BLITAR KAWENTAR - Moto3 Thailand 2026 menghadirkan kejutan dari pembalap muda Indonesia, Feda Ega Pratama.
Pada sesi FP1 di Chang International Circuit, Feda menunjukkan mental kuat dengan lonjakan dramatis dari posisi ke-11 ke peringkat kedua sebelum akhirnya menutup sesi di urutan keenam.
Persaingan Moto3 Thailand 2026 sejak awal memang brutal. Sirkuit Buriram yang teknikal membuat para rider harus presisi dalam pengereman sekaligus agresif saat akselerasi. Papan waktu berubah cepat, selisih antar pembalap hanya sepersekian detik.
Feda sempat berada di posisi ke-10 dan turun ke P11 ketika waktu tersisa 12 menit. Di momen itu, banyak rookie biasanya mulai panik dan melakukan kesalahan. Namun Feda justru menunjukkan kedewasaan balap.
Time Attack yang Mengubah Segalanya
Lima menit terakhir menjadi titik balik. Dengan perhitungan matang, Feda memanfaatkan slipstream dan mencatatkan lap bersih yang membawanya langsung ke posisi kedua. Ia hanya terpaut sangat tipis dari Alvaro Carpe yang saat itu memimpin.
Atmosfer makin panas ketika Adrian Fernandez membukukan 1 menit 41,202 detik dan merebut posisi teratas.
Joel Kelso serta David Almansa ikut merangsek ke depan. Feda pun terdorong ke P5 dan akhirnya P6 hingga sesi usai.
Namun posisi keenam di Moto3 Thailand 2026 bukan sekadar angka. Bertahan di grup depan Moto3 berarti memiliki pace yang nyata, bukan sekadar keuntungan slipstream sesaat.
Sinyal Indonesia Punya Rider Kompetitif
Yang membuat publik bangga adalah cara Feda mengelola tekanan. Ia tidak overpush saat turun posisi, tetapi membangun ritme sebelum melakukan time attack di momen krusial. Ini menunjukkan kombinasi kecepatan dan kecerdasan strategi.
Di kelas Moto3, konsistensi dan timing sangat menentukan. Jika mampu menjaga tren positif seperti di FP1 Moto3 Thailand 2026, Feda berpeluang rutin menembus Q2 bahkan start dari barisan depan.
Optimisme pun mengiringi langkahnya menuju sesi kualifikasi dan balapan. Modal P6 dengan sempat menyentuh P2 menjadi bukti bahwa ia tak sekadar numpang lewat.
Indonesia kini punya pembalap yang mampu menempel rider-rider Eropa di lintasan teknikal seperti Buriram.
Akhir pekan masih panjang, tetapi satu hal sudah jelas: Feda Ega Pratama datang ke Moto3 Thailand 2026 bukan sebagai pelengkap. Ia datang untuk bersaing.