BLITAR – Musim MotoGP 2026 resmi dimulai dengan seri pembuka di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, yang berlangsung pada 27 Februari hingga 1 Maret 2026. Balapan pembuka ini menjadi titik awal persaingan sengit menuju gelar juara dunia musim ini.
Setelah rangkaian tes pramusim yang menarik perhatian penggemar, para pembalap kini bersiap menjalani akhir pekan balapan pertama dengan ambisi besar masing-masing.
Salah satu sorotan utama tentu tertuju pada Marc Marquez, yang datang sebagai juara bertahan sekaligus kandidat kuat untuk kembali merebut gelar juara dunia.
Marc Marquez Incar Gelar Kedelapan
Marc Marquez memasuki MotoGP 2026 dengan target besar, yakni mempertahankan gelar sekaligus meraih gelar juara dunia kedelapan sepanjang kariernya di kelas utama.
Meski pramusim di Buriram tidak berjalan sepenuhnya mulus, Marquez tetap optimistis menghadapi musim baru. Ia sempat mengalami tiga kali kecelakaan selama sesi tes pramusim, yang juga dikaitkan dengan kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya optimal.
Namun tim Ducati tetap tenang menyikapi situasi tersebut. Mereka yakin insiden pada tes pramusim tidak akan mempengaruhi performa Marquez ketika musim resmi dimulai.
Sejumlah pengamat MotoGP bahkan sudah menempatkan Marquez sebagai target utama para rival musim ini.
Mantan pembalap sekaligus komentator MotoGP, Stefan Bradl, menyebut Marquez sebagai favorit utama juara dunia MotoGP 2026. Ia menilai performa luar biasa yang ditunjukkan Marquez pada musim 2025 menjadi bukti bahwa pembalap asal Spanyol tersebut masih berada di level tertinggi.
Berpeluang Samai Rekor Legenda
Jika berhasil menjadi juara dunia lagi musim ini, Marquez berpeluang menyamai rekor legenda balap motor Giacomo Agostini yang mengoleksi delapan gelar juara dunia di kelas utama.
Sebelumnya, Marquez telah menyamai rekor Valentino Rossi dengan tujuh gelar juara dunia di kelas premier setelah sukses menjuarai musim 2025.
Selain itu, Marquez juga memiliki peluang memecahkan sejumlah rekor lain sepanjang musim 2026.
Saat ini ia telah mengoleksi 73 kemenangan di MotoGP, dan masih berpeluang mengejar rekor Rossi yang mencatatkan 89 kemenangan sepanjang kariernya di kelas utama.
Marquez juga hampir memecahkan rekor jumlah lap tercepat terbanyak dalam sejarah MotoGP. Saat ini ia memiliki 72 catatan lap tercepat dan hanya membutuhkan lima tambahan untuk melampaui rekor Rossi.
Tak hanya itu, Marquez juga berpeluang menjadi pembalap tersukses dalam balapan sprint, dengan peluang melampaui rekor kemenangan sprint yang saat ini dipegang oleh Jorge Martin.
Francesco Bagnaia Siap Bangkit
Selain Marquez, perhatian juga tertuju pada pembalap Ducati lainnya, Francesco “Pecco” Bagnaia, yang bertekad bangkit setelah musim 2025 yang tidak berjalan sesuai harapan.
Bagnaia kini mengendarai Ducati Desmosedici GP26, yang menurutnya memiliki karakter berbeda dibandingkan motor musim sebelumnya.
Meski demikian, Bagnaia menilai perubahan tersebut justru menjadi keuntungan karena motor baru dinilai lebih cocok dengan gaya balapnya.
Hal itu terlihat dari hasil tes pramusim di Buriram, di mana Bagnaia berhasil menutup sesi pengujian di posisi keempat secara keseluruhan.
Meski merasa lebih nyaman dengan motor baru, Bagnaia mengakui masih mencari konsistensi terutama saat pengereman menjelang tikungan.
“Kadang motor terasa stabil, tetapi kadang juga sedikit bergetar ketika memasuki tikungan dengan kecepatan tinggi,” ungkap Bagnaia.
Namun ia optimistis tim Ducati dapat menemukan pengaturan terbaik sebelum balapan pertama digelar.
Persaingan Musim Ini Diprediksi Ketat
Dengan performa para pembalap papan atas yang semakin kompetitif, MotoGP 2026 diprediksi akan menghadirkan persaingan yang sangat ketat sepanjang musim.
Marc Marquez akan berusaha mempertahankan dominasinya sekaligus mencatatkan sejarah baru di MotoGP.
Sementara itu, Bagnaia dan sejumlah pembalap lain siap memberikan tekanan untuk menggagalkan ambisi sang juara bertahan.
Seri pembuka di Thailand pun menjadi awal dari musim panjang yang diyakini penuh aksi dan drama di lintasan.
Editor : Anggi Septian A.P.