BLITAR KAWENTAR - Hasil imbang yang diraih Persija Jakarta saat menghadapi Borneo FC kembali memicu perbincangan di kalangan pendukung.
Laga yang seharusnya bisa berakhir dengan kemenangan bagi Macan Kemayoran justru kembali menghadirkan situasi “deja vu”, di mana keunggulan di akhir pertandingan gagal dipertahankan.
Dalam pertandingan tersebut, Persija Jakarta sebenarnya tampil cukup dominan dan menciptakan sejumlah peluang emas.
Bahkan sejak babak pertama, beberapa peluang berbahaya hampir saja mengubah jalannya pertandingan.
Namun sejumlah faktor non-teknis hingga kesalahan kecil membuat Persija gagal mengunci kemenangan.
Hasil imbang melawan Borneo FC itu juga menimbulkan sorotan terkait kualitas teknologi sepak bola di Liga Indonesia, khususnya terkait belum digunakannya goal line technology.
Peluang Persija Terbuang di Babak Pertama
Sejak awal pertandingan, Persija tampil agresif. Beberapa peluang emas tercipta, terutama di babak pertama yang diperkirakan mencapai empat hingga lima kesempatan mencetak gol.
Salah satu peluang terjadi saat Gustavo Almeida melakukan cut inside dan memberikan umpan ke sisi kanan.
Bola sebenarnya sudah berada di posisi yang ideal bagi Maxwell untuk menyelesaikan peluang. Namun bola memantul tidak sempurna dari rumput sehingga sulit dikontrol.
Situasi tersebut membuat peluang emas itu terbuang sia-sia. Padahal jika dimanfaatkan dengan baik, Persija bisa saja unggul lebih cepat dan mengontrol jalannya pertandingan.
Gol Persija akhirnya tercipta lewat skema serangan yang diawali dari sisi sayap. Umpan silang Doni Tri Pamungkas berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Gustavo Almeida untuk membawa Persija unggul.
Performa Doni Tri juga menjadi sorotan dalam pertandingan tersebut. Kehadiran pesaing baru di posisinya justru tidak membuat mentalnya menurun.
Sebaliknya, ia tampil semakin percaya diri dan menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pemain yang layak berada di tim utama.
Gol Spektakuler Fabio Calone
Selain gol pertama, Persija juga sempat mencetak gol indah melalui tendangan jarak jauh Fabio Calone.
Gol tersebut bahkan disebut-sebut berpotensi menjadi salah satu kandidat gol terbaik bulan ini.
Tendangan keras dari luar kotak penalti membuat kiper Borneo tidak mampu mengantisipasi bola yang meluncur cepat ke gawang.
Sayangnya, keunggulan Persija tidak bertahan lama. Borneo FC mampu menyamakan kedudukan lewat gol jarak jauh yang juga sulit dijangkau oleh kiper Andritany Ardhiyasa.
Gol tersebut menjadi titik balik permainan. Persija yang seharusnya bermain lebih tenang justru terus menekan, sehingga pertahanan mereka menjadi lebih terbuka.
Situasi inilah yang kemudian dimanfaatkan Borneo untuk menciptakan peluang dan akhirnya menyamakan skor.
Kontroversi Bola di Garis Gawang
Selain jalannya pertandingan, ada satu momen yang juga menjadi perbincangan. Bola sempat terlihat sejajar dengan garis gawang Persija dalam sebuah situasi krusial.
Namun tidak ada kepastian apakah bola tersebut sudah melewati garis atau belum.
Hal ini kembali memunculkan kritik terhadap sistem teknologi yang digunakan di Liga Indonesia.
Saat ini kompetisi memang sudah menggunakan VAR (Video Assistant Referee), tetapi belum dilengkapi dengan goal line technology.
Padahal teknologi tersebut dinilai lebih mendasar untuk memastikan apakah bola sudah melewati garis gawang atau belum.
Di banyak kompetisi besar dunia, goal line technology bahkan sudah digunakan sebelum penerapan VAR.
Teknologi tersebut menggunakan sensor pada bola serta kamera khusus yang langsung memberikan notifikasi kepada wasit jika bola melewati garis gawang.
Persaingan Juara Masih Terbuka
Meski gagal meraih kemenangan, hasil imbang ini tidak terlalu merugikan Persija dalam persaingan papan atas klasemen.
Pasalnya, dua rival utama mereka yaitu Persib Bandung dan Borneo FC juga tidak mampu meraih kemenangan pada pekan yang sama.
Saat ini Persib masih memimpin klasemen dengan 54 poin, disusul Persija Jakarta dengan 51 poin dan Borneo FC dengan 50 poin.
Persija bahkan masih memiliki keuntungan satu pertandingan lebih banyak dibanding dua rivalnya tersebut.
Dengan kondisi tersebut, peluang Persija untuk bersaing dalam perebutan gelar juara masih terbuka lebar.
Para pendukung pun tetap memberikan dukungan kepada para pemain agar tetap menjaga semangat dan fokus dalam menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.
Editor : Anggi Septian A.P.