur.
Meski begitu, ia menilai motor musim ini memiliki peningkatan signifikan dalam hal pengereman dan stabilitas. Ia optimistis bisa bangkit pada sesi berikutnya.
Bezzecchi Pecahkan Rekor
Di tengah inkonsistensi para juara, Marco Bezzecchi justru tampil superior. Ia memecahkan rekor lintasan Buriram dengan waktu 1 menit 28,526 detik dan unggul hampir 0,4 detik dari Marquez.
Performa ini memperkuat posisi Aprilia sebagai penantang serius musim ini. Bezzecchi bahkan sudah menjadi yang tercepat saat tes pramusim di lintasan yang sama.
Walau demikian, ia menolak jemawa dan tetap menyebut Marquez sebagai favorit berkat pengalaman serta mental juaranya.
Faktor Cuaca dan Strategi
Cuaca menjadi elemen krusial dalam MotoGP Thailand 2026. Angin kencang dan gerimis memaksa pembalap mengubah titik pengereman hingga 50 meter lebih lambat di beberapa sektor.
Strategi pergantian ban juga menjadi perjudian besar. Bezzecchi mengakui memilih melakukan time attack lebih awal karena khawatir hujan turun lebih deras.
Persaingan Musim 2026 Diprediksi Ketat
Hari pertama MotoGP Thailand 2026 memperlihatkan gambaran awal persaingan musim ini.
Aprilia menunjukkan kecepatan mentah yang impresif, sementara Ducati masih mencari keseimbangan optimal bagi pembalapnya.
Namun seperti ditegaskan Marquez, kejuaraan tidak dimenangkan di seri pertama. Tekanan memang nyata, tetapi pengalaman dan konsistensi akan berbicara sepanjang musim.
Apakah Bezzecchi mampu mempertahankan momentum? Ataukah Marquez dan Bagnaia akan membalikkan keadaan ?
Jawabannya akan terungkap dalam sprint race dan balapan utama yang dipastikan berlangsung sengit.
Editor : Anggi Septian A.P.