Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bocoran Hukuman AFC untuk Persib Bandung Usai Insiden Bobotoh di GBLA, Denda Diprediksi Hanya Rp400–Rp800 Juta

Axsha Zazhika • Sabtu, 7 Maret 2026 | 12:10 WIB

Bocoran Hukuman AFC untuk Persib Bandung Usai Insiden Bobotoh di GBLA, Denda Diprediksi Hanya Rp400–Rp800 Juta
Bocoran Hukuman AFC untuk Persib Bandung Usai Insiden Bobotoh di GBLA, Denda Diprediksi Hanya Rp400–Rp800 Juta
 

BLITAR - Hukuman AFC untuk Persib Bandung akibat insiden ulah suporter saat laga melawan Ratchaburi FC diprediksi tidak terlalu berat. Deputi CEO Persib Bandung, Adhitia Putra Hernawan, menyebut sanksi yang kemungkinan dijatuhkan hanya berupa denda dengan nominal yang relatif kecil untuk klub sebesar Persib.

Prediksi tersebut muncul setelah insiden yang melibatkan oknum bobotoh terjadi saat pertandingan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Dalam kejadian itu, seorang suporter diketahui menendang papan iklan di pinggir lapangan hingga memicu perhatian pihak Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Adhitia menjelaskan bahwa berdasarkan pengalaman kasus serupa dan regulasi AFC, hukuman AFC untuk Persib Bandung kemungkinan berada pada kisaran 25.000 hingga 50.000 dolar Amerika Serikat. Jika dikonversi ke rupiah, jumlah tersebut berkisar antara Rp400 juta hingga Rp800 juta.

“Kalau melihat kasus-kasus sebelumnya dan aturan AFC, kemungkinan besar sanksinya di kisaran 25.000 sampai 50.000 dolar Amerika,” ujar Adhitia dalam sebuah sesi podcast bersama media nasional.

Meski nilainya cukup besar bagi sebagian pihak, bagi klub dengan skala finansial seperti Persib Bandung, angka tersebut dinilai masih tergolong ringan. Namun demikian, manajemen tetap menganggap insiden tersebut sebagai masalah serius yang tidak boleh terulang.

Persib Janji Perketat Pengamanan Stadion

Menanggapi kemungkinan hukuman AFC untuk Persib Bandung, pihak manajemen klub langsung mengambil langkah evaluasi internal. Salah satu fokus utama adalah memperketat sistem keamanan dan koordinasi dengan aparat yang bertugas di stadion.

Manajemen Persib berencana meningkatkan pengawasan terhadap suporter di dalam stadion serta memperbaiki prosedur keselamatan pertandingan. Hal ini penting untuk memastikan setiap laga berjalan aman dan nyaman bagi seluruh pihak yang hadir.

Selain itu, klub juga menilai bahwa dukungan suporter merupakan salah satu kekuatan terbesar Persib. Namun dukungan tersebut harus tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku di kompetisi nasional maupun internasional.

Adhitia menegaskan bahwa pihaknya sangat menghargai loyalitas bobotoh yang selalu memenuhi stadion. Meski begitu, ia berharap suporter dapat menjaga sikap agar citra klub tetap positif di mata dunia sepak bola Asia.

“Kami sangat menghargai dukungan bobotoh. Tapi tentu kita harus bermain sesuai aturan agar nama baik Persib tetap terjaga,” tambahnya.

Persib Fokus Jaga Konsistensi di Liga

Di tengah isu hukuman AFC untuk Persib Bandung, fokus tim tetap tertuju pada persaingan di kompetisi domestik. Saat ini Persib masih berada di papan atas klasemen dan berupaya mempertahankan performa hingga akhir musim.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, menilai kompetisi Liga Indonesia sangat kompetitif. Menurutnya, setiap tim memiliki peluang yang sama untuk mengalahkan lawan sehingga konsistensi menjadi faktor penentu.

“Di liga ini siapa pun bisa mengalahkan siapa pun. Itulah yang membuat Liga Indonesia sangat menarik dan sulit,” ujar Hodak.

Persib sendiri masih memiliki satu pertandingan tunda melawan Borneo FC yang akan digelar di Stadion Segiri, Samarinda. Laga tersebut dinilai penting karena dapat memengaruhi posisi klasemen di papan atas.

Selain itu, Maung Bandung juga dijadwalkan menghadapi Persik Kediri di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Senin, 9 Maret 2026. Pertandingan tersebut menjadi momentum bagi Persib untuk kembali meraih kemenangan setelah sebelumnya kehilangan poin penting.

Evaluasi Tim Setelah Hasil Imbang

Kapten Persib Bandung, Marc Klok, turut mengungkapkan beberapa evaluasi yang harus dilakukan timnya. Ia menilai ada dua aspek utama yang perlu segera diperbaiki agar performa Persib semakin tajam.

Masalah pertama adalah efektivitas penyelesaian akhir. Menurut Klok, Persib sebenarnya mampu menciptakan banyak peluang, namun belum cukup klinis dalam mengubah peluang tersebut menjadi gol.

Masalah kedua adalah transisi dari menyerang ke bertahan. Dalam beberapa pertandingan terakhir, Persib dinilai masih kurang cepat mengantisipasi serangan balik lawan.

“Kami harus bisa mencetak lebih banyak gol. Kami punya banyak peluang, tapi harus lebih klinis,” kata Klok.

Ia juga menambahkan bahwa tim harus lebih waspada terhadap serangan balik agar tidak kehilangan poin penting dalam pertandingan.

Dengan berbagai evaluasi tersebut, Persib berharap dapat kembali tampil maksimal di laga-laga berikutnya sekaligus menjaga posisi di puncak klasemen.

Sementara itu, terkait hukuman AFC untuk Persib Bandung, keputusan resmi dari AFC masih menunggu hasil investigasi dan sidang disiplin. Namun jika prediksi manajemen benar, sanksi yang dijatuhkan kemungkinan hanya berupa denda tanpa hukuman tambahan yang lebih berat.

Editor : Anggi Septian A.P.
#hukuman afc #bobotoh GBLA #bojan hodak #persib bandung #Liga Indonesia 2026