BLITAR – Kisah menarik datang dari seorang Bobotoh Jakarta gelar nobar Persib dan Persija bersama berbagai komunitas suporter. Aksi unik ini bahkan viral di media sosial dan menjadi contoh bahwa rivalitas sepak bola bisa tetap damai.
Cerita tersebut disampaikan oleh Herman Cahya Nugraha dalam sebuah perbincangan di kanal YouTube Bincang Bareng Binder. Herman dikenal sebagai Bobotoh yang tinggal di Jakarta namun aktif membuat konten positif tentang sepak bola Indonesia.
Menariknya, kegiatan Bobotoh Jakarta gelar nobar Persib dan Persija ini justru melibatkan suporter dari berbagai klub. Tidak hanya Bobotoh, acara nonton bareng juga dihadiri Jakmania, Bonek, hingga komunitas suporter lainnya.
Menurut Herman, tujuan utama dari kegiatan nobar tersebut adalah menunjukkan bahwa suporter sebenarnya bisa hidup berdampingan dengan damai tanpa konflik.
“Sepak bola itu hiburan. Rivalitas cukup 90 menit saja di lapangan,” ujarnya.
Berawal dari Konten Iseng yang Viral
Herman mengaku awalnya tidak pernah berniat membuat kegiatan nobar besar seperti sekarang. Ide tersebut muncul secara spontan ketika dirinya dan sang istri menonton pertandingan Persib Bandung di stadion.
Saat itu ia hanya ingin mengabadikan momen pertandingan dan mengunggahnya ke media sosial. Tidak disangka, konten tersebut langsung viral.
“Follower saya waktu itu cuma sekitar 800 orang, tapi videonya ditonton sampai 10 ribu,” katanya.
Setelah itu Herman kembali membuat konten saat menonton pertandingan Persib di rumah bersama keluarga. Konten tersebut kembali viral dan bahkan mencapai lebih dari 100 ribu penonton.
Sejak saat itu banyak pengikutnya yang mulai mengirim pesan langsung atau DM untuk menanyakan lokasi tempat menonton tersebut.
Mereka tertarik untuk ikut bergabung dalam acara nobar bersama Herman.
Nobar Persib di Rumah, Suporter Datang Sendiri
Awalnya hanya sekitar 10 hingga 11 orang Bobotoh Jakarta yang datang ke rumah Herman untuk menonton pertandingan Persib bersama.
Namun kegiatan tersebut kembali ia rekam dan diunggah ke media sosial. Hasilnya jauh lebih mengejutkan.
Konten nobar tersebut berhasil ditonton hingga lebih dari 500 ribu kali.
Dari situlah popularitas kegiatan nobar Herman semakin dikenal oleh komunitas suporter.
Tidak hanya Bobotoh, anggota Jakmania juga mulai menghubunginya melalui media sosial dan mengajak untuk mengadakan nobar pertandingan Persija.
Jakmania Ikut Nobar Persib dan Persija
Ajakan tersebut disambut positif oleh Herman. Ia bahkan mengundang Jakmania untuk datang menonton pertandingan Persija bersama.
Hasilnya cukup mengejutkan.
Puluhan anggota Jakmania datang ke lokasi nobar untuk menyaksikan pertandingan Persija. Pertandingan tersebut dimenangkan Persija dengan skor 3-0.
Kegiatan tersebut kembali menjadi viral setelah Herman mengunggahnya ke media sosial.
Tidak berhenti sampai di situ, jumlah suporter yang datang semakin banyak. Bahkan pernah mencapai sekitar 70 orang dalam satu acara nobar.
Yang lebih menarik lagi, kegiatan nobar tersebut juga dihadiri oleh suporter klub lain seperti Bonek dari Persebaya dan komunitas suporter lain di Jakarta.
Ancaman Sempat Datang, Suporter Lain Justru Melindungi
Di balik kesuksesan acara nobar lintas suporter tersebut, Herman sempat menerima ancaman dari seseorang yang tidak menyukai kegiatan tersebut.
Ancaman itu bahkan menyebut lokasi rumah Herman.
Namun dukungan justru datang dari komunitas suporter lainnya. Beberapa anggota Jakmania bahkan membantu memastikan keamanan kegiatan nobar tersebut.
Mereka hanya memberikan satu syarat, yaitu penonton tidak menggunakan atribut klub saat acara berlangsung demi menghindari potensi konflik.
“Kami akhirnya tetap nobar dan semuanya berjalan aman,” kata Herman.
Rivalitas Suporter Hanya 90 Menit
Herman juga menjelaskan bahwa konflik antar suporter sebenarnya sering kali disebabkan oleh kelompok kecil yang memiliki budaya berbeda, seperti kelompok casual atau hooligan.
Menurutnya, mayoritas suporter sebenarnya hanya ingin menikmati pertandingan sepak bola.
“Sebagian besar suporter baik-baik saja. Rivalitas itu hanya 90 menit di lapangan,” ujarnya.
Ia bahkan sering menggunakan atribut Persib ketika beraktivitas di Jakarta dan mengaku tidak pernah mengalami gangguan dari suporter klub lain.
Karena itu, Herman ingin membuktikan bahwa Bobotoh juga bisa hidup aman di Jakarta.
Nobar Gratis untuk Semua Suporter
Menariknya, kegiatan nobar yang dibuat Herman tidak dipungut biaya sama sekali.
Acara tersebut digelar di sebuah coffee shop miliknya. Pengunjung boleh membeli minuman atau tidak sama sekali.
“Kalau tidak jajan juga tidak masalah. Nobarnya gratis,” katanya.
Ke depan, Herman berencana terus melanjutkan kegiatan nobar tersebut, termasuk untuk pertandingan Timnas Indonesia maupun ajang besar seperti Piala Dunia.
Ia berharap kegiatan tersebut bisa menjadi contoh bahwa sepak bola seharusnya menjadi hiburan yang menyatukan, bukan memecah belah suporter.
Editor : Anggi Septian A.P.