JAKARTA – Veda Ega Pratama langsung mencuri perhatian pada debutnya di Moto3 Thailand 2026 setelah berhasil finis di posisi lima besar pada balapan pembuka yang berlangsung di Chang International Circuit, Buriram. Hasil impresif ini membuat pembalap muda Indonesia tersebut mencatat sejarah sebagai salah satu rookie paling menonjol di seri pembuka musim ini.
Penampilan Veda Ega Pratama di Moto3 Thailand 2026 semakin terasa spesial karena ia tidak hanya sekadar menyelesaikan balapan, tetapi juga mampu bersaing dengan para pembalap papan atas dunia. Dalam debutnya di kejuaraan dunia, rider berusia 17 tahun itu bahkan sempat bertarung di barisan depan sepanjang balapan.
Hasil top 5 di Moto3 Thailand 2026 juga membuat Veda langsung meraih 11 poin penting pada seri pembuka musim ini. Pencapaian tersebut menempatkannya di posisi kelima klasemen sementara Moto3 2026.
Start dari Baris Depan
Veda Ega Pratama memulai akhir pekan balap dengan cukup meyakinkan. Pembalap asal Gunungkidul itu tampil solid sejak sesi kualifikasi dan berhasil mengamankan posisi start kelima.
Bersama Honda Team Asia, Veda langsung menunjukkan potensi besar sebagai rookie yang patut diperhitungkan di grid Moto3 musim ini.
Saat lampu start padam, balapan berlangsung sangat ketat. Persaingan di kelas Moto3 dikenal memiliki jarak antar pembalap yang sangat rapat, membuat setiap kesalahan kecil bisa berakibat fatal.
Di awal lomba, Veda sempat tercecer dari rombongan depan. Namun ketenangan dan pengalaman yang ia miliki membuatnya mampu kembali menemukan ritme balap.
Bangkit dan Sempat Tempati Posisi Tiga
Memasuki lap keenam dari total 19 lap balapan, Veda mulai menunjukkan kualitasnya. Ia berhasil menembus kelompok depan dan terlibat duel sengit dengan para pembalap Eropa yang sudah lebih berpengalaman.
Keberaniannya dalam melakukan manuver menyalip membuatnya beberapa kali berada di posisi tiga besar.
Aksi agresif namun tetap terkontrol tersebut memperlihatkan bahwa Veda memiliki mental bertanding yang matang meskipun baru pertama kali tampil di Kejuaraan Dunia Moto3.
Hingga lap-lap terakhir, persaingan di barisan depan berlangsung sangat ketat. Pada akhirnya, Veda menyentuh garis finis di posisi kelima.
Ia hanya terpaut sekitar 9 detik dari pemenang balapan, David Almansa, yang tampil dominan pada seri pembuka tersebut.
Rekor Baru untuk Pembalap Indonesia
Hasil tersebut menjadi pencapaian penting bagi dunia balap motor Indonesia. Dengan finis di posisi kelima, Veda mencatatkan perolehan poin tertinggi bagi pembalap Indonesia dalam balapan debut di ajang Grand Prix.
Total 11 poin yang diraih langsung mengantarkannya ke posisi kelima klasemen sementara Moto3 2026.
Setelah balapan, Veda mengaku sangat senang dengan hasil yang ia capai pada seri pembuka musim ini.
“Saya sangat senang bisa finis di top 5 pada balapan pertama saya di Moto3. Ini pelajaran yang sangat berharga, terutama soal manajemen ban dan menjaga ritme balapan di tengah cuaca panas,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa masih banyak hal yang harus dipelajari agar bisa tampil lebih konsisten di seri-seri berikutnya.
Pujian dari Manajer Tim
Penampilan impresif Veda juga mendapat apresiasi dari manajer tim, Hiroshi Aoyama.
Menurut Aoyama, pembalap muda Indonesia tersebut tampil sensasional dan menunjukkan kedewasaan balap yang tidak biasa untuk pembalap berusia 17 tahun.
Performa stabil sepanjang balapan membuat tim optimistis Veda bisa terus berkembang sepanjang musim Moto3 2026.
Lanjut ke Seri Brasil
Setelah sukses di Thailand, perjalanan Veda Ega Pratama di Moto3 musim 2026 akan berlanjut ke seri kedua yang dijadwalkan berlangsung di Brasil pada 20–22 Maret mendatang.
Balapan berikutnya diprediksi akan menjadi ujian baru bagi rookie asal Indonesia tersebut. Namun jika mampu mempertahankan performa dan konsistensi, bukan tidak mungkin Veda kembali mencuri perhatian di seri selanjutnya.
Bagi para penggemar balap motor Tanah Air, debut impresif ini menjadi harapan baru bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di level tertinggi balap motor dunia.
Editor : Anggi Septian A.P.