Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Insiden Bonek Mania vs Viking Persib Memanas! VPC Kecam Kekerasan, Persebaya Terancam Sanksi Berat hingga Diskualifikasi Liga

Axsha Zazhika • Sabtu, 7 Maret 2026 | 12:00 WIB

Insiden Bonek Mania vs Viking Persib Memanas! VPC Kecam Kekerasan, Persebaya Terancam Sanksi Berat hingga Diskualifikasi Liga
Insiden Bonek Mania vs Viking Persib Memanas! VPC Kecam Kekerasan, Persebaya Terancam Sanksi Berat hingga Diskualifikasi Liga
 

BLITAR – Insiden Bonek Mania vs Viking Persib kembali menyita perhatian publik sepak bola nasional. Kelompok suporter Persib Bandung, Viking Persib Club (VPC), mengeluarkan pernyataan resmi menyusul rangkaian kejadian yang terjadi saat pertandingan antara Persebaya Surabaya dan Persib Bandung di Surabaya.

Pernyataan tersebut dipublikasikan melalui akun Instagram resmi VPC pada Kamis (5/3/2026). Dalam pernyataannya, Viking Persib Club mengecam keras berbagai tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum suporter Bonek Mania terhadap anggota Viking yang hadir di Surabaya.

Insiden Bonek Mania vs Viking Persib ini disebut menyebabkan sejumlah korban luka serta kerugian material yang dialami anggota Viking Persib yang berada di Surabaya. Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran baru mengenai keamanan pertandingan sepak bola di Indonesia.

Viking Persib Club Kecam Kekerasan

Dalam pernyataan resminya, Viking Persib Club menegaskan bahwa kehadiran perwakilan mereka di Surabaya bukan untuk memicu konflik. Mereka datang membawa pesan persaudaraan serta amanat moral dari para pendahulu organisasi, termasuk sosok almarhum Ayi Beutik yang sangat dihormati di kalangan Viking.

Menurut VPC, tujuan utama kedatangan mereka adalah mempererat hubungan antara suporter Persib Bandung dan Persebaya Surabaya. Namun situasi yang terjadi di lapangan justru berujung pada aksi kekerasan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Viking Persib Club dengan tegas mengecam tindakan fisik, intimidasi, hingga aksi perusakan yang terjadi dalam insiden tersebut. Mereka menilai tindakan itu bertentangan dengan nilai sportivitas dan solidaritas yang selama ini dijunjung oleh komunitas suporter.

Korban Luka dan Kerugian Material

Akibat insiden tersebut, beberapa anggota Viking Persib dilaporkan mengalami luka-luka. Selain itu, kerugian material juga dialami oleh anggota Viking yang berada di Surabaya.

Barang-barang yang dilaporkan hilang antara lain satu unit ponsel iPhone 11, sepatu, jaket, pakaian, serta uang tunai sebesar Rp1.500.000 yang merupakan setoran pekerjaan salah satu anggota.

VPC menilai tindakan tersebut bukan hanya merugikan secara materi, tetapi juga merupakan pelanggaran hukum yang tidak dapat dibenarkan dalam dunia sepak bola.

Baca Juga: Bocoran Mengejutkan ! Timnas Indonesia Segera Kedatangan 2 Pemain Naturalisasi Baru dari Eropa Jelang FIFA Series 2026

Dugaan Provokasi dan Penyerangan

Selain kekerasan fisik, Viking Persib Club juga mengungkap adanya dugaan provokasi yang terjadi sebelum insiden tersebut. Mereka menyebut sempat terjadi upaya penyerangan terhadap hotel tempat beberapa perwakilan Viking menginap.

Peristiwa ini semakin memperburuk situasi yang sudah tidak kondusif. VPC menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan semangat persaudaraan yang selama ini diharapkan terjalin antara suporter kedua klub.

Selama ini, Viking Persib dikenal memiliki komitmen untuk tidak membalas provokasi dari pihak lawan. Sikap tersebut, menurut mereka, merupakan bentuk penghormatan terhadap pesan para pendahulu organisasi yang selalu menekankan pentingnya menjaga kedamaian.

“Viking Bonek Satu Hati” Diistirahatkan

Menanggapi situasi yang terjadi, Viking Persib Club menyatakan akan mengistirahatkan sementara slogan persaudaraan “Viking Bonek Satu Hati.”

Slogan tersebut selama ini menjadi simbol hubungan baik antara dua kelompok suporter besar di Indonesia. Namun VPC menilai kondisi saat ini tidak lagi mencerminkan makna dari slogan tersebut.

Menurut mereka, diperlukan waktu untuk melakukan refleksi bersama agar hubungan antara suporter Persib dan Persebaya dapat kembali membaik di masa depan.

Persebaya Berpotensi Terkena Sanksi

Insiden Bonek Mania vs Viking Persib juga berpotensi membawa konsekuensi serius bagi Persebaya Surabaya. Komite Disiplin PSSI disebut dapat menjatuhkan sejumlah sanksi berat jika terbukti terjadi pelanggaran serius.

Sanksi yang mungkin dijatuhkan antara lain larangan menonton seumur hidup bagi oknum suporter yang terlibat dalam aksi kekerasan.

Selain itu, Persebaya Surabaya juga berpotensi menerima hukuman berupa pengurangan poin dalam kompetisi Liga 1. Jika pelanggaran dinilai sangat serius, tidak menutup kemungkinan klub tersebut menghadapi sanksi yang lebih berat.

Baca Juga: Pilkades Serentak di Kabupaten Blitar Segera Bergulir, Ada 31 Desa Berpartisipasi

Sanksi ekstrem yang mungkin dijatuhkan adalah diskualifikasi dari kompetisi BRI Super League musim ini. Meski jarang terjadi, opsi tersebut tetap dapat dipertimbangkan jika terbukti ada kelalaian serius dalam pengamanan pertandingan.

Selain itu, Persebaya juga bisa dikenakan larangan menggunakan stadion tertentu serta denda finansial dalam jumlah besar.

Rivalitas Harus Tetap Sportif

Viking Persib Club menegaskan bahwa rivalitas antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya seharusnya hanya terjadi selama 90 menit di lapangan.

Di luar pertandingan, semua pihak diharapkan tetap menjaga kewarasan dan tidak membawa permusuhan ke dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita tidak sedang mewariskan kebencian kepada generasi penerus,” tulis VPC dalam bagian akhir pernyataan mereka.

Melalui pernyataan tersebut, Viking Persib Club berharap insiden seperti ini tidak terulang kembali dan seluruh suporter sepak bola Indonesia dapat menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran untuk menjaga sportivitas dan kedamaian di dunia sepak bola nasional.

Editor : Anggi Septian A.P.
#kerusuhan suporter #bonek mania #Viking Persib Club #persebaya surabaya #persib bandung