Garuda Calling FIFA Series 2026 Belum Diumumkan, Timnas Indonesia Terancam Tanpa 7 Pemain Inti di Debut John Hertman
Muhamad Ahsanul Wildan• Jumat, 6 Maret 2026 | 22:05 WIB
Garuda Calling FIFA Series 2026 masih ditunggu. Timnas Indonesia terancam tanpa 7 pemain inti jelang debut pelatih John Hertman.
BLITAR KAWENTAR – Menjelang turnamen internasional akhir Maret, Garuda Calling FIFA Series 2026 masih menjadi topik hangat di kalangan penggemar sepak bola nasional.
Publik hingga kini masih menunggu pengumuman resmi daftar pemain Garuda Calling FIFA Series 2026 yang akan dibawa pelatih baru Timnas Indonesia, John Hertman.
Padahal, jadwal pertandingan Garuda Calling FIFA Series 2026 semakin dekat. Skuad Garuda dijadwalkan menghadapi St Kitts and Nevis pada 27 Maret 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Turnamen ini menjadi debut resmi Hertman sejak diperkenalkan sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia pada 13 Januari 2026.
Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA Series 2026
FIFA telah menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah FIFA Series 2026 yang akan berlangsung pada 27 dan 30 Maret di Jakarta.
Turnamen ini diikuti empat negara dari konfederasi berbeda, yaitu Indonesia, Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan St Kitts and Nevis.
Format yang digunakan adalah semifinal dan final.
Pada hari pertama, Indonesia akan menghadapi St Kitts and Nevis. Sementara Bulgaria akan bertemu Kepulauan Solomon.
Tim pemenang akan melaju ke final pada 30 Maret 2026.
Ajang ini menjadi kesempatan penting bagi Timnas Indonesia untuk menguji kekuatan melawan tim dari berbagai kawasan dunia sekaligus meningkatkan posisi di ranking FIFA.
Tujuh Pemain Timnas Dipastikan Absen
Di tengah penantian pengumuman Garuda Calling, Timnas Indonesia justru menghadapi situasi kurang ideal.
Sebanyak tujuh pemain dipastikan tidak bisa memperkuat skuad Garuda di FIFA Series 2026.
Dua pemain, Tom Haye dan Shayne Pattynama, harus menepi karena menjalani sanksi larangan bermain.
Sementara lima pemain lainnya mengalami cedera, yakni Marselino Ferdinan, Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Mees Hilgers, serta Mauro Zijlstra.
Nama terakhir mengalami cedera paha saat menjalani latihan bersama Persija Jakarta.
Cedera tersebut terjadi ketika Zijlstra melakukan tembakan ke arah gawang saat sesi latihan.
Kehilangan Tom Haye Jadi Pukulan Berat
Dari sejumlah pemain yang absen, Tom Haye dianggap sebagai kehilangan paling besar bagi Timnas Indonesia.
Gelandang tersebut dikenal memiliki visi bermain yang sangat baik serta kemampuan mengatur tempo pertandingan.
Perannya sebagai pengatur serangan membuat lini tengah Indonesia kerap lebih stabil saat dirinya berada di lapangan.
Tanpa kehadiran Tom Haye, tim pelatih diprediksi harus mengubah strategi di sektor tengah.
Beberapa nama mulai disebut sebagai kandidat pengganti, seperti Ricky Kambuaya.
Selain itu, Nathan Tjoe-A-On juga berpeluang dimainkan sebagai gelandang tengah meski di klubnya lebih sering beroperasi di posisi bek kiri.
Ujian Perdana John Hertman
Situasi ini membuat debut John Hertman bersama Timnas Indonesia diprediksi tidak akan mudah.
Selain harus menyiapkan strategi menghadapi lawan internasional, ia juga harus meracik komposisi pemain terbaik di tengah absennya beberapa pemain inti.
Namun di atas kertas, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan saat menghadapi St Kitts and Nevis yang berada di ranking 154 dunia.
Jika mampu menang, skuad Garuda akan melaju ke partai final dan berpotensi menghadapi Bulgaria yang secara ranking menjadi tim terkuat di turnamen tersebut.
FIFA Series 2026 pun menjadi momentum penting bagi Timnas Indonesia untuk membangun fondasi permainan baru sekaligus membuktikan perkembangan mereka di level internasional.