Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dimas Saputra Gabung Jakarta LavAni di Proliga 2026, Tapi Bhayangkara Presisi Masih Jadi Ancaman Besar di Final Four

Muhamad Ahsanul Wildan • Jumat, 6 Maret 2026 | 18:15 WIB

Dimas Saputra resmi gabung Jakarta LavAni jelang Final Four Proliga 2026. Namun Bhayangkara Presisi masih jadi ancaman utama.
Dimas Saputra resmi gabung Jakarta LavAni jelang Final Four Proliga 2026. Namun Bhayangkara Presisi masih jadi ancaman utama.

BLITAR KAWENTAR - Kedatangan Dimas Saputra ke Jakarta LavAni menjelang Final Four Proliga 2026 menjadi salah satu kabar paling ramai dibicarakan di dunia voli Indonesia.

Pemain yang berposisi sebagai opposite hitter tersebut resmi bergabung untuk memperkuat LavAni dalam perebutan gelar juara musim ini.

Namun, meski kedatangan Dimas Saputra dianggap menambah kekuatan tim, banyak pengamat menilai peluang Jakarta LavAni di Proliga 2026 belum tentu langsung meningkat secara signifikan.

Ada sejumlah faktor yang membuat persaingan menuju gelar juara masih sangat terbuka.

LavAni Tambah Amunisi Baru

Masuknya Dimas Saputra melengkapi komposisi pemain LavAni yang sudah cukup solid sejak fase reguler.

Sebagai pemain yang pernah membela klub tersebut sebelumnya, Dimas diharapkan mampu memberikan kontribusi besar di sektor serangan.

Pengalamannya bermain di berbagai kompetisi nasional membuatnya dianggap memiliki kualitas dan mental bertanding yang matang.

Namun waktu adaptasi menjadi persoalan utama. Final Four Proliga 2026 dijadwalkan berlangsung pada April, sehingga waktu persiapan Dimas bersama tim diperkirakan hanya sekitar satu bulan.

Dalam waktu singkat tersebut, ia harus mampu menyesuaikan diri dengan pola permainan dan strategi yang diterapkan pelatih.

Posisi Inti Belum Tentu Aman

Selain soal adaptasi, tantangan lain datang dari persaingan internal tim.

LavAni saat ini memiliki pemain asing di posisi opposite hitter, yakni Nato.

Dalam kompetisi Proliga, pemain asing biasanya menjadi pilihan utama pelatih karena dianggap memiliki kualitas dan pengalaman internasional.

Kondisi ini membuat Dimas Saputra harus bersaing keras jika ingin mendapatkan posisi inti.

Meski demikian, kemampuan Dimas sebagai salah satu opposite berpengalaman di Indonesia tetap menjadi nilai plus bagi tim.

Bayangkara Presisi Bisa Jadi Penentu

Ancaman terbesar LavAni di Final Four kemungkinan masih datang dari Jakarta Bhayangkara Presisi.

Tim tersebut dikenal memiliki strategi khusus menjelang fase penentuan, yakni merekrut pemain asing kelas dunia.

Tradisi itu sudah terbukti beberapa musim terakhir.

Pada Proliga 2025 misalnya, Bhayangkara berhasil menjadi juara setelah mendatangkan Leo Leiva dan Kell Russell.

Kehadiran dua pemain tersebut membuat kekuatan tim meningkat drastis saat memasuki Final Four.

Jika pola yang sama kembali terjadi pada Proliga 2026, maka LavAni harus bersiap menghadapi lawan yang jauh lebih kuat dibanding fase reguler.

Persaingan Juara Masih Terbuka

Selain LavAni dan Bhayangkara Presisi, beberapa tim lain seperti Garuda Jaya dan Surabaya Samator juga berpotensi memberikan kejutan.

Format Final Four membuat setiap tim memiliki peluang yang sama untuk melaju ke partai puncak.

Karena itu, konsistensi permainan dan strategi pelatih akan menjadi faktor yang sangat menentukan.

Tambahan Dimas Saputra memang memberikan opsi baru bagi LavAni di sektor serangan.

Namun dalam kompetisi seketat Proliga, satu pemain saja tidak cukup untuk menjamin gelar juara.

Dengan rival-rival kuat yang juga terus berbenah, perebutan trofi Proliga 2026 dipastikan akan berlangsung sengit hingga pertandingan terakhir.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#Bhayangkara Presisi #final four proliga #Jakarta LavAni #proliga 2026 #dimas saputra