Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Persija Jakarta Berpeluang Juara Liga 1? Bung Binder dan Irland Bahas Kekuatan Persija, Jakmania, hingga Rivalitas dengan Persib

Axsha Zazhika • Sabtu, 7 Maret 2026 | 11:45 WIB

Persija Jakarta Berpeluang Juara Liga 1? Bung Binder dan Irland Bahas Kekuatan Persija, Jakmania, hingga Rivalitas dengan Persib
Persija Jakarta Berpeluang Juara Liga 1? Bung Binder dan Irland Bahas Kekuatan Persija, Jakmania, hingga Rivalitas dengan Persib
 

BLITAR – Persija Jakarta kembali menjadi sorotan dalam perbincangan sepak bola nasional. Dalam sebuah diskusi di kanal YouTube Bincang Bareng Binder, pengamat sepak bola Bung Binder berbincang panjang dengan Irland Alansia, salah satu tokoh suporter Jakmania, membahas perjalanan Persija Jakarta, kultur suporter, hingga peluang Macan Kemayoran bersaing di papan atas Liga 1.

Dalam perbincangan tersebut, Persija Jakarta tidak hanya dibahas dari sisi prestasi di lapangan, tetapi juga dari sudut pandang suporter. Irland yang telah mendukung Persija sejak era reformasi tahun 1999 mengungkapkan bagaimana perjalanan panjang Jakmania dalam membangun identitas sebagai suporter klub ibu kota.

Menurut Irland, kecintaan terhadap Persija Jakarta tidak seharusnya diiringi dengan kebencian terhadap klub lain. Ia menilai sepak bola sejatinya adalah hiburan, bukan ajang permusuhan antarsuporter.

Filosofi Suporter: Sepak Bola Hanya Hiburan

Irland menjelaskan bahwa pengalaman panjangnya sebagai suporter membuatnya memahami bahwa rivalitas harus tetap berada dalam batas sehat.

Ia bahkan menuliskan pesan khusus di bio media sosialnya yang berbunyi “Tribun milik semua, jangan kotori dengan kebencian, caci maki dan rasisme.”

Menurutnya, pada masa awal menjadi suporter, ia sempat ikut dalam aksi sweeping suporter lawan ketika Persija menghadapi rival seperti Persib Bandung atau Persebaya. Namun seiring waktu, ia menyadari bahwa cara tersebut justru menanamkan kebencian yang tidak perlu dalam dunia sepak bola.

“Dulu tanpa sadar kita menanamkan kecintaan kepada Persija, tapi juga menanamkan kebencian kepada klub lain,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa mendukung klub seharusnya tetap dalam batas wajar.

“Persija itu selamanya, tapi bukan segalanya. Sepak bola hanya hiburan, bukan sesuatu yang harus sampai membuat kita bermusuhan,” tambahnya.

Perjalanan Jakmania dari Masa ke Masa

Irland mengungkapkan bahwa perkembangan Jakmania sejak akhir 1990-an mengalami perubahan besar. Pada awal berdiri, jumlah anggota Jakmania masih relatif sedikit dan koordinasi antaranggota lebih mudah dilakukan.

Saat itu, struktur organisasi suporter juga masih sederhana dan belum banyak komunitas seperti sekarang.

Namun seiring berkembangnya waktu, komunitas suporter semakin banyak dan terbagi dalam berbagai kelompok. Hal ini membuat koordinasi menjadi lebih kompleks dibandingkan sebelumnya.

“Kalau dulu anggota sedikit, lebih mudah dikoordinasi. Sekarang komunitasnya banyak sekali dan setiap wilayah punya kelompok sendiri,” jelasnya.

Meski begitu, Irland menilai perkembangan tersebut tetap menjadi bagian dari dinamika dunia suporter sepak bola di Indonesia.

Kenangan Persija Juara 2001 dan 2018

Dalam diskusi tersebut, Irland juga mengenang momen bersejarah ketika Persija Jakarta meraih gelar juara Liga Indonesia 2001.

Menurutnya, saat itu Persija memiliki skuad yang sangat kuat dengan sejumlah pemain legendaris seperti Bambang Pamungkas yang masih berstatus pemain muda.

Atmosfer kemenangan saat itu terasa sangat luar biasa bagi para suporter.

Namun Irland juga menilai euforia juara pada tahun 2018 memiliki cerita tersendiri. Pada musim tersebut, Persija berhasil meraih gelar Liga 1 setelah sebelumnya juga menjuarai Piala Presiden.

Ia bahkan menyebut dukungan Jakmania pada musim itu memecahkan berbagai rekor, termasuk jumlah suporter yang melakukan tur tandang ke berbagai kota.

“Waktu 2018 hampir semua tur tandang pecah rekor. Ke Palembang, Malang, Sleman, bahkan sampai Bali jumlah suporter sangat besar,” katanya.

Baca Juga: Debut Veda Ega Pratama di Moto3 Thailand 2026 Curi Perhatian, Langsung Tembus 10 Besar di Latihan Bebas

Menurutnya, atmosfer juara sudah terasa sejak putaran kedua kompetisi ketika Persija mulai bersaing ketat di papan atas klasemen.

Peluang Persija Bersaing di Papan Atas

Dalam diskusi tersebut, Bung Binder juga menyoroti performa Persija musim ini yang dinilai cukup menjanjikan.

Masuknya pelatih baru Mauricio Souza serta sejumlah pemain asing asal Brasil membuat permainan Persija dinilai lebih solid.

Irland mengaku optimistis tim kesayangannya memiliki peluang besar untuk bersaing di papan atas klasemen.

Ia menilai chemistry antar pemain asing menjadi salah satu faktor penting dalam permainan Persija musim ini.

“Kalau pemainnya banyak dari Brasil biasanya lebih cepat padu. Mereka sudah punya chemistry dalam bermain,” jelasnya.

Selain itu, Persija juga dinilai memiliki kedalaman skuad yang cukup baik setelah mendatangkan beberapa pemain baru pada putaran kedua kompetisi.

Beberapa di antaranya bahkan merupakan pemain berpengalaman yang pernah bermain di berbagai liga internasional.

Meski demikian, Irland mengingatkan bahwa persaingan di Liga 1 tetap sangat ketat. Banyak klub lain yang juga memiliki materi pemain kuat sehingga peluang juara masih terbuka bagi beberapa tim.

“Kalau Persija konsisten, peluang juara itu tetap ada. Tapi di Liga Indonesia semua tim bisa saling mengalahkan,” ujarnya.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Liga 1 Indoensia #mauricio souza #persija jakara #bung binder #jakmania